| Jakarta, Indonews --
Pemerintah akan menerapkan
teknologi pencegahan perusakan
jalur kereta api (KA) dengan
memasang rel anti
vandalisme.
''L
angkah itu untuk
mengantisipasi perusakan
seperti yang belakangan ini
terjadi,'' kata Direktur
Jenderal Perkeretaapian,
Departemen Perhubungan
(Dephub), Soemino Eko Saputro
menjawab pers di Jakarta,
Rabu.
Menurut
dia, penambat rel anti
vandalisme ini memiliki titik
dan lekukan yang didisain
sedemikian rupa sehingga tidak
dapat dicuri
lagi.
Penambat
anti vandalisme itu akan
dipasang dalam program-
program pemasangan yang baru.
''Jadi, tidak menggantikan
penambat-penambat rel lama,''
katanya.
Oleh
karena itu, dia berharap
pemasangan penambat khusus itu
merupakan salah satu cara
untuk mencegah terulangnya
kasus perusakan
rel.
Cara lain
adalah pengetatan pengawasan.
''Dulu juru periksa sekali
sehari, sekarang empat kali
sehari,'' kata
Soemino.
Selain
itu, juga meningkatkan
koordinasi dengan
kepolisian.
Soe
mino menambahkan, selama arus
lebaran tahun ini setidaknya
ada dua kali kejadian
perusakan rel kereta yang
membahayakan keselamatan
perjalanan
kereta.
Aksi
itu yakni pencurian penambat
rel di Solo, Jawa Tengah
sepanjang 60 meter dan aksi
yang diduga kuat bermotif
sabotase dengan memalangkan
besi di rel kereta di
Kosambi.
Terkai
t aksi-aksi itu, lanjutnya,
Menteri Perhubungan telah
mengirimkan surat ke Badan
Intelijen Negara dan POLRI
untuk meminta bantuan
penyidikan kejadian
itu.
Sebelumnya
Menteri Perhubungan Jusman
Syafii Djamal menegaskan, aksi
perusakan rel kereta api di
Solo, Jawa Tengah adalah
tindakan
sabotase.
''Jel
as, itu upaya membuat kereta
terguling,'' katanya usai
rapat koordinasi di kantor
Departemen Keuangan, Selasa
(23/10).
Oleh
karena itu, Jusman menyerahkan
tindak lanjut kasus itu ke
kepolisian. Penyidikan juga
seharusnya mencakup motif aksi
tersebut dan tentu pelakunya.
Harus diburu
terus,ujarnya.
Pada Minggu (21/10) pukul
22.15, terjadi pelepasan
penambat rel (pandrol) KA
sepanjang 60 meter antara
Stasiun Kalioso - Solo
(kilometer 101 +
9/0).
Penambat
tidak dibawa dan hanya
diletakkan di seputar lokasi.
Direktur Utama PT Kereta Api
Ronny Wahyudi menginstruksikan
pelaksana operasi kereta api
bersiaga penuh. ''Jelas ini
indikasi sabotase,''
katanya.
Langka
h siaga penuh itu untuk
menjamin keamanan lalu lintas
kereta api. Masinis juga
diminta agar hati-hati dan
waspada bila ditemui ada
kelainan pada jalur yang
dilintasi.
Kepa
la Hubungan Masyarakat PT
Kereta Api Noor Hamidi juga
meminta partisipasi masyarakat
untuk memantau aset kereta
terutama jalur kereta
api.
''Tenaga
pengamanan internal dan aparat
polisi terbatas,'' ujar Noor.
** E008/ant
|