| Jakarta, Kominfo-Newsroom -–
Badan Pengkajian dan Penerapan
Teknologi (BPPT) bekerjasama
dengan National Oceanographic
and Atmospheric Administration
(NOAA), Amerika Serikat,
meluncurkan 1 unit buoy DART
II dan 4 unit buoy ATLAS yang
akan ditempatkan di Samudera
Hindia di barat Pulau
Sumatera.
''Buo
y buatan NOAA itu diluncurkan
dalam satu konteks kerjasama
antara Pemerintah Indonesia
dan AS, dan khususnya untuk
buoy tersebut kerjasama antara
BPPT dan NOAA,'' kata Kepala
BPPT Prof. Ir. Said D. Jenie,
Sc.D pada peluncuran buoy
tersebut di Kapal Baruna III
BPPT di Tanjung Priok,
Jakarta, Rabu (19/9)
sore.
BPPT akan
belajar dari Amerika Serikat
untuk membuat buoy, dan
rencananya BPPT akan membuat
5 (lima) buoy buatan
sendiri.
Menuru
t Said, target peluncuran buoy
sampai tahun 2008 sebanyak 22
unit, baik buoy dari NOAA,
Jerman, maupun buatan
Indonesia sendiri, karena
semakin banyak buoy yang
disebarkan di daerah-daerah
rawan bencana laut akan bisa
dilakukan
pendeteksian.
S
ementara itu, Kepala Balai
Teknologi Survei Kelautan
BPPT, Dr. Ridwan Djamaluddin,
dalam acara yang sama
mengatakan, buoy DART II
adalah buoy pendeteksi tsunami
yang merupakan kontribusi
bersama Indonesia dan Amerika
Serikat terhadap Sistem
Peringatan Dini Tsunami
Samudera Hindia yang akan
dipasang pada koordinat 00
Lintang Utara dan 920 Bujur
Timur.
Dalam
hal ini, Amerika Serikat
menyediakan buoy, dan
Indonesia menyediakan
Kapal-kapal Riset Baruna Jaya
untuk penempatan dan
pemeliharaan.
S
elain DART II yang sekarang
akan ditempatkan, pada tahun
2008 akan dipasang 2 unit DART
ETD (Easy-to-Deploy) yaitu
satu unit merupakan
kontribusi Amerika Serikat
kepada Sistem Peringatan Dini
Tsunami Indonesia (InaTEWS)
yang akan dipasang di selatan
Bali sebelum pertengahan
2008.
Satu unit
lagi merupakan hasil kerjasama
alih teknologi dimana
Indonesia akan membeli
komponen-komponen buoy, dan
Amerika Serikat akan
menyediakan tenaga ahlinya
untuk bersama-sama membangun
DART II ETD di
Indonesia.
Seda
ngkan buoy ATLAS adalah buoy
oseanografi-klimatologi yang
berguna untuk pemantauan
kondisi kelautan dan iklim
secara in-situ dan menerus,
dan buoy-buoy tersebut
merupakan bagian dari
rangkaian buoy yang dipasang
di seluruh
dunia.
Menurut
Ridwan, kerjasama buoy ATLAS
tersebut berawal antara NOAA
dengan Badan Riset Kelautan
dan Perikanan (BRKP),
Departemen Kelautan dan
Perikanan (DKP) yang
melibatkan BPPT dalam kegiatan
penempatan dan pemeliharaan
menggunakan Armada Baruna
Jaya. (T. Gs/toeb/c)
|