| Sumenep, Kominfo-Newsroom --
Sebanyak 800 kepala keluarga
(KK) di Pulau Sapudi menerima
bantuan kompor energi
alternatif biogas dari
Direktorat Jenderal Kelautan,
Pesisir dan Pulau-pulau Kecil
Departemen Kelautan dan
Perikanan, sehingga mereka
diharapkan tidak lagi
memanfaatkan kayu hutan
sebagai bahan bakar.
''Penyerahan
bantuan tersebut, tersebar di
17 desa di Kecamatan Gayam dan
Kecamatan Nonggunong,'' kata
Bupati Sumenep, KH. Moh.
Ramdlan Siraj, SE, MM di
Sumenep, Rabu (12/9) .
Dengan bantuan
tersebut diharapkan dapat
bermanfaat bagi masyarakat
dalam memenuhi kebutuhan
energi api. Selain itu
masyarakat juga diharapkan
tidak lagi memanfaatkan kayu
hutan sebagai kayu bakar,
sebab kebiasaan menggunakan
kayu bakar akan merusak
lingkungan yang bisa
menyebabkan bencana bagi
kehidupan
masyarakat.
''K
arenanya, pemerintah daerah
bersedia untuk membantu
mengembangkan agar masyarakat
pulau Sapudi itu bisa
menikmati energi alternatif
tersebut,''
tegasnya.
Direk
tur Jenderal Kelautan, Pesisir
dan Pulau-pulau Kecil
Departemen Kelautan dan
Perikanan, Syamsul Ma’arif,
mengatakan pelaksanaan energi
alternatif biogas hanya untuk
daerah di pulau kecil, karena
tidak semua pulau akan
menerima bantuan
tersebut.
Lokas
i penerima bantuan dinilai
merupakan daerah yang banyak
menghasilkan kotoran sapi dan
berpotensi sebagai bahan
energi alternatif
biogas.
Bantuan
energi altenatif biogas di
pulau Sapudi ini baru pertama
kali di Indonesia, sebab
populasi sapi masyarakat
Sapudi cukup besar, terutama
memproduksi kotoran sapi dan
merupakan potensi sebagai
bahan energi alternatif
biogas.
''Pihak
nya menyalurkan bantuan kepada
masyarakat dan tidak akan
mempersulit terutama dari sisi
bahan, peralatan serta
pemeliharaan alat,'' imbuhnya.
(www.jatim.go.id/hsn/toeb)
|