| Foto-foto:
AP
Banda Aceh,
Endonesia -- Setelah bertemu
dengan SBY di Medan, dua
mantan presiden AS, George
Bush Sr dan Bill Clinton,
siang tadi terbang ke Aceh.
Keduanya memilih desa Lampuuk,
Kecamatan Lhok Nga, Aceh
Besar, sebagai sasaran
kunjungan. Helikopter AS
mendaratkan mereka dekat
satu-satunya bangunan yang
masih tersisa: mesjid besar
dengan tiga kubah. Penduduk
Lampuuk, dari semua 6.500
hanya tersisa 750
orang.
Mesjid
yang dikunjungi Bush dan
Clinton adalah Mesjid
Ramatullah, yang ada pada Mesjid Aceh Kebal
Tsunami - Part
2
Bush dan
Clinton tiba di Bandara Sultan
Iskandar Muda, Blang Bintang,
Banda Aceh, sekitar pukul
11.15 WIB dengan menggunakan
pesawat khusus bernomor 8002.
Di bandara, Bush dan Clinton
disambut Wakil Gubernur
Nanggroe Aceh Darussalam Azwar
Abubakar dan Menko Kesra Ali
Shihab.
Setelah
sekitar 15 menit berada di
Bandara Iskandar Muda, Bush
dan Clinton menumpang
helikopter T-860 Chinook
menuju ke Lampuuk, Kecamatan
Lhok Nga, Aceh Besar.
Rombongan dua mantan Presiden
negara Paman Sam ini, tiba di
Lampuuk sekitar pukul 11.50
WIB, dengan menggunakan tiga
helikopter Chinook dan satu
Seahawk.
Begitu
mendarat, mereka berjalan
ramai-ramai menemui kerumunan
warga yang sudah menunggu.
Selain Wagub Azwar Abubakar
dan Menko Kesra Alwi Shihab,
ikut pula dalam rombongan itu
Menteri Luar Negeri Indonesia
Hassan Wirajuda.
''Saya senang
Anda datang. Kami butuh
makanan, air bersih, dan
lain-lain,'' kata Akhi Sukri,
warga Lampuuk yang kehilangan
kedua orang tuanya, kepada
Bush dan
Clinton.
Seraya
berjabatan tangan dengan warga
setempat, Clinton mendekati
bocah usia 12 berkaos kuning
yang memegang bendera AS. Ia
menanyakan apa yang paling
bocah itu inginkan sekarang.
Jawab Aulia Rahman, nama anak
itu, ''Saya ingin sekolah.''
Aulia sendiri kini sudah tak
punya ayah lagi. Bersama adik
laki-lakinya, sang ayah
ditelan tsunami
Indonesia.
Clin
ton juga bersalaman dengan
Rahmayadi, 53. ''Anak dan
istri saya meninggal. Saya
belum menemukan jenazah
mereka. Sekarang hanya saya
dan dua putra saya,'' kata
Rahmayadi. ''Yang saya
inginkan sekarang adalah
rumah. Kami tak bisa terus
hidup di tenda. Saya akan
terus bersabar sampai ada yang
menolong kami,'' tambah
Rahmayadi.
Saya
belum pernah melihat hal
seperti ini seumur hidup
saya,'' kata Bush kepada
wartawan, selepas
bercengkerema dengan warga
Lampuuk.
Memang
sulit membayangkan dampak
mengerikan bencana di sini
jika Anda tidak melihat
langsung,'' kata Clinton,
seraya memandang tenda-tenda
warga setempat yang didirikan
di atas lokasi bekas rumah
lama
mereka.
Clinton
lantas bicara soal upaya
rekonstruksi Aceh. Katanya,
akan butuh 3 sampai 5 tahun
untuk melakkan rekonstruksi di
Aceh.
Menurut
Clinton, saat ini dunia
internasional sudah
menjanjikan bantuan 7 miliar
dolar bagi negara-negara
korban tsunami. Namun ia
memperkirakan masih dibutuhkan
tambahan 4-5 miliar dolar
untuk merehabilitasi rumah dan
jalan.
AS
sendiri hinggi kini baru
berkomitmen untuk menyumbang
950 juta dolar bagi korban
tsunami. Sedangkan untuk Aceh,
lewat USAID, AS baru
mengucurkan 40 juta dolar.
''Ini proyek terbesar kami,''
kata direktur operasi tsunami
USAID William Frej, yang ikut
rombongan
Bush-Clinton.
B
ush dan Clinton menyempatkan
diri pula untuk menengok
pasukan AS. Mereka terbang ke
USS Fort McHenry, yang masih
berada di perairan Aceh. Masih
ingat dengan kapal ini? Ini
adalah kapal yang pasang
bendera Indonesia terbalik: Bendera Putih
Merah di Kapal
AL-AS
Clint
on dan Bush ditunjuk Presiden
Geroge Bush sebagai duta
tsunami AS ke kawasan tsunami.
Sebelum ke Aceh, mereka telah
melawat ke Thailand. Sore
tadi, mereka sudah terbang
lagi ke Srilanka dan
Maladewa.
Sebel
um ke Lampuuk, Clinton dan
Bush bertemua SBY di Medan.
Kepada mereka SBY mengucapkan
terima kasih atas bantuan
pemerintah dan rakyat AS bagi
korban tsunami. Mereka bertiga
juga membicarakan kemungkin
korupsi atas bantuan asing.
Dan seperti biasanya, SBY
berjanji bantuan tsunami
takkan dikorupsi.
?afp/rtr/ap/ak/che
|