Fathanah Sering Bantu “Amankan” Lelang di Kementan

Share Article
Photo: Kilasfoto.com

Sidang Ahmad Fathanah, terdakwa penyuapan pengurusan kuota impor daging sapi, pada Senin (26/8/2013) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, memaparkan sepak terjang Fathanah di Kementerian Pertanian yang sudah beberapa kali terbukti membantu memenangkan lelang. Dalam memperkenalkan diri, Fathanah mengaku memiliki hubungan dekat dengan para pejabat di Kementan.

Sidang lanjutan kemarin mendengarkan keterangan para saksi yaitu Deni Adiningrat (pemilik PT Radina dan suami makelar pengajuan kuota impor daging Elda Devianne Adiningrat), Achmad Rozi (pengacara Fathanah), Ahmad Zaky (sekretaris Luthfi Hasan Ishaaq yang juga anggota Partai Keadilan Sejahtera di departemen pengembangan usaha), dan Sahrudin (sopir Ahmad Fathanah).

Deni mengaku mengenal Fathanah sejak Maret 2012 ketika sedang mengikuti lelang benih kopi di Kementan. Sebagai pengusaha di bidang benih, ia kemudian diperkenalkan oleh seseorang bernama Salman kepada Fathanah yang juga mengaku pengusaha pertanian.

“Ahmad Fathanah mengaku punya hubungan ke orang-orang pejabat di Kementan,” kata Deni. Dejak perkenalan itu, Deni kemudian sering bertemu Fathanah. Ia meminta bantuan kepada Fathanah untuk “mengamankan” lelang yang ia ikuti.

Lelang benih kopi itu pun akhirnya dimenangkan Deni dan Fathanah mendapat uang komisi Rp 200 juta. “Waktu ikut lelang benih jagung juga minta tolong Fathanah dan berhasil. Saya beri komisi Rp 300 juta,” kata Deni.

Karena itu, ketika istrinya, Elda Devianne Adiningrat, menginformasikan soal peluang impor daging sapi, Deni yang merasa tak punya pengalaman di bidang daging merekomendasikan nama Fathanah kepada istrinya. ” Karena terkait Kementan maka saya rekomendasikan coba hubungi Ahmadh Fathanah saja,” kata Deni menirukan ucapannya kepada istrinya.

Bahas fee
Saksi lain, Ahmad Zaky, mengaku pernah dikontak Fathanah yang saat itu membahas soal fee atau komisi jika pengajuan kuota impor daging berhasil disetujui Kementan. Fathanah bercerita dia akan mendapatkan fee Rp 5.000 per kilogram dengan total kuota 8.000 ton.

“Karena Ahmad Fatnahah suka heboh, sekalian saja saya katakan kenapa tidak minta 10.000 ton saja. Hakim I Made Hendra Kusuma mempertanyakan posisi Zaky, apakah sering mengurusi impor daging sapi sampai-sampai dilapori Fathanah soal impor daging sapi.

Saya sering mengamati berita saja. Tiba-tiba beliau (Fathanah) bicara daging, ini ada jatah kuota daging sapi,” kata Zaky. Zaku juga mengaku pernah ditawari komisi Rp 1.000 per kilogram jika Fathanah berhasil mendapatkan kuota impor daging.

Saya dikabari Ahmad Fathanah jika akan dapat fee Rp 3.000 per kg utk 500 ton jika berhasil. Saya dijanjikan dapat fee Rp 1.000 per kg, tapi akhirnya kuota tersebut tidak didapatkan,” kata Zaky. (adm)

Leave a Reply