Kamus Bahasa Jawa – Bahasa Indonesia – Kata Berawalan Huruf B

Share Article
Translate terjemahan - Kamus Bahasa Jawa - Bahasa Indonesia. Kosakata awalan huruf A. Foto: Endonesia.com
Translate terjemahan – Kamus Bahasa Jawa – Bahasa Indonesia. Kosakata awalan huruf B. Foto: Endonesia.com

ENDONESIA.com – Bagi kamu yang sedang belajar Bahasa Jawa, simak kamus Bahasa Jawa – Bahasa Indonesia ini biar tambah pengetahuan dengan kosakata-kosakata sehari-hari. Biar translate atau terjemahan Bahasa Jawa ke Bahasa Indonesia kamu semakin lancar.

Kamus Bahasa Jawa ke Bahasa Indonesia di bawah ini hanya memuat kosakata berawalan huruf B. Bagi kamu yang pingin membaca kamus Bahasa Jawa – Indonesia dengan kosakata berawalan huruf A, klik Kamus Bahasa Jawa – Bahasa Indonesia- Awalan Huruf A.

Agar bahasa Jawa kamu lancar, simak pula panduan lainnya yaitu Translate Terjemahan Bahasa Jawa, Bahasa Halus Krama Inggil dan Ngoko ke Indonesia.

Nah, sekarang simak terjemahan Bahasa Jawa – Indonesia di bawah ini:

Terjemahan Kosakata Kamus Bahasa Jawa ke Bahasa Indonesia – Kata Berawalan Huruf B

Katrangan (Keterangan)

(t.a.) = tembung aran = kata benda
(t.g.) = tembung ganti = kata ganti
(t.k.) = tembung kriya = kata kerja
(t.kr.) = tembung katrangan = kata keadaan
(t.pw.) = tembung panguwuh = kata seru
(t.pr.) = tembung pangarep = kata depan
(t.py.) = tembung panyambung = kata sambung
(t.s.) = tembung sipat = kata sifat
(t.sd.) = tembung sandhangan = kata sandang
(t.w.) = tembung wilangan = kata bilangan
(K) Krama

