728x90 AdSpace

Latest News
Senin, 10 November 2014

Temu Relawan : Saatnya Kaum Disabilitas Tidak Sembunyi

Sudah sekian dekade kaum disabilitas merasakan diskriminasi di berbagai lini praktik demokrasi Indonesia, bahkan pada gawe demokrasi terbesar yaitu Pemilihan Umum. Mereka selama ini seolah disembunyikan, selain yang bersangkutan merasa malu dan malas untuk berpartisipasi.

Namun, pada Pemilihan Umum lalu, diskriminasi itu sedikit demi sedikit bisa dikikis dan tumbang berkat koordinasi berbagai pihak, antara penyandang disabilitas dengan penyelenggara pemilu. Semangat untuk bangkit seperti itu harus dipertahankan di masa depan.

Demikian hasil diskusi Temu Relawan Demokrasi Pusat Pemilihan Umum Akses Penyandang Cacat (PPUA Penca) yang digelar di Gedung Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS), di Jakarta, Rabu (5/11). Acara ini dihadiri para relawan demokrasi, dengan pembicara Ketua Umum PPUA Penca Ariani Soekanwo, Ketua Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta Sumarno, dan pengurus DNIKS Damanhuri Rosadi.

Harus diakui, pada pemilu terakhir, partisipasi kaum disabilitas dalam Pemilu sudah makin bagus dibanding periode sebelumnya. “Selama ini kaum disabilitas seolah disembunyikan, selain mereka sendiri malu, dan malas untuk datang mencoblos,” kata Ariani.

Kaum disabilitas sekarang sudah berani eksis dan tak malu menampilkan diri. “Mereka sudah tak malu, grup ini dukung calon A, grup itu dukung calon B,” kata Ariani.

Hal seperti itu berbeda dengan Pemilu sebelumnya. “Pada Pemilu 2004, ada penyandang disabilitas netra yang mau datang ke TPS dengan maksud untuk mencoblos, tapi sama panitia diberi uang receh suruh pulang,” kata Ariani.

Capaian sekarang termasuk bagus. KPU mulai memperhatikan aksesibilitas dalam mendesain TPS hingga pembuatan template braile untuk surat suara. “Terima kasih, kami memberi penghargaan tinggi pada KPU,” kata Ariani.

Pengurus DNIKS, Damanhuri Rosadi, mengatakan, ia menyaksikan sejak 2004 PPUA Penca begitu gigih memperjuangkan hak untuk kaum disabilitas dalam kancah politik. “Memperjuangkan hak, kewajiban, dan kesempatan yang sama agar ada kesetaraan,” katanya.

Ketua KPU DKI Jakarta, Sumarno, mengatakan, pada pemilu yang lalu KPU memang membuat lima relawan demokrasi, yang terdiri dari kelompok strategis di Indonesia yaitu perempuan, pemilih pemula, kelompok marginal, kelompok religius, dan kelompok disabilitas. “Tujuannya salah satunya meningkatkan partisipasi pemilih yang cenderung turun dari pemilu ke pemilu,” kata Sumarno.

Tiap kelompok kita minta memiliki relawan demokrasi yang nanti memberi semangat dan mengajak komunitas untuk aktif dalam pemilu. “Relawan penyandang disabilitas sangat aktif, hasilnya partisipasi pemilih lalu di DKI Jakarta meingkat,” kata Sumarno memberi contoh.

Tahun 2009, angka partisipasi pemilih di DKI Jakarta sebanyak 59 persen, dan pada 2014 naik menjadi 71 persen pada pemilu legislatif. Untuk pemilu presiden, angka partisipasi 2009 sebesar 69 persen, dan tahun 2014 sampai 73 persen.

“Target nasional 75 persen tapi untuk DKI Jakarta 70 persen itu sudah bagus. Peningkatan partisipasi itu salah satunya karena keterlibatan banyak pihak termasuk penyandang disabilitas,” kata Sumarno.

Sumarno berharap, sinergi penyelenggara pemilu dengan komunitas disabilitas diharapkan terus bisa ditingkatkan pada periode mendatang. Sumarno juga menekankan agar sistem daftar pemilih diperbaiki salah satunya dengan memastikan kolom jenis disabilitas diisi bagi penyandang disabilitas.

“Kendalanya memang belum sepenuhnya ada kesadaran para petugas di bawah. Misal bikin TPS yang secara tak sadar ternyata tak cocok untuk penyandang disabilitas,” kata Sumarno. Sumarno mengatakan, dari sisi aturan memang sudah ramah dan mengakomodasi kaum disabilitas, hanya tinggal sosialisasi pada petugas di bawah.

“Dari sisi aturan sudah eksplisit. KPU juga sudah menandatangani nota kesepahaman untuk pemilu akses. Hanya saja perlu komunikasi rutin.
Kalau ketemu langsung begini, kita menyadari betul pentingnya menyediakan infrastruktur yang ramah bagi penyandang disabilitas,” kata Sumarno. (AMR)
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Posting Komentar

Item Reviewed: Temu Relawan : Saatnya Kaum Disabilitas Tidak Sembunyi Rating: 5 Reviewed By: Endonesia.COM