| Surabaya, Kominfo-Newsroom --
Dua daerah tertinggal di Jatim
yakni Situbondo dan Bondowoso
yang sudah memberdayakan
tanaman anggrek selama dua
tahun terakhir, kini berhasil
memberdayakan tanaman tersebut
sebagai pengganti bahan bakar
kapal motor
nelayan.
''Kebe
rhasilan tersebut merupakan
hasil binaan dari Kementrian
PDT, dengan melibatkan pihak
swasta dalam mengolah bahan
mentah tanaman anggrek menjadi
minyak selanjutnya dijadikan
bahan bakar,'' kata Asisten
Deputi Urusan Pendanaan Deputi
Bidang Pembinaan Ekonomi dan
Dunia Usaha Kementrian
Pembangunan Daerah Tertinggal
(PDT) Drs Ari Norwidyanto MM
di Surabaya, Selasa
(17/7).
Alasan
pihak swasta dilibatkan,
karena Kementrian PDT memiliki
anggaran terbatas. ''Anggaran
hanya digunakan sebagai
pengembangan dan pemberdayaan
masyarakat daerah tertinggal,
sedangkan yang melaksanakan
teknologi tepat diperlukan
campur tangan pihak swasta,''
ujarnya.
Dengan
keterbatasan pendanaan daerah
tertinggal yang bersumber
APBN, maka perlu upaya
kerjasama dalam pengerahan dan
pemanfaatan pendanaan dari
sumber lain, baik yang
dilaksanakan dengan pola
kemitraan maupun kerjasama
pendanaan antara pemerintah
dan
swasta.
Untuk
melaksanakan misi harapan,
perlu ditempuh beberapa
langkah yakni, meningkatkan
intensitas konsultasi dan
komunikasi dengan semua
pemangku kepentingan untuk
meningkatkan alokasi anggaran
dan mengerahkan dana investasi
langsung ke daerah
tertinggal.
Sel
ain itu juga dengan
memantapkan hubungan kerja
dengan pihak swasta, lembaga
keuangan atau perbankan maupun
pemilik sumber pendanaan
alternatif dalam rangka
kerjasama kemitraan untuk
pengerahan pendanaan dari
sektor riil bagi pembangunan
daerah teringgal.
(www.d-infokom-jatim.go.id/hsn
/toeb)
|