728x90 AdSpace

Latest News
Senin, 10 November 2014

Pilkada Serentak : Sedikitnya 204 Daerah Gelar Pilkada 2015


Jika tak ada perubahan dalam sisi peraturan perundang-undangan, pada 2015 nanti akan ada 2014 daerah yang akan menggelar pemilihan kepala daerah serentak. Jumlah yang begitu banyak dan butuh persiapan ekstra keras, karena itu KPU berharap mendapatkan kepastian hukum hingga tanpa terganggu gonjang-ganjing politik di parlemen.

“Selain daerah yang akhir masa jabatan kepala daerahnya akan berakhir, 18 daerah otonomi baru juga akan menggelar pilkada 2015,” kata Komisioner KPU, Hadar N Gumay, di Jakarta, Rabu (5/11). Dari jumlah 204 daerah tersebut, terdiri dari 197 kabupaten/kota dan tujuh provinsi.
Sebelumnya disebutkan, KPU akan menggelar Pilkada serentak pada 2015 untuk 188 daerah yang masa jabatan kepala daerahnya akan berakhir pada 2015. Tetapi, ternyata KPU belum menghitung jumlah daerah otonom baru (DOB) hasil pemekaran sejak 2012 hingga 2014.
Setidaknya akan ada 10 peraturan KPU yang dibuat untuk pelaksanaan Pilkada 2015. Di akhir tahun 2014, KPU diharapkan sudah bisa menyelesaikan tiga PKPU yaitu Pedoman Penyusunan Tahapan, Program dan Jadwal Penyelenggaraan Pilkada; Pedoman tata Cara Pemutakhiran Data dan Daftar Pemilih dalam Pilkada; dan Pedoman Teknis Pencalonan Pilkada.
KPU telah mengagendakan pertemuan dengan berbagai pihak pada pekan depan untuk memperjelas berbagai persoalan terkait Pilkada. Salah satu yang perlu diperjelas adalah bagaimana mekanisme uji publik harus dijalankan Komisi Pemilihan Umum, juga bagaimana mekanisme penyelesaian sengketanya.

Pertemuan ini perlu segera dilakukan karena masih banyak detail terkait Pilkada yang belum jelas, meskipun sudah ada Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No 1/2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota.
Komisioner KPU, Juri Ardiantoro, mengatakan, banyak persoalan Pilkada yang bersentuhan dengan institusi lain sehingga perlu diperjelas. “Minggu depan pertemuan dengan institusi yang terkait Pilkada,” katanya.
Pertemuan yang mendesak terutama dengan Kementerian Dalam Negeri terkait berbagai persoalan substansi yang belum jelas, misal soal mekanisme uji publik. “Kalau terkait Kementerian Keuangan terkait prosedur penganggaran, sedangkan dengan Mahkamah Konstitusi soal sengketa hasil,” kata Juri.
Bulan krusial
Juri mengatakan, bulan-bulan ini hingga Januari sangat krusial bagi KPU untuk mendapatkan kepastian hukum terkait pelaksanaan Pilkada langsung pada 2015 nanti. “Kalau dari sisi aturan, kami sudah mendapat kepastian hukum karena sudah ada Perppu No 1/2014, tapi dari sisi politik masih belum pasti,” katanya.

Dua hal yang belum pasti adalah terkait gugatan ke MK terhadap Perppu tersebut, dan juga kemungkinan ada penolakan dari DPR terkait Perppu. “Ya, sebagai pelaksana undang-undang, kami akan melaksanakan apa kata undang-undang,” kata Juri.

Dalam Perppu, persiapan untuk Pilkada hingga menjangkau Pilkada putaran kedua dan sengketanya, mencapai 12 bulan. Dengan demikian, Januari 2015 nanti mau tidak mau KPU harus sudah memulai tahapan yaitu proses penjaringan bakal calon.

Januari pengajuan bakal calon, Maret sudah bisa uji publik, dan kemudian Juni/Juli bisa dimulai pendaftaran calon. “Itu dengan asumsi, September 2015 sudah pemungutan suara,” kata Juri.

September adalah bulan terakhir yang memungkinkan untuk pemungutan suara, lewat dari bulan itu maka calon terpilih terancam tak bisa dilantik pada akhir 2015. Begitu banyak persoalan ketidakpastian yang masih melilit KPU, padahal tahapannya akan sangat panjang.

“Minggu depan kami akan ada pertemuan dengan institusi yang terkait Pilkada.
Yang mendesak pertemuan dengan Kemendagri, Kemenkeu, dan Mahkamah Agung,” kata Juri. Juri berharap, pertemuan itu akan menghasilkan kepastian bagi KPU agar bisa mendesain tahapan Pilkada yang dimulai Januari 2015. (AMR)
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Posting Komentar

Item Reviewed: Pilkada Serentak : Sedikitnya 204 Daerah Gelar Pilkada 2015 Rating: 5 Reviewed By: Endonesia.COM