|
Jakarta,
Kominfo-Newsroom -– PT. Jagung
Hibrida Sulawesi (JHS),
produsen benih jagung hibrida
dengan merek dagang JAYA,
dalam waktu dekat akan
investasikan modal untuk
pengembangan pabrik yang ada
di Jember Jawa Timur senilai
lebih dari 4 juta dolar
AS.
Pengembanga
n pabrik tersebut perlu segera
dilakukan seiring dengan
tingginya permintaan benih
jagung hibrida di Indonesia
akibat membaiknya harga
domestik dan regional, kata
Chairman PT JHS, Alan B. UY,
dalam jumpa pers si Jakarta,
Minggu
(18/11).
JHS
merupakan anak perusahaan PMA
asal Filipina yang berkantor
pusat di Asian Hybrid Seed
Technologies INC, Philipines.
Pada awalnya JHS mendirikan
pabriknya di Sulawesi Utara
pada tahun 2002, namun karena
berbagai pertimbangan,
perusahaan ini mengalihkan
pusat produksi benihnya ke
daerah Jember Jawa Timur di
lahan seluas 750 ha.
Fasilitas
pengolahan benih yang ada
diperusahaan itu mampu
mengolah benih 6000 ton per
tahun, dan mempunyai fasilitas
penyimpanan dengan lingkungan
terkendali berupa silo dengan
kapasitas 1500 ton benih yang
mampu menyimpan benih sampai 2
tahun.
Dalam
keterangananya seusai
mengantarkan kelompok tani
binaannya mendapatkan
penghargaan Ketahanan Pangan
2007 di Istana Negara Jakarta,
Sabtu (17/11), Alan mengatakan
bahwa varietas pertama yang
dilepas oleh Menteri Pertanian
pada tahun 2002 adalah JAYA 1,
JAYA 2 (Nusantara) dan JAYA 3
(Prima).
Hibrid
a ini mempunyai potensi hasil
12 – 13,5 ton/ha. Umur panen
kurang lebih 104 hari setelah
tanam, dan tipe biji semi
mutiara tahan cekaman suhu dan
berwarna kuning oranye cerah.
''Varietas ini juga tahan
terhadap penyakit bulai, karat
daun, fusarium dan penyakit
jagung lainnya,” katanya
menambahkan.
Penguasaan
pasar (market share) untuk
propinsi Sulawesi Utara
mencapai 70%, kata Hilma
Maizar, Direktur
JHS.
Sementara
Kepala Dinas Pertanian dan
Peternakan Prop Sulut Herry
Rotinsulu mengatakan, menurut
data dari BPS, produksi jagung
nasional tertinggi di dapat
dari Sulawesi
Utara.
Tahun
2006 lalu Sulut baru mampu
memproduksi 245.713 ton, namun
tahun 2007 ini berdasarkan
dari angka ramalan (anram)
III, produksi jagung Sulut
sudah mencapai 407.964 ton
atau naik 68,08 persen. ***
Bhr/toeb/c
|