728x90 AdSpace

Latest News
Senin, 09 Februari 2015

Pilkada serentak : Sistem Data Pemilih Makin Canggih


Pemilihan kepala daerah, yang kini pelaksanaannya di bawah Komisi Pemilihan Umum, akan memaksimalkan peranan teknologi informasi sejak pendaftaran pemilih. KPU dipastikan akan memanfaatkan Sistem Informasi Data Pemilih (SIDALIH), yaitu sebuah sistem pendaftaran pemilih daring yang menjadi salah satu warisan berharga pada Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden 2014.

Ketua KPU, Husni Kamil Manik, dalam diskusi soal SIDALIH yang digelar di Media Centre KPU, Jakarta, Selasa (20/1), mengatakan, pihaknya telah menyiapkan tahapan penyelenggaraan pilkada agar lebih baik. “Lebih berkualitas dibanding dengan penyelenggaraan kegiatan sejenis dua periode terakhir 2005-2009 dan 2010-2014,” kata Husni.

Untuk mencapai target tersebut, berupaya memfasilitasi penyelenggaraan tahapan yang nantinya akan dilakukan KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota. “Kita akan berdayakan fasilitas yang telah digunakan secara lebih efektif dan efisien pada pemilu 2014 lalu, salah satunya fasilitas SIDALIH,” kata Husni.

Sidalih diklaim sebagai kompilasi basis data pemilih nasional terbesar di dunia, yang tergabung dalam satu basis data yang terintegrasi secara daring. Jika pada pemilu nasional yang lalu, operasinya secara menyeluruh di seluruh Indonesia, maka pada saat pilkada nanti akan dioperasionalkan secara parsial sesuai walayah penyelenggaraan pilkadanya.

Dengan penggunaan SIDALIH, para operator dengan cepat bisa menambah data baru, membuang data ganda, dan memperbaiki data secara daring. Pemilih juga diuntungkan karena secara cepat dan mandiri bisa mengecek apakah data dirinya sudah masuk dalam daftar pemilih atau belum.


“Tujuan KPU memfasilitasi daerah untuk menggunakan SIDALIH ini tidak hanya dalam target jangka pendek pilkada di masing-masing daerah, tapi juga tujuan jangka panjang agar pemutakhiran data pemilih dapat dilakukan secara berkala dan berkelanjutan,” kata Husni. Dengan cara seperti itu, untuk Pemilu 2019, data yang terbangun dalam lima tahun ini dapat langsung digunakan.

Tentu dengan kualitas data yang jauh lebih baik dibanding pemilu 2014. “Target ini akan tercapai manakala semua prosedur dan mekanisme yang dibangun hari ini dapat dijalankan secara konsisten dalam pilkada,” kata Husni.

Komisioner KPU Hadar Nafis Gumay sejumlah perbaikan teknis dan manajemen SIDALIH telah dilakukan KPU. Perbaikan tersebut antara lain analisis data Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) dari pemerintah daerah sebelum dimutakhirkan menjadi daftar pemilih sementara (DPS) versi KPU daerah.

KPU hanya akan meminta data penduduk potensial pemilih yang terdata sejak Pilpres pada 9 Juli 2014 hingga pemungutan suara untuk pilkada serentak pada 16 Desember 2015 nanti. KPU akan meminta DP4 hanya yang tambahan saja, jadi bukan keseluruhan daftar pemilih.

Data penduduk potensial tambahan akan dianalisis terlebih dahulu supaya bisa mengetahui permasalahannya sehingga yang ganda tidak akan tergabungkan. Setelah DP4 dianalisis, KPU kemudian menggabungkan data tersebut dengan daftar pemilih tetap (DPT) yang digunakan pada pelaksanaan Pilpres tahun lalu.

Penggabungan kedua data tersebut kemudian dimutakhirkan dengan pencocokan dan penelitian (coklit) oleh petugas panitia pemutakhiran pemilih (pantarlih) ke lapangan. Hasilnya akan diperoleh data pemilih sementara (DPS) untuk pilkada.

Beberapa fitur yang ada di dalam SIDALIH diataranya terkait pemutakhiran, tambah data, ubah data, dan saring data. Terkait panyusunan daftar pemilih, ada fitur membuat daftar pemilih yang bisa dilakukan per TPS atau satu desa/kelurahan/kampung. Fitur lain yaitu penetapan daftar pemilih, pencetakan dan pengumuman daftar pemilih. (AMR)
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

1 comments:

  1. Assalamualaikum.wr.wb. perkenalkan nama saya katiman dari surabaya kerja tki di malaysia, saat menulis ini saya teringat memory masa lalu..saya sangat tergugah hati melihat coretan hati yang bapak tulis. saya jadi teringat tentang masa-masa sulit dulu,karena iktiar dan usaha , seolah2 menjadi dendam bukan lagi motivasi, cuma satu tujuan saya pada saat bagaiman caranya untuk bangkit..singkat kata berbagai macam iktiar dan cara yang saya lalui, mengingat pada saat itu hutang saya 1,2m yang tidak sedikit, belum lagi bunga renternir yang bertambah. karena usaha, kesungguhan hati, akhirnya menemukan jalan /solusi . saya percaya ALLAH ITU TIDAK DIAM MAHA PENYAYANG , cobaan itu bukan lah ujian tapi hadiah yang tersilmut untuk kebahagiaan yang sebenar2nya. Bila butuh angka togel ghaib yg sudah kami buktikan hubungi MBAH WITJAKSONO DI 0852_2223_1459. ingat kesempat tidak akan datang untuk yang kedua kalinga KLIK=> BOCORAN ANGKA TOGEL 2D 3D 4D 6D

    BalasHapus

Item Reviewed: Pilkada serentak : Sistem Data Pemilih Makin Canggih Rating: 5 Reviewed By: Endonesia.COM