728x90 AdSpace

Latest News
Jumat, 04 Juli 2014

Tak Masuk Daftar Pemilih, Tak Hangus Haknya


Kemarin adalah hari terakhir bagi warga yang tak terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk bisa melapor ke Panitia Pemungutan Suara (PPS) tingkat desa/kelurahan agar masuk dalam daftar pemilih versi Daftar Pemilih Khusus (DPK). Namun, bagi mereka yang hingga kemarin tak juga tercatat dalam DPT maupun DPK, Komisi Pemilihan Umum memastikan hak memilih mereka tak akan hangus.

Komisi Pemilihan Umum menjamin, hak memilih bagi warga, walaupun sudah tak masuk dalam DPK apalagi DPT. “Mereka masih bisa mendaftar dalam Daftar Pemilih Khusus Tambahan (DPKTb),” kata Komisioner KPU, Ferry Kurnia Rizkiyansyah, di Jakarta, Rabu (25/6).

Caranya, dengan langsung datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) tempat warga tersebut tinggal sesuai alamat RT/RW yang ada di KTP atau identitas lain. Ketentuan tentang DPK dan DPKTb sebenarnya tak ada dalam Undang-Undang Pemilu Presiden dan Wakil Presiden. Namun, KPU berdasarkan kewenangan atributif untuk mengatur Pemilu, telah membuat Peraturan KPU yang lebih menjamin hak memilih warga dengan berbagai kondisi.

Dalam PKPU No 19/2014 tentang Pemungutan dan Penghitungan Suara di TPS dalam Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2014 Pasal 11, disebutkan tentang pemilih khusus tambahan. Namun demikian, Ferry mengatakan bahwa pemilih khusus tambahan memiliki beberapa batasan dan ketentuan yang harus diperhatikan.

Pasal 11 ayat (2) PKPU No 19/2014, mengatur rinci tiga ketentuan untuk pemilih khusus tambahan. Pertama, disebutkan mereka memberikan memberikan suara pada hari dan tanggal pemungutan suara di TPS yang berada di wilayah RT/RW atau nama lain sesuai dengan alamat yang tertera dalam KTP atau identitas lain atau Paspor. Pemilih khusus tambahan tak bisa menggunakan hak pilihnya di daerah lain di luar domisilinya.

Karena itu, warga perantauan yang tak terdaftar dalam DPT maupun DPK, maka dipastikan tak bisa memilih di tempat perantauan. Para perantau hanya bisa memilih di tempat perantauan jika dia terdata dalam DPT dan kemudian mengurus formulir pindah memilih atau biasa disebut formulir A5.

Ketentuan kedua untuk pemilih khusus tambahan adalah mendaftarkan diri di TPS kepada Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di TPS tempat domisilinya dengan menunjukkan KTP atau identitas lain atau Paspor. “Ketiga, pemilih khusus tambahan dibatasi hanya memberikan suara di TPS waktunya satu jam sebelum berakhirnya pemungutan suara,” kata Ferry.


Dalam catatan Kompas, di beberapa tempat, misalnya ketika Pemilu di luar negeri, tepatnya di Hongkong, ketentuan soal batasan waktu tersebut membuat antrean panjang karena pemilih khusus tambahan jumlahnya terlalu banyak. Banyak yang akhirnya memutuskan tidak menggunakan hak pilihnya karena panjangnya antrean. (AMR)



  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Poskan Komentar

Item Reviewed: Tak Masuk Daftar Pemilih, Tak Hangus Haknya Rating: 5 Reviewed By: Endonesia.COM