B
bab (t.a.) bab, hal, mengenai
babad (t.a.) cerita sejarah
babagan (tsb) tentang
babah: biar
babak-bundhas (t.s.) babak-belur
babal (t.a.) putik buah nangka, buah nangka yang masih bayi
babar (t.s.) menjadi banyak
babaran (t.k.) bersalin, melahirkan
babat (t.a.) bagian dalam usus sapi
babat (t.k.) tebang, tebas; mbabat suket: memotong rumput
babi: babi
babit (t.k.) mengayunkan benda dengan menahan ujungnya
bablas: terus, lewat
babon (t.a.) induk, induk ayam
babu (t.a.) perempuan pembantu
babut (t.a.) permadani
bacem (t.k.) peram; dimasak dengan bumbu tertentu; makan yang diasamkan
bacin (t.s.) bau bangkai
bacok/bacokan: berkelahi dengan senjata tajam
bacut (t.k.) lanjut, masuk, kebacut: kebablasan
badan (t.a.) diri
badhe (K): akan; menebak
badheg (t.s.) bau busuk
badhug (t.a.) tembok rendah untuk meletakkan sesuatu
badhèk (t.a.) air tapai
badhé (t.k.) tebak
badhé (tsb) akan
bagaskara (t.a.) matahari
bagus (t.s.) tampan
bahu (t.a.) 100 m2
bahu (t.a.) bahu; tenaga
bahureksa (t.a.) penguasa
bajang (t.s.) kerdil
bajigur: sejenis minuman pengahangat badan yang mengandung jahe, kacang, roti yang dirajang
bajigur: umpatan orang dari Yogya yang mungkin digunakan untuk menghindari kata ‘bajingan’
bajing (t.a.) tupai
bajingan: bajingan (penjahat), sopir gerobak
bajul (t.a.) buaya
bakal (t.a.) bahan pakaian
bakal (tsb) akan; kain
bakar (t.k.) bakar
bakda (t.kr.) setelah
bakul (t.a.) pedagang, penjual
bal: bola
bala: pihak, teman, pasukan
balak: sial
balang (t.k.) lempar
bali (t.k.) pulang, kembali; sejenis sayur kuah
balung (t.a.) tulang
balèn (t.k.) rujuk
balé (t.a.) rumah/bangunan
bamban: permulaan pekerjaan
ban: ban
banaspati (t.a.) hantu berbentuk api
banci: nama salah satu alat tukang kayu
banda (t.k.) mengikat kedua tangan ke belakang
bandan (t.a.) tawanan
bandar (t.a.) agen besar, cukong; botoh, pengumpul taruhan dalam perjudian
bandar (t.a.) pelabuhan
bandayuda (t.k.) berperang
bandha (t.a.) harta, kekayaan
bandhang: besar (banjir bandhang)
bandhang: terbawa, ikut (merpati yang berhasil mengajak merpati lain untuk mengikuti)
bandhem: palu besar
bandhil: pelontar
bandhit: pencoleng
bandhot: kambing yang sudah tua
bandhul (t.a.) bandul, pemberat
banger (t.s.) bau busuk (misalnya dari air keruh)
banget (t.kr.) sangat
bangga (t.k.) meronta
bangir (t.s.) mancung
bangka (t.k.) mati (kasar)
bangku (t.a.) bangku
bangkèkan (t.a.) pinggang
bangkèlan (t.a.) buntalan besar
bangké (t.a.) bangkai
bangsa (t.a.) bangsa
banjar: baris
banjir: banjir
banjur: terus, kemudian
banon (t.a.) batu bata
bantah (t.a.) bantah
bantal (t.a.) bantal
bantala (t.a.) tanah
bantaran (kali): pinggir sungai
bantat: keras (untuk kue misalnya apem, yang kurang bagus memasaknya)
banting (t.k.) banting
banyak (t.s.) angsa
banyu (t.a.) air; banyu-mili: berkesinambungan (e.g rejekine kaya banyu mili: rejekinya terus berdatangan)
bapa (t.a.) bapa/ayah
bapang (t.a.) parit/genangan air
bar (t.kr.) selesai
barang (t.a.) barang
barang (t.a.) pertunjukan kesenian berkeliling
barat (t.a.) angin
barep (t.s.) sulung
baris (t.k.) baris
baruna (t.a.) dewa lautan
barung (t.s.) besar; utama
barès (t.s.) terus terang
baskara (t.a.) matahari
baskom: tempat air
bata (t.a.) bata
batang (t.k.) tebak
bathang (t.a.) bangkai; mbathang: terlentang
bathara (t.sd.) sebutan untuk dewa
bathari (t.sd.) sebutan untuk dewi
bathi (t.a.) laba, keuntungan; mbathi: memperoleh keuntungan dengan cara tidak jujur
bathok (t.a.) tempurung (kelapa)
bathuk (t.a.) dahi
batih (t.a.) keluarga
batur: teman, pembantu
baut (t.s.) pintar; trampil
bawa (t.a.) pembukaan gending
bawang lanang (t.a.) bawang berumbi tunggal
bawang (t.a.) bawang
bawera: luas, lapang
bawèl (t.s.) nyinyir
bawéra (t.s.) subur (untuk lahan)
baya (t.a.) buaya
bayan (t.a.) petugas keamanan desa
bayar (t.k.) bayar
bayem (t.a.) bayam
bayi (t.a.) bayi
