| Jakarta, 8/6/2008
(Kominfo-Newsroom) –
Pemerintah berkomitmen akan
mulai melakukan “quick win”
atau implementasi konkret
terhadap cetak biru (blue
print) ekonomi kreatif hasil
kesimpulan konvensi dan
lokakarya pada Pekan Produk
Budaya Indonesia (PPBI)
2008.
''Sosiali
sasi mengenai cetak biru yang
baru mulai ini, harus
diteruskan, termasuk
dilanjutkan ke daerah, bahkan
ada satu saran konkret bahwa
cetak biru ini harus
dipaparkan di rapat asosiasi,
rapat bupati dan walikota
mendatang,'' kata Menteri
Perdagangan, Mari Eka
Pangestu, saat penutupan PPBI
2008 di Jakarta Convention
Center, Minggu
(8/6).
Menurut
Menteri Perdagangan, industri
ekonomi kreatif harus didukung
dalam kegiatan promosinya di
masa mendatang, sehingga dapat
memberikan manfaat yang luar
biasa bagi perkembangan
ekonomi
indonesia.
Ment
eri juga menyatakan, dalam
konvensi yang berlangsung
selama empat hari itu, di sesi
lokakarya membahas sedikitnya
14 sub sektor ekonomi kreatif,
antara lain periklanan,
kerajinan, pasar barang seni,
fesyen, seni pertunjukan, film
dan
penerbitan.
Ia
juga menjelaskan cetak biru
tersebut berisi bagaimana
ekonomi kreatif bekerja, serta
presentasi konsep triple helix
untuk pondasi pilar ekonomi
kreatif.
Inti
dasar konsep tersebut menurut
menteri adalah sinergi antara
pemerintah, kaum usaha, dan
kaum intelektual yang
menyangkut pengembangan
ekonomi
kreatif.
Marie
menuturkan, sambutan terhadap
ekonomi kreatif ini cukup
bagus seperti terdapat 101
buyer asing yang hadir dan
langsung mengeksplorasi produk
dan peluang bisnis dengan
pengrajin dari berbagai
daerah.
Sedangk
an Menteri Perindustrian,
Fahmi Idris, pada acara yang
sama mengatakan, kesempatan
kali ini membuka peluang usaha
bagi pengrajin di daerah,
seperti promosi industri
ekonomi kreatif yang perlu
digalakkan terutama aspek
pemerataan kesempatan bagi
pengrajin dan kebaruan jenis
produk agar menjadi prioritas
utama pengembangan ekonomi
kreatif di tiap
daerah.
PPBI
2008 yang diadakan sejak 4
hingga 8 Juni 2008 merupakan
hasil kerjasama dan koordinasi
12 Departemen yakni Departemen
Perindustrian, Perdagangan,
Kebudayaan dan Pariwisata,
Kementrian Negara Ristek,
BUMN, Dalam Negeri, Luar
Negeri, Hukum dan HAM, Diknas,
Kominfo, Koperasi dan UKM
serta Menko
Kesra.
PPBI
yang resmi ditutp Minggu (8/6)
siang ini oleh Fahmi Idris,
menurut Ketua Panitia
Pelaksana, Fauzi Aziz, telah
mencatat transaksi mencapai
total Rp34 miliar naik sekitar
112,5 persen dari tahun 2007
lalu. (t.Us/id/b)
|