728x90 AdSpace

Latest News
Senin, 09 Februari 2015

Pilkada Serentak, KPU Usul Digelar Pertengahan 2016

Komisi Pemilihan Umum mengusulkan jika waktu pemungutan suara pemilihan kepala daerah jadi diundur hingga 2016, diharapkan bisa digelar pada pertengahan 2016, misal di bulan Mei. KPU merasa belum pernah diajak bicara soal penentuan bulan pelaksanaan pemungutan suara pemilihan kepala daerah.

Komisioner KPU, Hadar N Gumay, di Jakarta, Selasa (3/2), mengatakan, waktu KPU konsultasi ke DPR tidak pernah membicarakan detail pelaksanaan jadwal pilkada seperti itu. “Soal penentuan bulan pelaksanaan pilkada, tidak pernah ditanyakan dan kami tidak pernah mengusulkan. Kami hanya mengusulkan dalam rangka untuk menata siklus kepemiluan itu agar dilaksanakan di 2016,” katanya.

Jika jadi disepakati oleh fraksi-fraksi di DPR untuk digelar di bulan Februari, KPU menilai pelaksanaan di bulan Februari masih tanggung. Karena itu, Hadar mengusulkan agar waktunya lebih baik didorong agak ke pertengahan tahun. Alasannya, Februari itu masih musim hujan.

Misalnya, jika diundur sampai April-Mei, sekalipun nanti sampai ada dua putaran, masih tetap bisa selesai di tahun itu juga. “Jadi tidak akan menyebarang ditahun berikutnya. Pelantikan kepala daerah masih di 2016,” kata Hadar.

Persoalan lainnya, jika digelar pada Februari, ada kekhawatiran tak semua dana di tiap daerah sudah turun. “Ini melompati tahun anggaran yang kita kadang khawatir, soalnya masuk tahun anggaran baru, jadi ini patut dipertimbangkan,” kata Husni.
Kebut PKPU

Terlepas dari masalah itu, KPU selalu siap saja jika diminta menggelar pilkada kapan pun. Saat ini KPU sedang mengebut penyempurnaan semua rancangan Peraturan KPU yang berjumlah sekitar 10 PKPU agar bisa segera diselesaikan. Namun, memang ada kendala karena KPU tak bisa langsung menetapkan PKPU mengingat revisi UU masih berjalan di DPR.

“Kami kan diminta DPR untuk sementara menghentikan proses, jadi kami masih menunggu revisi selesai,” kata Hadar. Sebanyak 10 rancangan PKPU sedang dituntaskan agar selesai pada 17 Februari.
PPP setuju 2015

Kemarin, PPP versi Muktamar VIII Surabaya di bawah kepengurusan M Romahurmuziy mendatangi Badan Pengawas Pemilu. panggilan akrab Romahurmuziy, mengatakan pihaknya sedang mengkonsolidasikan dokumen-dokumen tentang proses perjalanan keabsahan PPP mulai dari muktamar di SBY sampai dengan Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM.

PPP kubu Romy juga sudah siap-siap jika pilkada akan dimulai tahapannya pada bulan depan. Karena itu, Romy juga menyerahkan susunan kepengurusan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) dan Dewan Pengurus Daerah (DPD) di seluruh Indonesia. Namun demikian, Romy lebih setuju jika pilkada digelar 2015, bukan di 2016.

“Sampai tadi malam sikap Demokrast, PPP, dan PDI-P masih mendorong pilkada serentak di 2015,” kata Romy. Alasannya, kalau pilkada serentak di 2016 maka akan ada 204 penjabat dan itu terlalu banyak, mencapai 40 persen dari pemerintahan. “Jika terlalu banyak penjabat itu akan menjadikan pelayanan publik itu timpang,” kata Romy.

Romy menegaskan, proses negosiasi waktu pilkada ini akan tetap berlangsung walaupun memang diakui mayoritas fraksi telah menyetujui pilkada di 2016. “Pemerintah belum bersikap. DPR juga belum karena belum sampai di paripurna. Masalah ini akan tuntas pada pekan ini dan pekan depan bisa bahas bersama pemerintah,” kata Romy.

Anggota Bawaslu, Nasrullah, mengimbau agar semua peserta pilkada segera mengkonsolidasikan diri, terutama bagi parpol yang masih memiliki konflik internal. “Bagi yang berkonflik, akan jauh lebih cantik apabila kedua kubu islah,” katanya.

Hanya dibutuhkan momentum yang tepat untuk menghubungkan kedua belah pihak yang bertikai. “Kalau itu terjadi kami di Bawaslu tentu tidak merasa kerepotan, KPU juga tidak akan dibuat repot, dengan seperti itu maka proses pilkada serentak bisa berjalan lebih baik,” kata Nasrullah. (AMR)
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Posting Komentar

Item Reviewed: Pilkada Serentak, KPU Usul Digelar Pertengahan 2016 Rating: 5 Reviewed By: Endonesia.COM