| Jakarta, Kominfo-Newsroom -–
Badan Pengkajian dan Penerapan
Teknologi (BPPT) memilih
teknologi rancang bangun Kapal
Bersayap Wise agar kapal yang
dibangun bisa terangkat dengan
baik saat berlayar. Teknologi
sayap Wise ini dapat
diaplikasikan pada kapal
penumpang, SAR, patroli
maupun
wisata.
Bentuk
sayap tersebut mampu
memanfaatkan atau bisa
menangkap udara diantara bawah
dan bodi kapal dengan
permukaan air, mirip dengan
merekayasa bentuk bantalan di
bawahnya, sehingga kapal bisa
terangkat dengan baik, kata
Direktur Pusat Industri dan
Sistem Transportasi – BPPT,
Ir. Iskendar, MS, di Jakarta,
Selasa
(28/8).
Sementa
ra ini BPPT sudah melakukan
kajian mulai dari pemilihan
bentuk sayapnya, kemudian
merancang bentuk bodi
kapalnya, selanjutnya menguji
di dalam terowongan angin
untuk melihat efektivitas
bentuk
sayap.
Selain
itu, juga menguji di
laboratorium hidrodinamika
untuk melihat perkembangan
penampilan bodi kapal, dan
semua itu sudah melalui
berbagai pengujian, dan
prosesnya sudah sampai
menemukan sebuah konfigurasi
yang diharapkan bisa
menghasilkan sesuai dengan
yang
diharapkan.
Dar
i proses tersebut , BPPT
membuat semacam prototype sub
skill model dengan remote
control untuk meyakinkan bahwa
uji hasil aerodinamika dan
hidrodinamikanya sesuai
dengan apa yang diujikan di
laboratorium.
B
PPT sudah melakukan sub skill
modelnya dalam bentuk remote
control tanpa awak, kemudian
dites, dan dalam proses
pengujiannya bisa sinkron
dengan apa yang diperoleh di
laboratorium, sehingga berani
melangkah ke tahap berikutnya
yaitu membuat
prototype.
BPPT
menggunakan prototype dengan
kapasitas 8 tempat duduk, dan
diharapkan dengan 8 tempat
duduk tersebut akan dapat
meyakinkan bahwa teknologi
rancang bangun Kapal Bersayap
Wise tersebut bisa digunakan
untuk sarana angkut cepat dan
nyaman.
Sementa
ra ini, sedang dalam proses
pembuatan yang keseluruhannya
masih dalam proses
prototype-prototyping. Dengan
prototyping yang berhasil,
maka BPPT sudah bisa
merekomodasikan kepada
masyarakat industri untuk
mengembangkan atau untuk
membangun kapal dengan
Teknologi Rancang Bangun Kapal
Bersayap
Wise.
''BPPT
hanya sampai proses
prototyping saja, karena BPPT
adalah lembaga pemerintah di
bidang pengkajian dan
penerapan teknologi, maka
prosesnya hanya pada
prototype, jadi tidak
membangun, karena yang
membangun nanti adalah pihak
industri,''
ujarnya.
Jadi
Kapal Bersayap Wise tersebut
nanti dapat dimanfaatkan untuk
angkutan sarana antar pulau
yang cepat, dan yang perlu
digaris bawahi adalah hemat
energi, karena Kapal Bersayap
Wise tersebut bisa menghemat
energi kalau dibandingkan
dengan kecepatan yang sama
dengan pesawat terbang
dsb.
Menurutnya
, kapal tersebut cepat tapi
hemat energi, dan bisa
menghemat energi antara 40%.
(T. Gs/toeb/b)
|