728x90 AdSpace

Latest News
Jumat, 04 Juli 2014

Pilpres Lebih Sederhana, Masyarakat Diajak Memantau

Komisi Pemilihan Umum mengajak masyarakat luas untuk bisa ikut memantau pelaksanaan pemungutan suara hingga rekapitulasi suara di tingkat desa/kelurahan dan tingkat kecamatan. Pemilu Presiden kali ini jauh lebih sederhana dibanding pemilu legislatif lalu, jadi masyarakat akan mudah mengendus adanya kecurangan dan diharapkan semua pihak tidak “menabung” masalah di tingkat pusat.

Hal itu disampaikan Ketua KPU, Husni Kamil Manik, di Jakarta, Rabu (2/7). Husni mengatakan, waktu pemilu legislatif Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) tingkat TPS harus membuat ratusan lembar dokumen. Prosesnya lama dan rumit, membutuhkan ketelitian, sehingga jika tak benar-benar konsentrasi bisa menimbulkan kesalahan.

“Di Pileg, KPPS harus mengisi formulir ratusan lembar dan tidak dibenarkan mengisinya dari saksi. Sekarang untuk pilpres ini hanya ada sekitar 28 lembar yang diisi KPPS, jadi jauh lebih simpel,” kata Husni.

Dokumen utama yang diisi hanya adaalah dokumen C yang terdiri dari tujuh paket. Yaitu dua untuk saksi dari dua pasangan calon, satu ke pengawas, satu untuk diumumkan, satu berhologram, satu dikirim ke PPS, satu dikirim ke kabupaten/kota untuk dipindak. “Yang lama nanti untuk mengisi sertifikat rekapitulasi suaranya, kalau untuk perolehan suaranya kan hanya ada dua kandidat,” kata Husni.

Dengan pekerjaan yang sederhana demikian, masyarakat yang berpartisipasi mengawasi akan mudah mengerti jika ada kecurangan. “Kita berharap dengan simpelnya dokumen yang nanti diisi KPPS maka baik masyarakat, pengawasm dan saksi, harus diperkuat untuk mengimbangi kinerja penyelenggara pemilu,” kata Husni.

KPU merasa terbantu dengan penguatasn saksi-saksi kali ini karena bisa langsung mengontrol kinerja penyelenggara di tingkat bawah. “Sejak awal komitmen kami sebagai penyelenggara pemilu, penyelenggara harus memposisikan diri netral tidak memihak dan independen, tidak bisa ditekan oleh kekuatan politik maupun uang dan profesional, harus mampu melayani para pihak dan pemilih,” kata Husni.

Kehadiran masyarakat yang ingin memantau, pengawas, dan saksi dari dua kubu kandidat, diharapkan bisa mengawasi hingga proses rekapitulasi suara di PPS dan PPK sehingga tak ada lagi kecurangan atau usaha transaksi suara. Karena itu, KPU yakin pada Pilpres kali ini, kecurangan yang diindikasikan bisa lebih banyak lagi diredam dan dikurangi.

“Masyarakat tak hanya awasi waktu pemungutan suara tapi juga waktu rekapitulasi di PPS dan PPK, untuk memastikan suara dari TPS terjaga kemurniannya hingga PPS dan PPK,” kata Husni. Jangan hanya para saksi dan tim kampanye dari pasangan calon saja yang menungguinya hingga rekapitulasi PPS dan PPK.

Koordinasi Bawaslu
KPU mengaku mengintensifkan koordinasi dengan Bawaslu dengan melakukan berbagai rapat koordinasi untuk memperkuat pemahaman kerja di tiap tingkatan. “Agar masukan dari masyarakat dan temuan Panitia Pengawas di lapangan sejak awal bisa diakomodasi dan bisa dilakukan koreksi sesuai dengan tingkatannya,” kata Husni.

Jangan sampai, masalah yang ada ditumpuk dan ditabung di tingkat pusat. “Kalau ada kejadian di TPS ya diselesaikan di TPS. Misalnya ada penolakan pemiliih yang berhak memilih, ya selesaikan di sana,” kata Husni.

Kalau ada temuan rekapitulasi di PPS maka temuan itu harus ditindaklanjuti oleh PPS dengan membuktikan yang direkap sesuai dengan C1 dan C1 plano. “C1 plano harus dibuka. Kalo ada C1 yang diperbaiki atau berubah, karena secara faktual dibandingkan dengan C1 plano, maka pembetulan itu dibenarkan,” kata Husni.

Dengan catatatn di berita acara nantinya ditulis apa yang diperbaiki itu. “Ada notulensi atau pencatatan khusus sehingga kalau ada yang keberatan di PPK bisa dibuka masalahnya. Ini komitmen kita dengan Bawaslu,” kata Husni.

Rekomendasi dari Panwaslu dan Bawaslu juga diharapkan tidak keluar setelah penetapan, tapi sebelum penetapan sehingga kasus yang ada tidak menumpuk di atas. “Jangan sampai kita menabung kasus di bawah, di pusat nanti tinggal benar-benar merekap suara, bukan lagi mempersoalkan hal-hal yang harusnya bisa diselesaikan di tingkatan masing-masing. Jangan menumpuk masalah,” kata Husni. (AMR)
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Posting Komentar

Item Reviewed: Pilpres Lebih Sederhana, Masyarakat Diajak Memantau Rating: 5 Reviewed By: Endonesia.COM