bayu (t.a.) angin
bayèn (t.k.) melahirkan
bebana (t.a.) permintaan sebagai syarat
bebandan (t.a.) tawanan
bebasan (tsb) seperti; layaknya
bebaya (t.a.) bahaya
bebayu (t.a.) otot
bebed (t.a.) kain panjang yang dipakai pria
bebedhag (t.k.) berburu
bebendhu (t.a.) hukuman
bebet: jarik, kain (batik)
bebrayan (t.k.) berkeluarga
bebucal (t.k.) berhajat besar
bebudhen (t.a.) kepribadian
bebungah (t.a.) hadiah
bebuwang (t.k.) berhajat besar
becik (t.s.) baik
becus (t.s.) mampu
bedaya (t.a.) tarian sakral yang menjadi ciri khas keraton
bedhal (mbedhal): berontak, melawan
bedhat: rusak karena akitannya tidak kuat
bedhidhing (t.a.) udara dingin di musim kemarau
bedhigasan (t.s.) tingkahnya tidak karuan; tidak bisa diam
bedhil: senapan; mbedhil: menembak
begawan (t.a.) pendeta
begundhal (t.a.) kaki-tangan
beja (t.s.) beruntung
beja/begja: untung/bahagia
bejat (t.s.) rusak
bekasakan (t.a.) hantu hutan
beksa (t.a.) tari
beksan (t.a.) tarian
bekti (t.a.) bakti
belang (ta, ts) belang
belik (t.a.) sumber air
beling (t.a.) kaca
belèk (t.k.) iris sepanjang garis tengah
bena (ta, ts) banjir
bendara (t.a.) majikan
bendha (t.a.) nama pohon
bendhel (t.a.) ikatan
bendho (t.a.) alat pemotong (sejenis celurit)
bendhol (t.a.) bengkak
bendhé (t.a.) gong kecil
bener (t.kr.) benar
bener: betul, benar; bebener: kebenaran; kebeneran: kebetulan
bengawan (t.a.) sungai, sungai besar
bengep (t.s.) sembab, lebam di wajah
bengi (t.a.) malam
bengkah: retak
bengkak: ikatan, seikat …..
bengkok (t.a.) tanah yang hak garapnya diberikan kepada lurah sebagai bagian dari fasilitas jabatan
bengkong: bengkok
bengèk: asma
benik (t.a.) kancing baju
bening (t.s.) jernih
benjut (t.s.) memar, menjadi empuk karena tekanan/hantaman
benthik: bentur, bertengkar, berselisih
benthèt: retak
bentur: tumbur
bentus: tumbur, terantuk
berak: genbira
beras (t.a.) beras
berèt (t.s.) tergores
besar (t.a.) nama bulan dalam kalender jawa
besmi (t.k.) bakar
besus (t.s.) pandai; trampil
besèt (t.s.) sayat
beta (t.k.) bawa
betah (t.k.) butuh
betah (t.kr.) betah; enggan pergi
bethèk (t.a.) pintu pagar
beton (t.a.) biji nangka
beya (t.a.) biaya
binarung (t.kr.) seiring; diiringi
bindheng: sengau
bingar (t.s.) ceria
bingar: cerah, ceria
binggel (t.a.) gelang kaki
bingget (t.a.) tanda dikulit akbiat jepitan atau lilitan yang ketat
bintul: bentol kecil kemerahan pada kulit
biyèn (t.kr.) dahulu
biyung (t.kr.) ibu
blaka (t.k.) berterus terang
blakrak: bepergian tanpa ada manfaatnya (bahasa kasar)
blalak-blalak (t.s.) membeliak; besar (untuk mata)
blanak (t.a.) jenis ikan
blandhong: penebang/pedagang kayu
blangkemen: tidak bisa bicara mendadak dan sesaat
blarak (t.a.) daun kelapa kering; mblarak sempal: lenggang tangan yang gemulai dari seorang wanita ketika berjalan
blasuk: keblasuk; tersesat
blatèr (t.s.) ramah; mudah bergaul
bledhèg (t.a.) guntur, bunyi setelah kilat halilintar
bledhèh (t.k.) terbuka kancingnya (untuk baju)
blereng (t.s.) tidak nampak jelas; kabur
blesek (t.k.) membenamkan ke dalam tumpukan
blirik (t.s.) bergaris-garis; berbintik kecil (mis. panci, ayam)
bloloken (t.kr.) silau
blondho (t.a.) endapan yang dihasilkan dalam pembuatan minyak kelapa
blorok (t.s.) bintik-bintik pada bulu ayam; bulunya berbintik hitam putih (untuk ayam betina)
bludak (mbludak): tumpah
bluluk (t.a.) buah kelapa yang masih sebesar telur; kelapa yang mulai tumbuh menjadi cengkir (lihat ‘cengkir’)
blumbang: kolam
blusuk: nyungsep, blusak-blusuk/blusukan: keluar masuk (kampung)
blèdru (t.kr.) salah pilih/tertukar karena mirip
bléncong (t.a.) lampu minyak untuk penerangan dalam pagelaran wayang kulit; lampu obor dengan bahan bakar minyak goreng untuk penerangan pada pertunjukan wayang kulit, sebagai simbol matahari
bléndrang (t.a.) sisa masakan bersantan yeng sudah dipanaskan berkali-kali
bobok: kulit makanan gorengan, obat luar herbal tradisional
