Moto X, Gadget Eksperimen Google Untuk Mengimbangi Samsung dan Apple

Share Article


Brand Motorola yang kini dimiliki Google mengumumkan rilis gadget baru berupa telepon genggam yang dinilai menjadi pertaruhan dua brand Motorola dan Google untuk test kekuatan mereka di pasar. Dalam Moto X, benar-benar cita rasanya dibesut dan disupervisi Google baik dari sisi teknologi maupun desainnya.

“Always listening” menjadi salah satu tagline gadget ini karena memiliki kemampuan eksekusi perintah melalui suara pengguna. Telepon genggam ini akan diproduksi di Amerika Serikat dan pengguna nantinya akan diberi keleluasaan untuk mengkostumisasi banyak pilihan, seperti warna.

Produk ini adalah yang pertama kalinya digarap Google setelah mengambil alih Motorola tahun lalu. Gadget baru ini akan bersaing melawan produk Samsing dan Apple. Sengaja diproduksi di Amerika Serikat karena dari sisi marketing akan dibranding sebagai “Made in USA”.

Francisco Jeronimo, analis IDC, seperti dikutip BBC, mengatakan bahwa gadget ini akan menawarkan pola interaksi baru dan akan mengubah perilaku pengguna telepon genggam selama ini. “Cara berinteraksi dengan telepon, cara berbicara, cara mengaktifkan fungsi, itu semua bisa dilakukan dengan cara yang berbeda,” katanya.

“Pengguna memiliki layar lebar, mereka memiliki kontrol dengan suara, jadi inilah yang akan menarik minat para pengguna, menggantikan pengalaman menggunakan telepon pintar selama ini. Dalam pandangan saya, inilah tren terbesar pada tahun depan,” kata Jeronimo.

Perintah suara membutuhkan interaksi baru berupa menekan sebuah tombol oleh penggunanya sebelum mengatakan sesuatu. Sistem ini dipicu dengan mengatakan “OK Google Now…” diikuti dengan perintah suara pengguna selanjutnya. Perintah suara, menurut Jeronimo, akan lebih memudahkan penggunanya untuk mengontrol gadgetnya. Maka, hal yang menarik untuk Moto X bagi Jeronimo adalah, “Ini bukan soal hardwarenya, tapi soal user interface-nya,” katanya.

Hubungan Google dan Samsung
BBC membuat analisis menarik soal hubungan Samsung dan Google dengan rencana ini. Google akhirnya bermain dalam produksi hardware, yang selama ini seolah ia cegah dan membiarkan produsen lain seperti Samsung untuk mengambil banyak keuntungan dari rilis sistem operasi Android buatan Google.

Terkesan hanya Samsung yang mendominasi keuntungan terkait kehadiran Android. Namun, sebenarnya Google juga mengambil keuntungan dengan boomingnya aktivitas internet menggunakan berbagai perangkat, yang diharapkan bisa meningkatkan pendapatan Google dari bisnis iklan online.

Samsung telah memproduksi 60 persen dari total gadget berbasis Android di dunia. Jeronimo mengatakan, baik Samsung maupun Google sama-sama saling bergantung. “Yang membuat Android populer bukan sekadar sistem operasinya, tapi juga bagaimana Samsung menanamkan uangnya pada device mereka,” kata Jeronimo.

Samsung memang tak pernah menyatakan akan meninggalkan Google Android. Namun, pergerakan Samsung yang sempat menggelar acara konferensi para pengembang software, bisa dimaknai adanya kesadaran Samsung untuk terbuka mencari peluang adanya sistem operasi lain selain Android.

Di sisi lain, Jeronimo yakin, kehadiran Moto X ini juga bisa dimaknai adanya persiapan antisipasi dari Google jika sewaktu-waktu Samsung meninggalkan Google. Dalam jangka pendek ini, bagi Google, cara ini ditempuh agar Motorola tidak segera mati melainkan agar bisa segera menghaslkan keuntungan sesegera mungkin. (adm)

loading...

Leave a Reply