728x90 AdSpace

Latest News
Jumat, 05 September 2014

Netizen Kecam Vonis Atut

Media sosial semakin kritis melihat persoalan hukum Indonesia. Ketika Ratu Atut Gubernur Banten Non-aktif menerima vonis dari majelis Hakim Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) hanya 4 tahun penjara dan denda Rp 250 juta subsider 5 bulan kurungan, mereka ikut teriak menyatakan ketidakadilan atas vonis itu.

Atur diseret ke Pengadilan Tipikor atas keterlibatan dirinya dalam kasus suap ketua MK dalam sengketa pilkada kabupaten Lebak tahun 2013 yang juga turut menyeret adiknya. Mesin Politicawave berhasil memantau percakapan di sosial media terkait vonis Ratu Atut dan reaksi netizen pada periode 1 – 3 September . Total percakapan selama periode tersebut adalah sebesar 10,159 percakapan.

Puncak Percakapan terjadi pada tanggal 1 September dengan 7,345 percakapan. Sejak pagi hari antusiasme netizen menunggu hasil vonis sudah meninggi, hal tersebut juga diramaikan dengan pemberitaan diberbagai media yang secara intens memberitakan suasana dan jalannya persidangan tersebut. "Penetapan vonis 4 tahun penjara Ratu Atut yang jauh dari tuntutan jaksa penuntut umum yakni 10 tahun penjara sontak menimbulkan gelombang protes yang luar biasa karena hukuman tersebut dirasa terlalu ringan dan tidak menimbulkan efek jera bagi koruptor," kata Yose Rizal, pendiri Politicawave.

Selain protes dari KPK, ICW, perkumpulan mahasiswa Banten dan sejumlah organisasi politik serta ormas yang banyak diberitakan di media, hasil vonis ini mengundang reaksi netizen yang dituangkan di berbagai kanal sosial media. Secara general reaksi netizen tersebut terbagi atas tiga reaksi.

Reaksi yang pertama adalah netizen yang merasa kesal atau kecewa dengan vonis hukuman yang dianggap terlalu ringan seperti yang dituangkan oleh para kaskuser di forum kaskus, salah satunya adalah thread yang berjudul “[Enak bener jadi koruptor] Vonis tak Patut Ratu Atut” yang juga banyak di share kembali di twitter. Di twitter sendiri, reaksi ini pun yang paling banyak ditemukan seperti dari akun twitter pseudonym yang selama ini aktif terlibat percakapan politik @kurawa yang menginginkan hukuman 20 tahun bagi Ratu Atut, hal yang sama juga diungkapkan oleh akun @didinu dan banyak akun lainnya. Akun @imanbr memposting tweet yang cukup menarik perhatian netizen yakni “4 tahun vonis buat Ratu Atut. Dengan remisi dan segalanya, mungkin jatuhnya 2,5 tahun”

Reaksi yang kedua adalah dimana netizen membandingkan lamanya hukuman yang diterima Ratu Atut dan perbandingannya dengan kasus - kasus kejahatan lainnya. Seperti akun @ikmalpa dengan kicauannya yang berbunyi “Ratu atut di vonis 4 tahun florence di tuntut 5 tahun .. oh indonesia alangkah lucu nya negeri ini ..” atau seperti dari akun @rizkimauludin “Ratu Atut si Ratu Korupsi Indonesia di vonis 4 tahun penjara, orang nyuri susu utk minum anak nya di vonis 5 tahun penjara. This is Indonesia meeen”. Ketidakadilan ini juga dirasakan oleh simpatisan dari Partai Keadilan Sejahtera yang dituangkan dalam tulisan artikel di blog PKS Piyungan yang membandingkan antara hukuman yang diterima oleh Ratu Atut dan Mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq.(LHI) yang berjudul Vonis Atut Lebih Ringan Daripada LHI. Keadilan Ini Milik Siapa?

Reaksi netizen yang ketiga dan banyak didukung oleh masyarakat serta public figures dengan lebih dari 1.200 tweet adalah dukungan terhadap rencana banding yang akan dilakukan oleh KPK. @ernestprakarsa menuliskan Yes dengan huruf capital untuk share berita yang bertajuk “KPK tidak terima dengan vonis Atut yang cuma 4 tahun karena melukai rakyat" dan mendapat retweet sebanyak 47 kali salah satunya oleh putri Gus Dur melalui akun twitternya @alissawahid.

"Reaksi netizen di sosial media menunjukan bahwa netizen Indonesia menaruh perhatian besar pada upaya pemberantasan Korupsi," kata Yose. Antusiasme netizen sudah terasa sejak pagi menjelang vonis tersebut dibacakan dan kemudian lebih dari 90% netizen merasa kecewa dan tidak setuju atas vonis Ratu Atut yang dinilai terlalu ringan baik dibandingkan dengan kerugian yang ditimbulkan maupun jika dibandingkan dengan hukuman untuk tindak kejahatan lainnya yang biasa dilakukan karena desakan ekonomi dan kebutuhan hidup. (AMR)




  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Posting Komentar

Item Reviewed: Netizen Kecam Vonis Atut Rating: 5 Reviewed By: Endonesia.COM