Cara Alami dan Terbaik Tingkatkan Warna Ikan Cupang Betta Agar Makin Cerah

Share Article
Ikan cupang atau betta fish (Anandarajkumar at the English Wikipedia, GFDL http://www.gnu.org/copyleft/fdl.html, via Wikimedia Commons)

ENDONESIA.com – Di era pandemi ini, memelihara ikan hias, salah satunya ikan cupang jenis Betta splendens, makin booming. Banyak yang kembali memelihara ikan cupang ini, baik sebagai hobi maupun sebagai bisnis.

Banyak pula yang serius budidaya ikan cupang atau budidaya ikan betta karena terbukanya kembali bisnis ikan hias. Tentu ini kabar baik untuk dunia ikan hias.

Nah, salah satu daya tarik ikan cupang atau ikan betta ini adalah warnanya yang cerah dan cemerlang. Makin cerah dan cemerlang, tentu harganya semakin mahal. Makin eksotik dan makin unik, semakin mahal ikan cupang tersebut.

Sebuah studi yang dilakukan oleh peneliti, membuktikan bahwa ternyata kecerahan warna ikan cupang ini bisa ditingkatkan dan dipertahankan kualitasnya dengan memberi pakan yang pas. Salah satu yang diuji adalah dengan pemberian pakan mikroalga warna merah

Tahukah kamu? Ternyata keindahan warna ikan cupang atau ikan betta ini dimunculkan pada periode-periode tertentu, khususnya pada saat menjelang musim kawin. Dukutip dari penelitian Mardya Syaifudin dkk yang diterbitkan di Journal of Aquaculture and Fish Health Vol 6 No.1, yang mengutip Budi dkk (2013), disebutkan bahwa kondisi lingkungan dengan intensitas pencahayaan yang tinggi akan membuat ikan semakin cerah serta ketersediaan nutrisi yang tepat pada pakan misalnya kandungan karotenoid.

Ikan cupang atau betta fish. (Vanessawitz, Public domain, via Wikimedia Commons)

Nah, biar gak penasaran hasil penelitiannya, berikut ini saya kutipkan ringkasan hasil penelitian yang dikutip dari abstrak penelitian.

“Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan mikroalga merah (P. cruentum) pada pakan terhadap kecerahan warna, dan kelulushidupan ikan cupang. Metode penelitian ini menggunakan rancangan Acak Lengkap (RAL) dan perlakuan yang dilakukan
dalam penelitian ini menggunakan perbedaan dosis P. cruentum yang berbeda yaitu menggunakan P0 sebagai kontrol dengan pemberian cacing darah, P1 dengan dosis P. cruentum 0%, P2 dosis P. cruentum 1%, P3 dosis P.
cruentum 3%, P4 dosis P. cruentum 5%. Kemudian dilakukan ulangan 4 kali. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan P. cruentum berpengaruh terhadap perubahan kecerahan warna ikan cupang. Perubahan kecerahan warna ikan cupang dilihat dari perubahan nilai hue (o). Penambahan P. cruentum tidak berpengaruh terhadap kelulushidupan. Penambahan dosis 1% P. cruentum pada pakan menghasilkan kecerahanwarna terbaik selama empat minggu yaitu 8.50, 15.50, 21.00, dan 27.50 sedangkan dosis 0% menghasilkan kecerahan warna terendah yaitu 0.00. Nilai kelulushidupan selama penelitian pada tiap perlakukan tidak berbeda nyata yaitu 100%.

Hasilnya kurang lebih pemberian pakan mikroalga merah memang mampu meningkatkan tingkat kecerahan warna ikan cupang atau betta fish.

Mengapa warna ikan cupang atau betta fish bisa berubah?

Ikan cupang atau betta fish (nicefishes, CC0, via Wikimedia Commons)

Tahukah kamu? Ternyata juga, warna pada ikan cupang atau ikan betta disebabkan oleh adanya sel pigmen atau chromatophore yang terdapat
pada dermis pada sisik, di luar maupun di dalam. Demikian Syaifudin dkk mengutip Subamia dkk (2013).

Nah, sekarang fokus pada pertanyaan utama, bagaimana cara mendapatkan warna cerah yang merata padan ikan? Bisa kah? Ternyata bisa. Salah satunya dilakukan dengan teknik manipulasi pigmen. Banyak usaha yang sudah dilakukan para pembudidaya ikan cupang atau ikan betta ini. Salah satunya dengan penambahan sumber pigmen ke dalam pakan.

