Bolehkah Konsumsi Vitamin C Setiap Hari? Kapan Waktu Terbaik Minum Vitamin C? Merk Apa yang Bagus?

Share Article
Aneka buah jeruk, kaya akan vitamin c. (Foto Scott Bauer, USDA, Public domain, via Wikimedia Commons)
Aneka buah jeruk, kaya akan vitamin c. (Foto Scott Bauer, USDA, Public domain, via Wikimedia Commons)

ENDONESIA.com – Banyak pertanyaan terkait Vitamin C ini. Beberapa pertanyaan penting di antaranya: bolehkah konsumsi Vitamin C setiap hari? Kapan waktu terbaik minum Vitamin C? Vitamin C yang bagus merk apa? Apa efek samping Vitamin C? Bolehkah minum Vitamin C sampai 1000 mg setiap harinya?

Secara umum, bisa dipahami berbagai pertanyaan itu menyangkut manfaat Vitamin C yang memang luar biasa. Vitamin C ini bukan obat, tapi dia merupakan zat esensial yang amat penting namun tak bisa diproduksi sendiri oleh tubuh.

Baca juga:
Konsumsi Buah-buahan Mengandung Vitamin C, Mengapa Sebagian Kita Tetap Butuh Suplemen Vitamin C?
Manfaat, Kegunaan dan Fungsi Vitamin C, Penting untuk Imun Tubuh
Manfaat Vitamin B Kompleks yang Ajaib, Jangan Sampai Defisiensi

Dia penting namun tubuh kita tak bisa menyediakannya, karena itu kita harus aktif untuk memasok persediaan Vitamin C di dalam tubuh. Informasi yang benar soal Vitamin C akan membantu kita untuk senantiasa menyediakan asupan cukup untuk tubuh kita.

Vitamin C dikenal sebagai asam askorbat. Secara garis besar, manfaat Vitamin C yaitu diperlukan untuk pertumbuhan, perkembangan, dan perbaikan semua jaringan tubuh, pembentukan kolagen , penyerapan zat besi, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, penyembuhan luka, dan pemeliharaan tulang rawan, tulang, dan gigi .

Dikutip dari Webmd.com, Vitamin C merupakan salah satu antioksidan yang dapat melindungi dari kerusakan yang disebabkan oleh molekul berbahaya yang disebut radikal bebas, serta bahan kimia beracun dan polutan seperti asap rokok. Radikal bebas dapat menumpuk dan berkontribusi pada perkembangan kondisi kesehatan seperti kanker , penyakit jantung , dan artritis .

Berikut ini daftar pertanyaan yang sering diajukan terkait Vitamin C:

1. Bolehkah konsumsi Vitamin C setiap hari?

Secara prinsip boleh, bahkan sangat dianjutkan bagi kamu yang sering terpapar asap rokok, terpapar polusi udara, sering sakit-sakitan, lingkungan sekitar sedang ada yang sakit, proteksi dini dari penularan virus corona, dll.
Vitamin C tidak disimpan di dalam tubuh (jumlah yang berlebihan akan dikeluarkan), jadi overdosis tidak menjadi perhatian. Tetapi tetap penting untuk tidak melebihi batas atas yang aman yaitu 2.000 miligram sehari untuk menghindari sakit perut dan diare .
Bahkan dianjurkan, minumlah multivitamin setiap hari, karena kebanyakan orang tidak mendapatkan cukup beberapa nutrisi.

2. Kapan waktu terbaik minum Vitamin C?

Pada prinsipnya, vitamin C ini aman dikonsumsi dan larut dalam air. Sehingga, bisa dikonsumsi setelah makan atau sebelum makan. Vitamin C mudah diserap baik dalam makanan maupun dalam bentuk pil, dan dapat meningkatkan penyerapan zat besi saat keduanya dimakan bersama. Jadi, vitamin c ini bisa dikonsumsi kapan pun baik dalam bentuk makanan, buah-buahan, sayuran, maupun suplemen.

