Headline Kompas: KPK Tangkap Ketua MK

Share Article

Kamis (3/10) pagi ini kita dikejutkan dengan pemberitaan dari koran Kompas. Di halaman 1, Kompas memajang headline besar tentang penangkapan Ketua MK oleh KPK. KPK selama ini diperkirakan enggan mengusik MK karena beberapa putusan MK harus diakui memperkuat KPK. Namun, anggapan itu akhirnya runtuh dengan kejadian semalam.

Berikut berita yang dimuat di Kompas cetak. Saya yakin, edisi Kompas cetak hari ini akan banyak dicari karena tak banyak koren yang bisa mendapatkan berita menjelang tengah malam ini. Jadi, silakan buruan hunting koran Kompas hari ini. (*)

*************

Komisi Pemberantasan Korupsi menangkap tangan Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar, anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi Partai Golkar, Chairun Nisa, Bupati Gunung Mas, Kalimantan Tengah, Hambit Bintih, serta pengusaha berinisial DH dan CN, Rabu (2/10), sekitar pukul 22.00.
KPK juga menyita sejumlah uang dalam mata uang dollar Singapura, yang setara Rp 2 miliar-Rp 3 miliar.

Akil, Chairun Nisa, dan CN ditangkap di rumah Akil di Jalan Widya Chandra III Nomor 7, Jakarta. Penangkapan dilakukan setelah penyerahan uang dari Chairun Nisa dan CN kepada Akil Mochtar.

Setelah itu, penyidik juga menangkap Hambit dan DH di sebuah hotel di Jakarta Pusat.

”Ini diduga terkait pilkada di Kalimantan,” kata Juru Bicara KPK Johan Budi SP. Hari Rabu merupakan sidang terakhir perkara Gunung Mas di MK.

Kelima orang itu langsung dibawa petugas ke Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta. Mereka langsung diperiksa petugas KPK untuk memastikan status hukumnya.

KPK memiliki waktu 1 x 24 jam sejak menangkap kelima orang itu untuk memastikan status hukum mereka, apakah dapat dijadikan tersangka atau tidak.

Ruang Akil Mochtar di Lantai XV Gedung MK, sekitar pukul 23.00, langsung dipasangi garis pengaman oleh KPK.

Operasi tangkap tangan KPK sempat terendus sejak Selasa malam. Sejumlah mobil yang membawa petugas KPK berangkat dari Gedung KPK sejak Rabu pukul 01.30. Mobil-mobil itu baru kembali membawa para petugas KPK setelah mengamankan target operasi tangkap tangan tersebut ke pelataran Gedung KPK, Rabu sekitar pukul 22.00.

Ada sekitar lima mobil yang langsung masuk ke basement Gedung KPK. Di salah satu mobil, petugas KPK tampak membawa seorang lelaki yang berperawakan sedang dan bergelang batu giok warna hijau. Sebelumnya, mobil-mobil lainnya telah masuk terlebih dahulu ke dalam basement Gedung KPK.

Juru Bicara KPK Johan Budi SP membenarkan bahwa KPK memang melakukan operasi tangkap tangan. Namun, Johan belum dapat memastikan identitas mereka. Ia hanya menyatakan ada lima orang yang ditangkap KPK pada Rabu malam kemarin itu.

Wakil Ketua MK Hamdan Zoelva, saat dikonfirmasi sekitar pukul 23.35, mengaku sangat terkejut. ”Ini saya baru bangun tidur dan sangat-sangat terkejut. Saya sama sekali tidak ada pikiran, apa yang sesungguhnya sedang terjadi,” ujarnya.

Informasi yang dihimpun Kompas, penangkapan ini diduga terkait dengan pemilihan kepala daerah.

Sekitar pukul 19.00, di media center MK, Akil juga masih bercerita soal putusan Pilkada Kota Tangerang, soal Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu, serta bercanda dengan wartawan. Sekitar pukul 20.00, Akil meninggalkan Gedung MK.

Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Hajriyanto Y Thohari dari Fraksi Partai Golkar ketika dikonfirmasi soal ini juga mengaku sangat terkejut.

Wakil Ketua DPR dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Pramono Anung sangat menyesalkan kejadian ini.

”Kita gusar dengan kejadian ini. Lembaga tinggi negara yang seharusnya jadi panutan kalau betul benar ditangkap tangan,” kata Pramono.

Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Bidang Hukum Albert Hasibuan mengatakan bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sudah dilapori masalah ini. Presiden menyatakan kaget dan menyayangkan kasus ini.

”Ini tragedi di bidang hukum,” kata Albert.

Sementara itu, suasana di Gedung MK semalam terasa mencekam. Menurut Kepala Biro Humas dan Protokol MK Budi Achmad, para hakim MK langsung berkumpul dan melakukan rapat di Lantai XIV Gedung MK. (bil/ana/why/k01/k08/ilo/sut/nwo)

Sumber: Harian Kompas, Edisi Kamis (3/10), Hal: 1

loading...

Leave a Reply