Apa Itu Saturasi Oksigen? Berapa Angka Normalnya?

Share Article
Pulse Oximeter sangat penting saat ini. Foto: Endonesia.com
Pulse Oximeter sangat penting saat ini. Foto: Endonesia.com

ENDONESIA.com – Di saat serba tak menentu, apalagi pandemi mengintai, pengukuran saturasi oksigen menjadi penting. Jika ada anggota keluarga yang dicurugai terinfeksi virus mematikan ini, maka sebisa mungkin kita pantau saturasi oksigennya.

Jangan remehkan saturasi oksigen ini karena jika terlambat, sulit untuk membalikkan keadaan.

Hal yang perlu diingat bahwa penurunan saturasi oksigen bagi kebanyakan orang tidak terjadi tiba-tiba, tapi pelan-pelan dan penderitanya tak menyadari, terlihat segar bugar.

Pengertian saturasi oksigen

Dikutip dari NCBI, saturasi oksigen merupakan elemen penting dalam manajemen dan pemahaman perawatan pasien. Oksigen diatur dengan ketat di dalam tubuh.

Hipoksemia atau kondisi kekurangan kadar oksigen dalam darah dapat menyebabkan banyak efek merugikan yang akut pada sistem organ individu. Bahkan yang bisa berpengaruh pada otak, jantung, dan ginjal.

Baca juga artikel soal perlunya memiliki oximeter, klik di Apa Pulse Oximeter Itu? Haruskah Kita Punya di Rumah?

Saturasi oksigen adalah ukuran seberapa banyak hemoglobin yang saat ini terikat pada oksigen dibandingkan dengan seberapa banyak hemoglobin yang tetap tidak terikat.

Pada tingkat molekuler, hemoglobin terdiri dari empat subunit protein globular. Setiap subunit dikaitkan dengan grup heme. Tiap molekul hemoglobin selanjutnya memiliki empat situs pengikat heme yang tersedia untuk mengikat oksigen.

Oleh karena itu, selama pengangkutan oksigen dalam darah, hemoglobin mampu membawa hingga empat molekul oksigen. Karena sifat kritis dari konsumsi oksigen jaringan dalam tubuh, sangat penting untuk dapat memantau saturasi oksigen saat ini.

Alat untuk mengetahui saturasi oksigen

Nah, sekarang untuk memantau saturasi oksigen ini tak harus dilakukan rumah sakit. Saat pandemi seperti ini, kita harus bisa menggunakannya.

Alat itu bernama pulse oximeter dapat mengukur saturasi oksigen ini. Pulse oximeter adalah perangkat non-invasif yang diletakkan di atas jari seseorang. Karena itu alat ini sering disebut SpO2 pulse oximeter fingertio.

Cara kerja pulse oximeter adalah dengan mengukur panjang gelombang cahaya untuk menentukan rasio kadar hemoglobin teroksigenasi saat itu dengan hemoglobin terdeoksigenasi.

Penggunaan oksimeter nadi telah menjadi standar perawatan dalam kedokteran. Saturasi oksigen ini diebut-sebut sebagai tanda vital kelima.

Karena itu, di saat pandemi ketika kita tak bisa leluasa konsultasi dengan dokter, maka kita harus memahami fungsi dan batasan oximetry nadi. Kita juga harus punua pengetahuan dasar tentang saturasi oksigen.

Cara memakai oximeter

Untuk menggunakan oximeter ini sangat mudah. Anak kecil pun bisa.

Hidupkan tombol power, kemudian jepitkan salah satu jari kita ke dalam lubang yang disediakan. Tunggu beberapa saat untuk tampil angkanya.

Lihat video singkat cara menggunakan oximeter di bawah ini:

Berapa angka saturasi oksigen normal?

Untuk angka normal saturasi oksigen kita adalah antara 95 persen hingga 100 persen. Di bawah 95 persen, dokter biasanya akan memberi oksigen bantuan kepada pasien.

Karena itu, jika saat pengecekan anggota keluarga ada yang hasilnya di bawah 95, maka harus segera ke dokter.

Sains di Balik Saturasi Oksigen

Dikutip dari NCBI, salah satu definisi konsumsi oksigen dalam tubuh adalah hasil dari perbedaan saturasi oksigen arteri-vena dan aliran darah. Tubuh mengonsumsi sebagian oksigen melalui metabolisme aerobik.

Dalam proses ini, oksigen digunakan untuk mengubah glukosa menjadi piruvat, membebaskan dua molekul adenosin trifosfat (ATP). Aspek penting dari proses ini adalah kurva disosiasi oksigen-hemoglobin.

Di dalam darah, hemoglobin mengikat oksigen bebas dengan cepat untuk membentuk oksihemoglobin, hanya menyisakan sebagian kecil oksigen bebas terlarut dalam plasma.

Kurva disosiasi oksigen-hemoglobin adalah plot persentase saturasi hemoglobin sebagai fungsi dari tekanan parsial oksigen (PO2). Pada PO2 100 mmHg, hemoglobin akan 100% jenuh dengan oksigen, yang berarti keempat kelompok heme terikat.

Setiap gram hemoglobin mampu membawa 1.34 mL oksigen. Koefisien kelarutan oksigen dalam plasma adalah 0,003. Koefisien ini mewakili volume oksigen dalam mL yang akan larut dalam 100mL plasma untuk setiap kenaikan 1 mmHg dalam PO2.

Rumus kemudian menghitung kandungan oksigen, sehingga Kandungan Oksigen = (0,003 × PO2) + (1,34 × Hemoglobin × Saturasi Oksigen).

Rumus ini menunjukkan bahwa oksigen terlarut adalah bagian yang cukup kecil dari total oksigen dalam darah; Oleh karena itu, kandungan oksigen dalam darah dapat dianggap sama dengan kadar oksihemoglobin.

Rumus ini menunjukkan bahwa oksigen terlarut adalah bagian yang cukup kecil dari total oksigen dalam darah. Oleh karena itu, kandungan oksigen dalam darah dapat dianggap sama dengan kadar oksihemoglobin.

Saat PO2 menurun, persentase hemoglobin jenuh juga menurun. Kurva disosiasi oksigen-hemoglobin memiliki bentuk sigmoidal karena sifat pengikatan hemoglobin.

Dengan setiap molekul oksigen terikat, hemoglobin mengalami perubahan konformasi untuk memungkinkan oksigen berikutnya mengikat. Setiap oksigen yang berikatan dengan hemoglobin meningkatkan afinitasnya untuk mengikat lebih banyak oksigen, yang berarti afinitas molekul oksigen keempat adalah yang tertinggi.

Di paru-paru, gas alveolar memiliki PO2 100 mmHg. Namun, karena afinitas yang tinggi untuk molekul oksigen keempat, saturasi oksigen akan tetap tinggi bahkan pada PO2 60 mmHg.

Saat PO2 menurun, saturasi hemoglobin pada akhirnya akan turun dengan cepat, pada PO2 40 mmHg, hemoglobin 75% jenuh. Sedangkan pada PO2 25 mmHg, hemoglobin 50% jenuh.

Kadar ini disebut sebagai P50, di mana 50% gugus heme dari setiap hemoglobin memiliki molekul berikatan oksigen. Sifat saturasi oksigen menjadi semakin penting mengingat efek pergeseran kanan dan kiri. Berbagai faktor dapat menyebabkan pergeseran ini.

Sumber: ncbi.nlm.nih.gov, npr.org

loading...

Leave a Reply