PREVIEW: Komparasi Mining Kripto Monero (XMR) dari Laptop Rumahan vs dari Server VPS

Share Article
Menambang Monero Menggunakan Lapop dan VPS

ENDONESIA.com – Sejak tiga hari ini, mulai Jumat (26/2/2020), Endonesia Lab mencoba menambang (mining) cryptocurrency (koin kripto) Monero (XMR). Monero merupakan koin yang bisa ditambang dengan mengandalkan CPU maupun GPU (graphic card).

Dalam eksperimen ini, kami full menggunakan kemampuan CPU. Untuk uji kemampuan mining menggunakan GPU akan dilakukan pada fase berikutnya.

Baca juga Apa Itu Kripto Ravencoin (RVN) dan Bagaimana Masa Depannya

Pada fase pertama eksperimen, kami me-mining Monero menggunakan laptop rumahan menggunakan beberapa alternatif software. Kami akan menceritakan satu per satu penggunaan software tersebut sambil menunggu data terkumpul.

Artikel ini hanya preview, belum disusun sebagai sebuah panduan. Tunggu beberapa hari untuk kami bisa membuatkan panduannya.

Hari Jumat, kami memulai menambang menggunakan laptop dengan software XMRIG. Hari Sabtu, kami mulai mencoba menggunakan server kategoari VPS (virtual private server) yang kami beli dari sebuah datacenter di Eropa.

Baca juga Bos Tesla Elon Musk: Dogecoin Kripto Rakyat

Hari Minggu, kami mulai mencoba beberapa software untuk melihat speed atau hashrate. Ini bagian yang menarik juga karena ternyata berbeda software bisa berbeda speed.

Hari Minggu atau hari ini, kami telah mencoba software XMR-Stak-RX yang berbeda dengan XMRIG.

Ini adalah tampilan mining Monero menggunakan XMR-Stak-RX dengan pool dari Minexmr.

Tampilan dashboard Minexmr di atas adalah untuk mining Monero menggunakan software XMR Stak Rx dengan pool MineXMR. Ada 3 laptop yang saya gunakan untuk menambang dengan spesifikasi yang berbeda-beda. Satu Macbook Air prosesor i5 dan dua laptop Windows prosesor i7.

Jumlah koin yang terkumpul adalah 0,001156 XMR selama 3 hari on-off. Sebagai informasi, 1 XMR itu sekitar Rp 3 juta. Cek harga realtime setiap saat untuk aset kriptp Monero (XMR) di bawah ini:

Name Price
Monero (XMR)
Rp5,808,047.52

Jadi, perolehan selama 3 hari menggunakan laptop nganggur sekitar Rp 3.500 hahahhaha buat beli bubur ayam belum dapat ya.

Tampilan XMR Stak Rx

Saya sebut on off karena kadang mati, kadang hidup karena laptop ini masih dipakai untuk kerja. Jadi pas dipakai kerja, miner dimatikan. Dinyalakan full jika sudah malam hari pas waktu ditinggal tidur. Waktu 3 hari juga kepotong dengan berbagai riset dan uji coba beberapa software. Jadi, pokoknya seru deh selama 3 hari itu.

Baca juga Dasar Hukum Peraturan Mata Uang Kripto sebagai Aset Investasi di Indonesia

Di dashboard tersebut, kelihatan bahwa dari 3 laptop saya dapat 3,123 kh/s, ini adalah speed hashrate dalam kilo ya. Jumlah itu merupakan gabungan dari 3 laptop. Detail hashrate tiap-tiap laptop seperti di bawah ini:

Tampilan masing-masing laptop dengan hashratenya.

Terlihat ada 3 laptop. Saya menggunaakn HP dan Dell untuk Windows dengan prosesor i7. Sedangkan Macbook menggunakan prosesor i5. Hashrate Macbook Air jauh lebih kecil dibanding Windows i7.

Bahkan, Macbook selalu menghasilkan Expired Shares yang kemungkinan terjadi karena overclock. Saya sudah berkali-kali coba setting berbeda untuk Macbook, bahkan sampai mencoba beberapa software, tetap saja ada expired shares. Expired shares ini nantinya tidak akan dihitung, jadi kita rugi karena laptop sudah bekerja keras tapi gak dihitung.

Baca juga Wow! Bitcoin Meroket Sentuh Harga Tertinggi dalam Sejarah di 48.000 Dollar AS

Eksperimen yang bikin deg-degan adalah menggunakan VPS. Karena apa? Ya karena saya harus beli vps nya. Tapi saya beli vps dengan harga yang terjangkau saja hanya ratusan ribu per bulan.

Ini cuplikan dashboard untuk VPS:

Menambang Monero dengan XMRIG

Terlihat bahwa vps saya menghasilkan hashrate 1,347 kh/s, ini dalam kilo ya atau satu koma 3 sekian. Kalau dalam h/s menjadi 1347 h/s.

Selama 24 jam, saya menghasilkan 0,000698 XMR atau setara dengan Rp 2.904. Ooo iya, utk VPS, saya masih menggunakan software XMRIG. Rencananya akan saya ganti dengn XMR Stak RX sebagai perbandingan.

Saya belum bisa menyimpulkan mana software yang terbaik, tapi XMR Stak Rx kemungkinan lebih stabil. Kita akan lihat datanya beberapa hari kemudian.

Untuk VPS saya baru punya 1 vps. Jika hasil mining bisa menutupi biaya langganan VPS, maka saya bisa beli vps lagi. Tinggal beli dan pasang software. Tak perlu ribet dengan internet, listrik, dan di mana pun kita berada vps selalu bekerja untuk kita.

Demikian cuplikan eksperimen ini, disusun bukan untuk review tapi untuk mengantarkan review yang akan saya buat beberapa hari ke depan.

Pe-er saya yang akan saya kerjakan:

Apa itu Monero (XMR) dan bagaimana masa depannya?

Bagaimana cara menambang Monero?

Mengapa menambang Monero kok bukan Bitcoin?

Bagaimana cara install dan menjalankan software miner untuk Monero di laptop rumahan maupun di vps?

Apakah menambang kripto di laptop rumahan dan vps masih menguntungkan?

Apakah menambang Monero dengan hanya mengandalkan pada kemampuan CPU bisa menguntungkan?

Lebih bagus mana software miner XMRIG vs XMR Stak Rx?

Software XMRIG, Pool: Minexmr
loading...