728x90 AdSpace

Latest News
Senin, 09 Februari 2015

Riset Kepemiluan Jalan Tengah Ketegangan Sistem Pemilu

Komisi Pemilihan Umum dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Selasa (2/2), meluncurkan institut riset kepemiluan yang disebut Electoral Research Institute (ERI). Lembaga riset ini diharapkan mampu memberikan masukan kepada para pihak dan bisa menjadi jalan tengah untuk mengurai sertiap ketegangan dalam menyusun desain pemilu yang sesuai dengan karakter demokrasi Indonesia.

Ketua Komisi Pemilihan Umum, Husni Kamil Manik, dalam sambutannya, mengatakan, penting bagi Indonesia untuk memiliki satu lembaga independen yang bisa membangun rasionalitas terkait kepemiluan. “Khusunya membangun khasanah keilmuan kepemiluan di Indonesia. Kami tau di Australia ada lembaga seperti itu,” kata Husni.

Gagasan ERI lahir dari komunikasi KPU Indonesia dengan KPU Australia (Australian Electoral Commission/AEC). “Ternyata teman-teman dari AEC menyambut baik gagasan ini dan bersedia memfasilitasinya. Namun ada kendala sangat teknis, yaitu KPU tidak dibenarkan mendapat bantuan luar negeri secara langsung, maka alternatifnya kami pilih LIPI sebagai mitra untuk bisa mengembangan lembaga ini,” kata Husni.

Kehadiran ERI diharapkan mampu memberi masukan secara independen terkait banyak hal menyangkut kepemiluan. Kebiasaan di Indonesia, satu analisis kepemiluan hanya dipertimbangkan dari aspek politik saja atau kepentingan praktis kekuasaan. Penilaian terhadap satu kualitas pemilu hanya menang-kalah, tak ada evaluasi atau masukan obyektif yang berguna untuk memperbaiki pemilu yang akan datang.

Pihak yang menang, kata Husni, menganggap penyelenggaraan pemilu bisa diterima, yang kalah memberi penilaian buruk. Bagi yang kalah tidak pernah menyatakan penyelenggaraan pemilu sudah baik, Indikatornya menang-kalah. KPU berpandangan perlu ada pandangan obyektif dan ilmiah yang bisa memberi catatan apa yang telah bagus diraih, apa kekurangannya, dan bagaimana peningkatan untuk pemilu di masa depan.

“Kami ingin dinilai secara obyektif sehingga ke depan, baik pihak yang berkewanangan membuat atau menyelenggarakan uu sama-sama berkontribusi meningkatkan kualitas pemilu,” kata Husni. Husni berharap, pembentukan lembaga ini bisa menjadi satu diktum dalam draf Rencana Jangka Panjang dan Menengah Indonesia.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Andrinof Chaniago, dalam pidato penutupan, mengatakan, lembaga riset semacam ERI sangat diperlukan agar cepat menyelesaikan ketegangan-ketegangan pemikiran.

“Tugas kita lembaga seperti LIPI, badan perencanaan, menyelesaikan ketegangan-keteganan itu dengan mengkaji secara menyeluruh dan komprehensif,” kata Andrinof. Suatu peraturan akan lebih langgeng kalau peraturan itu didasarkan pada penelitian dan kajian yang serius, bukan semata kepentingan politik dan kekuasaan.

Pakar kepemiluan, Ramlah Surbakti, mengatakan, ada dua peran ilmuwan politik yaitu sebagai ilmuwan murni dan sebagai desainer pemilu. Bedanya dengan dokter, kalau ada temuan obat bisa langsung diterapkan dokter ke pasiennya. Tapi jika di dunia kepemiluan, jika ada temuan sebuah sistem, tak bisa langsung diterpakan karena yang buat keputusan bukan ilmuwan politik tapi DPR.

“Di situ letak frustasi bagi ilmuwan politik, memerlukan stamina tinggi,” kata Ramlan. Ramlah mencontohkan, KPU pernah mengusulkan enam item persoalan ke DPR tapi taka da satu pun yang masuk dalam uu.

“Padahal pas ketemu dengan fraksi di DPR, kelihatannya bisa diterima, boleh berharap. Politisi itu kadang yang diomongkan di depan publik beda dengan di belakang,” kata Ramlan. Karena itu, lembaga penelitian kepemiluan, diharapkan bisa membangun sistem kepemiluan yang lebih baik dan diterima semua pihak.

Kepala LIPI, Iskandar Zulkarnaen, mengatakan, peluncuran ERI kemarin merupakan penegasan sikap dari LIPI bahwa pengembangan penelitian ini sangat penting. Apalagi, penelitian sistem kepemiluan yang nantinya akan bisa memberikan sumbangan kepada perjalanan demokrasi di Indonesia. (AMR)

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Posting Komentar

Item Reviewed: Riset Kepemiluan Jalan Tengah Ketegangan Sistem Pemilu Rating: 5 Reviewed By: Endonesia.COM