| Jatiwaringin, Endonesia -- Apa
yang terjadi kalau Alvin
Toffler dan John Naisbitt
diajak ngobrol soal flu burung
atau penyakit menular lainnya?
Skenario apa yang bakal mereka
berikan untuk waktu sekarang,
2010, 2020, atau bahkan 2030?
Metode ramalan apa yang mereka
pakai? Strategic roadmapping
atau yang
lainnya?
Ternya
ta, bukan cuma Toffler atau
Naisbitt yang jago meramal.
Tetangga kita, Thailand, juga
ahli. Tepatnya sebuah lembaga
di negeri flu gajah itu.
Namanya APEC Center for
Technology Foresight (APEC
Foresight). Ini memang bukan
lembaga yang seratus persen
milik Thailand, tapi milik
kolektif negara anggota APEC,
termasuk Indonesia. Kebetulan
saja markas Apec Foresight ada
disana. Dan seperti bisa
ditebak dari namanya, APEC
Foresight memang didirikan
untuk menangani urusan
ramal-meramal bisnis masa
depan.
Isu
hangat yang sedang digarap
lembaga itu tak lain adalah
flu burung. Bahkan mulai hari
ini sampai lusa, 5-7 Februari
2007, APEC Foresight tengah
menggelar 'Scenario Workshop'
tentang 'Roadmapping
Converging Technologies to
Combat Emerging Infectious
Diseases' di Khaolak Merlin
Resort, Phang-Nga, Thailand.
Workshop itu antara lain akan
memamparkan hasil
ramal-meramal dengan memakai
metode biometric
analysis.
Apa
itu bibliometric analysis dan
apa hasil temuannya? Silakan
eksplore websitenya: http://www.ape
cforesight.org/apec_wide/EID/e
id_main.cfm
Dan kalau bicara soal
analis masa depan, konon
sekarang ini di dunia bisnis
tengah ramai dibincangkan yang
namanya 'strategic
roadmapping'. Soal apa
maknanya, dan perkara software
apa yang bisa dipakai untuk
membuat roadmap ke masa depan,
silakan mampir ke http://www.ali
gnent.com, pabrikan
software strategic roadmapping
yang --lagi-lagi konon--
tengah populer. Majala Fortune
mengkategorikan Alignent
Software Inc sebagai
'Innovator to Watch.' *** |