3. Vitamin C yang bagus merk apa?

Merk suplemen vitamin c tidak penting, yang penting kandungan vitamin C tersebut di dalamnya. Tidak harus mahal untuk bisa mendapatkan manfaat vitamin c yang baik. Beberapa peneliti menganjurkan, minumlah multivitamin agar tubuh mendapat banyak manfaat beberapa nutrisi.

4. Apa efek samping minum Vitamin C?

Secara umum, tak ada efek samping minum vitamin c jika tak melebihi dosis harian yang telah ditetapkan. Vitamin C adalah suplemen yang sangat aman bagi tubuh kita karena larut di dalam air dan tak disimpan di dalam tubuh kita.

Efek samping yang paling umum dari asupan vitamin C dosis tinggi di atas 2000 mg adalah gangguan pencernaan, demikian dikutip dari Healthline.com. Secara umum, efek samping tersebut tidak terjadi akibat mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin C, melainkan dari mengonsumsi vitamin dalam bentuk suplemen.

Anda kemungkinan besar akan mengalami gejala pencernaan jika Anda mengonsumsi lebih dari 2.000 mg sekaligus. Dengan demikian, batas atas yang dapat ditoleransi adalah 2.000 mg per hari.

Gejala pencernaan yang paling umum dari asupan vitamin C yang berlebihan adalah diare dan mual. Asupan yang berlebihan juga telah dilaporkan menyebabkan naiknya asam lambung. Jika Anda mengalami masalah pencernaan akibat mengonsumsi terlalu banyak vitamin C, cukup kurangi dosis suplemen Anda atau hindari suplemen vitamin C sama sekali, kembali ke makan-makanan yang kaya vitamin c.

5. Bolehkah minum vitamin C 500 mg sd 1000 mg tiap hari?

Boleh dan angka itu masih dalam rentang aman, namun jika Anda akan mengonsumsi suplemen setiap hari dalam rentang waktu yang panjang, konsultasikan dulu dengan dokter. Jika kamu berada dalam risiko tertular penyakit, misal efek pandemi Covid-19, dokter akan merekomendasikan kamu mengonsumsi vitamin c dosis tinggi dalam rentang waktu tertentu, bukan selamanya.

Memang tidak ada efek samping yang diketahui ketika mengonsumsi vitamin c setiap hari, namun perlu berhati-hati jika dalam bentuk suplemen dan dalam jangka panjang. Dan tentu jangan melewati dosis 2000 mg setiap hari.

6. Apa saja makanan, buah, sayur, yang mengandung Vitamin C?

Makanan yang paling kaya vitamin C adalah buah jeruk, paprika hijau, stroberi, tomat, brokoli, ubi putih, dan ubi jalar. Sumber baik lainnya termasuk sayuran berdaun hijau gelap, melon, pepaya, mangga, semangka, kubis brussel, kembang kol, kubis, paprika merah, raspberry, blueberry, labu musim dingin, dan nanas.

7. Bagaimana cara memasak makanan agar terjaga vitamin c di dalamnua?

Ingat, vitamin C itu larut dalam air jadi harus hati-hati memperlakukan atau memasaknya. Makan buah dan sayuran kaya vitamin C secara mentah, atau masak dengan sedikit air agar Anda tidak kehilangan sebagian vitamin yang larut dalam air dalam air rebusan. Jika dimasak, jangan terlalu lama dan jangan terlalu banyak air.

8. Apa tanda-tanda kekurangan Vitamin C?

Kekurangan vitamin C relatif jarang, namun sering terlihat pada orang dewasa yang kekurangan gizi. Dalam kasus yang ekstrem, dapat menyebabkan penyakit kudis, anemia, sariawan, gusi berdarah, memar, pendarahan, dan gigi lepas .

Source: Healtline, Webmd

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *