Ketua Hakim Tak Puas Dengan Jawaban Djoko Susilo Soal Verifikasi BNI

Share Article
Credit Photo: Kilasfoto.com

Terdakwa Irjen Djoko Susilo berkelit bahwa tak ada verifikasi dari pihak BNI ke dirinya terkait proyek di Korlantas Polri. Para pegawai tersebut datang ke dirinya hanya untuk meminta perpanjangan SIM A.

Kontan saja penjelasan Djoko ini mengundang tanda tanya dari Ketua Majelis Hakim Suhartoyo yang memimpin sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Kamis (1/8). Logika penjelasan Djoko juga diuji betul oleh Suhartoyo ketika menjelaskan soal kunjungan pihak Bank BNI yang dalam dakwaan KPK merupakan proses verifikasi yang dilakukan BNI terhadap proyek di Korlantas Polri.

Dalam dakwaan, BNI Jakarta Gunung Sahari melakukan verifikasi ke Djoko sebelum mencairkan kredit modal kerja (KMK) Rp 100 miliar untuk perusahaan PT Citra Mandiri Metalindo, perusahaan milik Budi Susanto. Hal yang ganjil, kredit itu sudah diajukan akhir 2010 untuk proyek tahun anggaran 2011 di Korlantas Polri.

Djoko menjelaskan, dirinya memang didatangi orang BNI namun bukan untuk verifikasi melainkan orang BNI tersebut ingin memperpanjang masa berlaku Surat Izin Mengemudi (SIM) A. “Itu tidak nalar juga, pegawai bank mau buat SIAM A harus kontak Kepala Korlantas,” sergah Suhartoyo.

“Kami saja yang hakim takut kok Pak, terlalu tinggi ke Kakor hanya untuk minta SIM A. Artinya logika seperti itu tidak nyambung, tapi silakan saja kalau nyaman dengan keterangan itu,” kata Suhartoyo.

Yang tidak logis lagi, pegawai bank yang datang dua kali berturut-turut dengan alasan yang sama yaitu perpanjangan SIM. “Lha iya, cari SIM kok pas tanggal habisnya bareng. Padahal di tempat Bapak bukan tempat cari SIM kan?” kata Suhartoyo.

“Karena menganggap orang VIP, maka dikasihlah fasilitas itu,” kata Djoko. “Ya, itulah yang dipertanyakan, kenapa kok sudah ada tempatnya ngurus SIM tapi kok datang ke Kakorlantas, ada apa? Kepentingannya apa?” kejar Suhartoyo.

“Kami tidak pernah menerima khusus pegawai BNI untuk verifikasi. Kalau khusus simulator itu tidak ada pembicaraan, tapi kalau menanyakan perkembangan busway, perkemb situasi terkini di jakarta itu memang ada,” papar Djoko.

“Ya makin tak beralasan, dia pegawai bank, datang kemudian bertanya soal program Kakorlantas, yang notabene bukan level dia,” tandas Suhartoyo. (adm)

loading...

Leave a Reply