Arya Abdi Effendi dan Juard Bantah Suap Luthfi

Share Article

Dua direktur PT Indoguna Utama, Arya Abdi Effendy dan Juard Effendi, membantah telah menyuap Luthfi Hasan Ishaaq selaku Anggota DPR. Mereka hanya memberikan uang kepada Ahmad Fathanah sebagai sumbangan kemanusian.

Hal itu disampaikan para terdakwa kasus dugaan suap pengurusan izin kuota impor daging di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Rabu (19/6). Dua orang bos PT Indoguna itu menyampaikan pledoi atau nota pembelaan atas tuntutan jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi. 
Mereka bersikukuh, uang Rp 1,3 miliar yang diberikan PT Indoguna tak ada kaitannya dengan suap kepada  Luthfi Hasan Ishaaq. Arya memaparkan pemberian dana dari Indoguna pada 29 Januari 2013 sebesar Rp 1 miliar dan pada 10 Januari 2013 sebesar Rp 300 juta. Pemberian uang Rp 1 miliar menurut Arya, merupakan sumbangan Indoguna untuk kegiatan sosial kepada Ahmad Fathanah.

“Saya baru tahu uang yang katanya Ahmad Fathanah untuk sumbangan dana kemanusiaan di Papua, seminar-seminar, dan operasional perjalanan PKS ke daerah-daerah itu ternyata digunakan untuk kepentingan pribadi Fathanah,” papar Arya.

Terkait uang Rp 300 juta, diakui  Arya sebagai uang operasional atau uang bensin untuk Elda Devianne alias Dati yang meminta langsung kepada Direktur Utama PT Indoguna, yang juga ibu kandung Arya, Maria Elizabeth Liman. Elda menganggap dirinya telah bekerja 2-3 bulan untuk membantu Indoguna dalam pengurusan pengajuan permohonan kuota impor sapi.

“Belakangan, selama persidangan, saya baru tahu uang Rp 300 juta oleh Elda diberikan kepada Fathanah. Uang tersebut tidak berkaitan dan tidak diberikan untuk kepentingan Luthfi,” kata Arya. Ternyata, kata Arya, niat baik untuk memberikan sumbangan kemanusiaan sebesar Rp 1 miliar itu berakhir dengan penahanan dirinya.

Pledoi Juard
Terdakwa Juard memaparkan permasalahan ini berawal dari seorang broker bernama Elda Devianne yang mengaku memiliki kuota impor daging sapi 10.000 ton. Elda kemudian mengontak Thomas Sembiring selaku Direktur Eksekutif Asosiasi Importir Daging indonesia untuk menanyakan daftar importir daging sapi di Indonesia. Tujuannya untuk menjual kuota impor ke perusahaan importir.

“Elda mengatakan kepada Thomas mau menjual kuota impor daging, serta bertanya siapa importir besar, yang dijawab Thomas yaitu PT Indoguna,” kata Juard. Juard sempat mengingatkan Elizabeth sebagai Direktur Utama Indoguna agar menolak permintaan Elda. Namun, akhirnya Juard sendiri mengikuti kemauan Elda dengan alasan ingin membuktikan ucapan Elda.

Ia dua kali mengurus pengajuan kuota ke Kementan atas anjuran Elda namun selalu gagal. Menurut Juard, untuk  memuluskan rencana pengajuan izin kuota impor daging, Elda bahkan nekat menjual nama Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa.

Juard mengatakan, dia mendengar hal itu dari anak buah Elda, Jerry Roger Kumontoy. Menurut dia, Elda mengutus Jerry guna menyampaikan supaya PT Indoguna Utama mengajukan penambahan kuota impor daging sebesar delapan ribu ton.

“Jerry diminta Elda agar menyampaikan kepada saya mengajukan penambahan kuota impor daging sapi sebanyak delapan ribu ton untuk 2013. Jerry mengatakan saat itu Uban (Hatta Rajasa) telah menyetujui tambahan kuota impor sebesar 20 ribu ton,” kata Juard.

Juard lantas berusaha membuktikan pernyataan Jerry itu. Dia kemudian memerintahkan seorang stafnya, Priyoto, membuat kembali surat permohonan penambahan kuota impor daging sapi.

Setelah jadi, Priyoto membawa surat itu untuk diberikan kepada Jerry Roger. Keduanya bertemu di sebuah minimarket dekat kompleks Kementerian Pertanian, dan surat itu pun berpindah tangan. “Tapi kemudian saya tahu surat permohonan itu tidak pernah dimasukkan Jerry atau Elda ke loket Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PPVTPP) Kementerian Pertanian,” lanjut Juard.

Hatta Rajasa sendiri di berbagai media sudah membantah telah menyetujui penambahan kuota impor daging sapi pada 2013. Menurut dia, kewenangan penambahan kuota impor daging sapi ada di tangan Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan. (END)

loading...

Leave a Reply