bocah (t.a.) anak
bodho (t.s.) bodoh
bodong (t.s.) pusar yang menonjol keluar; pusar yang panjangnya lebih dari normal
boga (t.a.) pangan
bojo (t.a.) suami/isteri
bokong (t.a.) pantat
bokor (t.a.) mangkuk besar
bolong (t.s.) berlubang
bolot (t.a.) daki; mbolot: membersihkan daki
bonang (t.a.) alat musik pukul, bagian dari gamelan
bong (t.a.) makam Tionghoa
bong (t.a.) tukang khitan
bong (t.k.) bakar
borok (t.a.) luka lama; penyakit kulit di kepala, borok; mborok: menjadi borok
bosen: bosan; mboseni: menjemukan
bosok: busuk
bothak: bagian dari kepala yang tidak di tumbuhi rambut
bothok: nama sejenis masakan sayur
boyong (t.k.) pindah
brabak (t.k.) berubah merah (wajah)
brahala (t.a.) raksasa sebesar gunung; berhala; masalah besar
brahmana (t.a.) pendeta
bramantya (ts, ta) marah, kemarahan
brambang (t.a.) bawang merah
brangasn (t.s.) mudah marah
brangkang (mbrangkang): merangkak
branta (t.a.) asmara
brastha (t.k.) tumpas, berantas
brengkal: membalik timbunan
brengos: kumis
brindhil (t.s.) habis jarena dicabuti
brobos (t.k.) masuk melalui celah atau kolong
brodhol (t.s.) terlepas ikatannya
brojol (t.k.) keluar sebelum waktunya; keluar dari bungkusan
bronggal/bronggalan: bongkah(an)
brongkos (t.a.) nama masakan
brongkos: sejenis sayur dengan bumbu utama kluwak
brongsong: membungkus buah-buahan di pohonnya supaya tidak diserang ulat
brudhul (t.k.) keluar berama-ramai/berbarengan
brukut (t.s.) terbungkus rapat
brutu (t.a.) tunggir ayam; kelenjar lemak pada unggas letaknya di atas dubur
bréwok (t.a.) bercambang
bubar (t.s.) bubar; selesai
bubrah: rusak
bubuk: bubuk, tidur (untuk anak-anak)
bubul (t.a.) semacam bisul di telapak kaki
bubur (t.a.) bubur
bubut (t.k.) mencabuti
buda (t.a.) rabu
budeg (t.s.) tuli
budeng (t.a.) kera hitam
budhal: berangkat
budheg: tuli
budhug: penyakit kulit
bujana (t.a.) hidangan
bujel (t.s.) tumpul
bulak (t.a.) daerah terbuka/padang
bulak (t.s.) pudar warnanya
bulan (t.a.) bulan
buluken: berjamur, kotor sekali
bumbu (t.a.) bumbu; rempah-rempah
bumbung (t.a.) tempat berbentuk pipa besar atau terbuat dari bambu; tabung (dari seruas bambu)
bumpet (t.s.) tersumbat
bunder (t.s.) bundar, bulat
bundhas (t.s.) melecet (cedera); babak-bundhas: banyak luka
bundhel (t.s.) ujungnya membulat
bundhet (t.s.) diberi ikatan mati pada ujungnya (mis. benang); kusut (misalnya benang)
bung (t.a.) rebung
bungah (t.s.) bahagia, senang hati, gembira; mbungahi: gembira berlebihan
bungkem (t.k.) diam; tidak mau mengatakan apa-apa
bungkik (t.s.) kerdil
bungkil (t.a.) ampas minyak kacang
bungkuk: bongkok
bungkus (t.a.) bungkus
bunglon: binatang sejenis tokek yang pandai menyesuaikan warna tubuhnya dengan sekelilingnya untuk perlindungan diri
bungur (t.a.) nama tanaman
buntel (t.k.) bungkus
buntet (t.s.) buntu; tidak berongga
buntil (t.a.) masakan terbuat dari kelapa muda, ikan teri dan daun keladi sebagai pembungkus
buntu (t.s.) buntu
buntu: tidak tembus
buntung (tsa) hilang/patah bagian ujungnya
buntut: ekor
burek (t.s.) legap
bureng (t.s.) tidak jelas terlihat
buri (t.kr.) belakang
burik (t.s.) bopeng
buru (t.k.) kejar
buruh (t.a.) bekerja untuk orang lain
busana (t.a.) (K): pakaian
busana (t.k.) (K) berpakaian
buthak (t.s.) botak
buthek: keruh
buthuk (t.s.) membusuk (untuk ikan)
butut: jelek karena sudah dimakan umur
buwang (t.k.) buang
buyut (t.a.) cicit
buyuten (t.s.) bagian tubuhnya bergerak-gerak tidak terkendali karena ketuaan
bèbèk (t.a.) itik
bèlèk (t.a.) kotoran mata
bèn: biar
bènten (K): beda
bèrèng (t.a.) luka di sudut bibir
bèsèr (t.s.) sebentar-sebentar kencing
béda (t.k.) goda
béda (t.s.) berbeda
bédhah (t.s.) terbuka paksa
béka (t.k.) meronta
béncong: banci
bésan: orang tua dari menantu

Sumber: Wiktionary.org

Baca juga: Raymond Sapoen, Capres Suriname yang Berbahasa Jawa asal Banyumas

Leave a Reply