728x90 AdSpace

Latest News
Senin, 09 Februari 2015

Pilkada serentak : Koalisi Parpol Harus Konsisten Sejak Awal

Komisi Pemilihan Umum dalam rancangan Peraturan KPU mengingatkan partai politik dan gabungan partai politik yang akan mengikuti pemilihan kepala daerah, diharapkan konsisten membangun koalisi untuk mengajukan calon. Konsistensi harus dibangun sejak mengajukan bakal calon, mengikuti uji publik, hingga pendaftaran calon.

Komisioner KPU Hadar Nafis Gumay di Jakarta, Senin (19/1), mengatakan rancangan Perauran KPU dalam merumuskan syarat pendaftaran bakal calon didasarkan pada prinsip hubungan antara partai pengusung dengan calonnya agar lebih kuat. Diharapkan hubungan itu tak sekadar hubungan pragmatis, tapi lebih kuat dari itu hingga sampai ideologis.

KPU ingin membangun kualitas calon sejak awal. Pindah-pindah pasangan dengan alasan yang tak jelas sebaiknya dihindari. “Seharusnya pencalonan itu tidak berubah-ubah sejak bakal calon, uji publik, hingga pencalonan," kata Hadar.

Komisioner KPU, Arief Budiman, mengatakan, semua pihak harus konsisten sejak awal baik dari sisi koalisinya maupun calonnya. “Jika parpol atau gabungan parpol ketika uji publik bawa lima orang bakal calon, ya nantinya parpol atau gabungan paropol itu hanya bisa ambil salah satu dari lima orang itu ketika pendaftaran calon,” katnya.

Jika tak ada perubahan, dan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) No 1/2014 disetujui DPR, pendaftaran bakal calon akan digelar pada 26 Februari hingga 3 Maret 2015. Uji publik untuk bakal calon digelar 13 April hingga 12 Mei 2015, kemudian untuk pendaftaran calon 4 Agustus hingga 6 Agustus 2015, dan penetapan dan pengumuman pada 22 Agustus 2015.

Perppu No 1/2014 berbeda dengan tradisi pilkada sebelumnya. Kali ini mensyaratkan pendaftaran bakal calon dimulai enam bulan sebelum pendaftaran calon, dan di tengah-tengah itu atau tiga bulan sebelum pendaftaran calon, digelarlah uji publik bagi para bakal calon.

Ketua KPU, Husni Kamil Manik, mengatakan, konsekuensi dari prinsip konsistensi pendaftaran bakal calon hingga pendaftaran calon itu membuat persyaratan di kedua pendaftaran tersebut dibuat sama. Meskipun, disadari bahwa dokumen persyaratan di kedua pendaftaran tersebut berbeda satu sama lainnya.

“Bagi bakal calon yang akan lewat parpol, sudah harus konsolidasi internal partainya sejak sekarang apakah partainya memenuhi persyaratan minimal perolehan 20 kursi atau 25 persen suara dari sah pemilu DPRD lalu atau tidak,” kata Husni. Jika tak memenuhi persyaratan, maka harus segera berkoalisi dengan partai lain.

Dalam Perppu No 1/2014, hanya syarat pendaftaran calon yang diatur, sementara syarat pendaftaran bakal calon tak dijelaskan. Husni mengatakan, syarat pendaftaran bakal calon, akan diselaraskan dengan syarat pendaftaran calon.

Dalam rancangan PKPU soal pencalonan yang diterima Kompas, syarat pendaftaran bakal calon telah dibuat sama. Kecuali, syarat dukungan untuk pendaftaran bakal calon perseorangan yang mendapat keringanan yaitu hanya menyetor lima persen dukungan dari total dukungan yang seharusnya saat pendaftaran calon.

Komisioner KPU, Juri Ardiantoro, mengatakan, bakal calon perseorangan diharuskan melampirkan dukungan dari warga. “Harus sudah melampirkan dukungannya di pendaftaran bakal calon, paling tidak lima persen dari dukungan syarat calon. Kalau tidak diberi persyaratan, pendaftaran akan menjadi arena coba-coba,” kata Juri.

KPU mendorong format pengajuan bakal calon sama dengan pendaftaran calon. Partai atau gabungan partai harus konsisten dalam pengajuan calon.

“Kalau pendaftaran bakal calon itu tergabung di Partai A, B, C, maka di pendaftaran calon ya partai itulah yang akan mengusung. Sejak awal mereka harus sudah berkoalisi dalam pengajuan calon,” kata Juri.

(AMR)

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Posting Komentar

Item Reviewed: Pilkada serentak : Koalisi Parpol Harus Konsisten Sejak Awal Rating: 5 Reviewed By: Endonesia.COM