Ikan Cupang atau Betta fish (ivabalk https://pixabay.com/pt/users/ivabalk-782511/, CC0, via Wikimedia Commons)

Nah, di pasaran tentu sobat-sobat cupang semua sudah tahu kan bahwa banyak zat perwarna sintetik yang ditambahakan ke dalam pakan ikan. Tapi, ternyata hasilnya tidak sebagus dan tak seindah zat pigmen alami. Demikian dikutip dari penelitian Syaifudin dkk tersebut.

Nah, karena itu, penelitian ini fokus untuk mencari zat alami yang bisa digunakan untuk meningkatkan kecerahan pigmen si cupang terkasih. Mikroalga kemudian dilirik sebagai alternatifnya. Ternyata memang sudah diketahui dalam banyak studi, mikroalga ini memiliki potensi yang besar sebagai produsen bahan-bahan bermanfaat (valuable chemicals).

Berbagai kandungan nilai nutrisi diantaranya polyunsaturated fatty acid
(PUFA), pigmen seperti karotenoid dan fikobiliprotein dan juga kandungan senyawa aktif lainnya dapat dimanfaatkan dalam bidang industri, nutraceutical dan pharmaceutical (Syaifudin dkk mengutip Chu, 2012).

Ikan cupang atau betta fish (Daniella Vereeken – FlickrHM Orange M – Sarawut)

Dipilihlah mikroalga merah atau Porphyridium cruentum yang merupakan mikroalga uniseluler yang termasuk dalam kelas Rhodophyceae. Mikroalga merah ini memiliki banyak kandungan bioaktif lho, salah satunya yaitu kandungan pigmen fikoeritrin yang merupakan pigmen utama penghasil warna merah pada struktur tubuhnya. Pigmen tersebut dapat dimanfaatkan dalam industri pangan, farmasi maupun kosmetik (Syaifudin dkk mengutip Dufosse et al., 2005).

Nah, sekarang logis kan jika hasil penelitian Syaifudin dkk itu menunjukkan bahwa mikroalga merah mampu meningkatkan kecerahan warna pada ikan cupang. Syaifufin mengutip Spolaore et al. (2006) yang menyatakan, pigmen yang dihasilkan oleh mikroalga dapat digunakan pula sebagai bahan pewarna alami menggantikan pewarna sintetis.

Di bawah ini masih mengutip dari penelitian Syaifudin dkk:

Dengan demikian, mikroalga merah P. cruentum merupakan mikroalga yang memiliki manfaat yang banyak digunakan selain sebagai sumber pigmen alami. Mikroalga merah adalah sumber dari proses pembentukan nutrisi dan therapeutical (Dufosse et al., 2005). Sel P. cruentum juga dapat menghasilkan metabolit-metabolit yang aktif secara biologi seperti antibiotik dan juga sebagai bahan antibakteri (Kusmiyati dan Agustini, 2006).

Ikan cupang atau betta fish (Lerdsuwa, CC BY-SA 3.0 http://creativecommons.org/licenses/by-sa/3.0/, via Wikimedia Commons)

Potensi lain dari mikroalga P. cruentum juga dikatakan oleh Pranajaya dkk (2014) yaitu sebagai fitoremediator logam berat tembaga (Cu) yang di antaranya memiliki penyerapan yang relatif cepat. Menurut Chu (2012), pemanfaatan mikroalga P. cruentum masih belum optimal apabila dibandingkan dengan pemanfaatan mikroalga yang lainnya seperti Spirulina dan Chlorella yang sering digunakan sebagai suplemen atau bahan tambahan makanan dalam bentuk serbuk (food supplement) dan memiliki nutrisi yang baik untuk kesehatan manusia serta digunakan sebagai pakan hewan.

Nah, bagi yang penasaran dengan hasil lengkap penelitian ini, bisa klik di sini ya. Silakan bagi yang pernah menerapkan ilmu ini berkomentar di kolom komentar di bawah ini.

Cara alami lainnya untuk meningkatkan warna pada ikan cupan adalah dengan memberi pakan tepung udang rebon 🦐. Cara ini akan dibahas di artikel lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *