4:01 pm - Monday September 30, 1168

Hadapi MEA 2015, SDM Indonesia Harus Miliki SKKNI

Jakarta, Endonesia – Menghadapi pemberlakuan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015, sumber daya manusia Indonesia harus memiliki Standar Kompetensi Kerja Nasional (SKKNI). Hal ini sesuai Kepmenakertrans No. 307/ 2014 tentang Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Kategori Jasa Profesional, Ilmiah Dan Teknis Golongan Pokok Kegiatan Kantor Pusat Dan Konsultasi Manajemen Bidang Manajemen Sumberdaya Manusia.

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) DKI Jakarta merespon positif workshop dan sosialisasi standar kompetensi kerja nasional Indonesia (SKKNI) yang diselenggarakan PT Ekalavya Prima (Ekalavya). Pasalnya, SKKNI ini menjadi fondasi dan tolak ukur keunggulan daya saing dalam era globalisasi terutama dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015.

“SKNNI sangat baik dan harus disosialisasikan secara nasional kepada perusahaan-perusahaan khususnya perusahaan manufaktur, karena hal itu akan menjadi fondasi dan tolak ukur keunggulan daya saing kita di era globalisasi,”kata Ketua Bidang Advokasi Apindo DKI Jakarta Asep Sutarman di Jakarta, Jum’at 8 Mei 2015 dalam siaran persnya.

Hal yang sama juga disampaikan Sekretaris Apindo DKI Jakarta Dick Dick Sodikin. Dengan pelatihan SKKNI ini, ia optimis sumber daya manusia Indonesia dapat lebih kompeten dan profesional.

Single content advertisement top

“Dalam memasuki era kompetisi yang lebih keras, pelatihan SKKNI sangat tepat bersamaan dengan berlakunya MEA,”kata Dick Dick.

Sedangkan Fasilitator Workshop SKKNI yang juga HR Division Head at Indonesia Stock Exchange Mirna Kurniawati berkomitmen untuk menyiapkan sumber daya manusia Indonesia yang siap dalam menghadapi MEA 2015.

“Saya tergugah untuk memikirkan nasib bangsa ini dalam memasuki MEA 2015. Kesiapan yang kita lakukan dibanding negara tetangga seperti Malaysia,Thailand dan Philipina masih jauh tertinggal. Untuk itulah saya ingin memberikan dan berbagi ilmu dan pengalaman dengan rekan-rekan praktisi HR melalui pelatihan yang berbasis SKKNI ini guna memberikan exposure bagi mereka untuk dapat bersiap diri berkompetisi tidak hanya dengan rekan kerjanya, tenaga kerja di Indonesia tetapi juga mampu berkompetisi dengan pekerja di negara ASEAN,”terang Mirna.

Sementara itu, sebagai panitia penyelenggara, Direktur PT Ekalavya Prima (Ekalavya) Wina Suntiowangi mengatakan workshop Standar Kompetensi Kerja Nasional (SKKNI) merupakan workshop yang pertama kali dilakukan di Indonesia. Topik yang diangkat adalah Menyusun Uraian Jabatan / Job Description (SKKNI MSDM No M.701001.005.01).

Wina menjelaskan topik ini diangkat mengingat masih banyak praktisi SDM yang kesulitan untuk menyusun uraian jabatan secara tepat dan mudah, padahal uraian jabatan ini diperlukan setiap individu dalam organisasi sebagai titik awal untuk memberi kejelasan mengenai peran, tanggung jawab dan tugas-tugas kerjanya dalam organisasi.

“Tiada kinerja yang baik tanpa kejelasan apa yang perlu dikerjakan,”terangnya. (*)

Single content advertisement bottom
Don't miss the stories followPortal Berita Indonesia and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.

Selamat, Balikpapan Menjadi Kota Paling Dicintai di Dunia!

LG G4, Mengisi Ruang Kosong yang Ditinggalkan Kompetitor

Related posts