Dag-Dig-Dug Menunggu Sidang Djoko

Share Article
Credit Photo: Kilasfoto.com

Sidang Irjen Djoko Susilo yang didakwa terlibat dalam dugaan korupsi pengadaan simulator berkendara di Korps Lalu Lintas Polri, tampaknya sudah terlewati klimaksnya. Klimaks tertinggi teernyata telah terlewati dengan kesaksian berani Komisaris Legimo yang melawan mantan bosnya itu.

Kesaksian orang yang dinanti-nanti di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, waktu itu, yaitu pemenang tender simulator berkendara Budi Susanto (Direktur PT Citra Mandiri Metalindo), justru berakhir datar karena ia membantah keterlibatan Djoko. Ia lebih menunjukkan kemarahannya kepada mantan mitranya, Sukotjo Bambang, yang dianggap membawa kabur uangnya.

Setelah itu, sidang Djoko berangsur turun tensinya. Apalagi ketika memasuki pembuktian tindak pidana pencucian uang (TPPU), berpekan-pekan dihadirkan saksi dari notaris, pengembang rumah, dan penjual rumah. Para saksi itu memang penting untuk mengkonfirmasi dakwaan TPPU, namun tak ada kejutan berarti dalam sidang-sidang tersebut.

Kini, satu-satunya saksi yang masih ditunggu-tunggu adalah para istri terdakwa yaitu Suratmi, Mahdiana, dan Dipta Anindita. Juga, anak-anak Djoko seperti Eva Susilo dan Poppy Femialya.

Ketiga istri anak-anak Djoko diduga dijadikan sarana untuk menyembunyikan atau menyamarkan harta Djoko dengan berbagai transaksi pembelian rumah dan tanah dengan total harga belasan hingga puluhan miliar rupiah.

“Kapan Dipta Anindita dipanggil menjadi saksi, Pak?” celetuk seorang pengunjung sidang kepada seorang jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi usai mengikuti sidang Djoko.

Dari ketiga istri Djoko, nama yang sering diharapkan dihadirkan JPU KPK sebagai saksi adalah Dipta Anindita. Jaksa hanya tersenyum, belum ada sinyal apakah ada istri Djoko yang akan dihadirkan di sidang.

Para istri dan anak-anak Djoko memang masuk dalam daftar saksi dan mereka ada di dalam surat dakwaan terdakwa. Sebelum jaksa Kemas Abdul Roni benar-benar menjadwalkan para istri dan anak-anak untuk bersaksi, kubu penasehat hukum sudah menyampaikan keberatan jika mereka dihadirkan dalam sidang.

“Kalau soal untuk membuktikan bahwa dia istri terdakwa, kan terdakwa sudah mengakui kalau dia istrinya. Yang keberatan dihadirkan ke sidang itu terdakwa, bukan istrinya,” kata penasehat hukum Djoko, Juniver Girsang.

Berdasarkan Undang-Undang, orang-orang yang masih bertalian keluarga berhak menolak sebagai saksi.

“Bukan begitu Pak, istrinya terdakwa itu nanti juga berguna untuk mengkonfirmasi soal TPPU-nya,” kata Ketua Majelis Hakim, Suhartoyo dalam sebuah sidang. Sidang pada pekan ini, Suhartoyo juga kembali berkomentar soal penolakan Djoko terhadap rencana menghadirkan para istri Djoko.

“Kalau begitu, kenapa Bapak khawatir jika istri Bapak dihadirkan di sini. Harusnya itu Bapak pertimbangkan lagi,” kata Suhartoyo, menanggapi komenter Djoko Susilo soal rumah-rumah yang dibeli para istrinya benar-benar dari transaksi riil, bukan transaksi untuk menyembunyikan atau menyamarkan kekayaan Djoko.

Penjualan rumah dan tanah yang dilakukan para istri Djoko memang fantastis. Sidang sebelumnya, terungkap Mahdiana membeli 11 bidang tanah di Jakarta Selatan dengan nilai miliaran rupiah.

Dipta juga membeli beberapa rumah di Jakarta Selatan, satu rumahnya ada yang seharga Rp 14 miliar. Suratmi, istri tertuanya juga membeli beberapa rumah miliaran rupiah namun tak sefantastis dua istri lainnya.

Tak ada penjelasan yang gamblang mengapa Mas Dika, panggilan akrab lainnya Djoko Susilo, keberatan para istrinya dihadirkan dalam sidang. Namun, tanpa penjelasan Mas Dika, kita sudah bisa membayangkan bagaimana ramainya Pengadilan Tipikor, Jakarta, tak hanya oleh para wartawan namun juga para pekerja infotainment.

Tentunya, setiap pertanyaan JPU tak hanya membuat dag-dig-dug Djoko, tapi juga bagi para pengunjung sidang. Di negeri ini, kita seolah sudah maklum bahwa perkara “mengintip” privasi orang memang masih menjadi hal yang mendebarkan dan mengasyikkan. Kita percaya kepada majelis hakim dan JPU KPK, bahwa mereka akan konsisten bertanya terkait TPPU Djoko. (Amir Sodikin)

loading...

Leave a Reply