| Jakarta, Kominfo Newsroom --
Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono meluncurkan buku
karya terbarunya berjudul
Indonesia Unggul, yang ditulis
dalam dua versi Indonesia dan
Inggris, dan buku tersebut
merupakan karya ketiga
Presiden setelah Transforming
Indonesia dan Indonesia on The
Move.
''Buku
ini merupakan kumpulan pidato
saya. Dalam penulisannya saya
dibantu saudara Dino Pati
Djalal dan juga mendapat
masukan dari banyak pihak,''
kata Kepala Negara saat
peluncuran buku tersebut di
toko buku Gramedia Grand
Indonesia, Jakarta, Jumat
(19/12)
sore.
Indonesia
Unggul dalam versi bahasa
Inggrisnya ditulis dalam judul
Indonesia on The Move. Buku
Indonesia Unggul ini
memaparkan kembali babak baru
kehidupan bernegara yang
tercermin lewat
penyelenggaraan Pemilihan
Presiden (Pilpres) secara
langsung pada
2004.
Dalam
buku ini, Kepala Negara juga
menuliskan refleksi atas apa
yang telah dilakukannya,
termasuk menyangkut utang
Presiden yang belum dipenuhi
bagi rakyat
Indonesia.
Sala
h satu alasan peluncuran buku
Indonesia Unggul dikatakan
Presiden karena banyak pihak
yang kerap salah persepsi
dalam memahami Indonesia
sehingga menimbulkan prasangka
buruk.
''Saat
masih menjadi menteri, saya
bertemu Colin Powel dan saat
itu dia berkata Indonesia
adalah negara yang sering
salah untuk dipahami,'' kata
Presiden.
Oleh
sebab itu sebagai Kepala
Negara, adalah kewajiban
Presiden Yudhoyono untuk
meluruskan kesalahpahaman itu
dengan berbagai cara termasuk
melalui menulis sebuah
buku.
''Dalam
buku ini saya banyak berbicara
tentang demokrasi dan berbagai
hal lainnya,'' kata Kepala
Negara.
Sejumla
h menteri Kabinet Indonesia
Bersatu hadir dalam acara
tersebut, diantaranya Menteri
Perdagangan Mari Pangestu,
Menkominfo M. Nuh, Menteri
Pertahanan Juwono Sudarsono,
serta Mensesneg Hatta Rajasa.
Duta Besar Amerika Serikat
Cameroon Hume juga hadir saat
peluncuran sore itu.
(T.tr/toeb/b)
|