| Jakarta, Kominfo Newsroom –
Badan Pengkajian dan Penerapan
Teknologi (BPPT) mengkaji
budidaya rumput laut jenis
Gelindium untuk dimanfaatkan
selain untuk bahan pangan juga
akan diolah menjadi bahan
kertas, dan sekarang sedang
dilakukan survey di Pulau
Rote, Nusa Tenggara
Timur.
''Jika
budidaya tersebut berhasil
maka tahun 2009 investor dari
Korea akan melanjutkan
pengembangan kertas berbahan
baku rumput laut di
Indonesia,'' kata Deputi
Kepala BPPT Bidang Teknologi
Pengembangan Sumberdaya Alam
Prof. Dr. Jana T. Anggadiredja
di Jakarta, Kamis (10/10)
sore.
Produksi
kertas dari bahan rumput laut
sudah dilakukan di Korea, tapi
karena negara tersebut
wilayahnya kecil, maka mereka
ingin mengadakan kerjasama
dengan Indonesia, dan sekarang
BPPT sedang mencari lokasi
yang baik, dan kemudian
mencari bibit yang
bagus.
Selanjut
nya bibit tersebut
dibudidayakan, dan setelah
budidayanya bagus mereka akan
membuat pabrik kertas berbahan
baku rumput laut di
Indonesia.
Untu
k itu, BPPT akan melakukan
survei di Pulau Rote, karena
kondisi pulau tersebut
dinilainya cukup baik untuk
budidaya rumput laut jenis
itu. Jenis rumput laut
Gelindium kandungannya juga
agar-agar, tapi seratnya lebih
bagus dari rumput laut jenis
Gracilaria.
Ter
kait dengan teknologinya,
berbeda dengan Korea,
pemanfaatan Gelindium hanya
untuk bahan baku kertas
semata, namun nanti BPPT akan
memberikan kontribusi pada
proses teknologi, yaitu dengan
memproduksi agar-agar lebih
dulu, kemudian ampasnya nanti
yang akan menjadi bahan baku
kertas. ''Jadi kita bisa
produksi dua sekaligus, yaitu
agar-agar dan kertas,''
ungkapnya.
Seme
ntara itu, mengenai rumput
laut makro Algae (sejenis
ganggang hijau kecil) yang
juga akan dikembangkan menjadi
bahan alternatif kertas,
selama ini sudah dimanfaatkan
menjadi etanol
selulosa.
''Mak
ro Algae memiliki serat yang
berbeda, dan masih skala
laboratorium diteliti oleh
kalangan BPPT dan perguruan
tinggi,'' katanya (T. Gs/
toeb/c)
|