728x90 AdSpace

Latest News
Jumat, 04 Juli 2014

Perang Kampanye Via Tagar di Media Sosial

Pekerja Seni Adu Tagar Kampanye di Media Sosial

Hingga Kamis (3/7) malam, di media sosial terutama Twitter, terus diwarnai adu kencang beberapa tagar yang mengeksprasikan kampanye dari dua kubu pasangan calon presiden dan wakil presiden Indonesai. Praktis dalam dua hari terakhir, jagat mayantara Twitter diambil alih oleh para netizen Indonesia.

Kamis pukul 21.20, tiga tagar yang masih bertengger di trending topic dunia adalah #AkhirnyaMilihJokowi, #CoblosNomor1_PrabowoHatta, dan #PilihNo2_utkNKRIJujur. Hal yang fenomenal, tagar #AkhirnyaMilihJokowi telah bertengger menjadi topik terhangat dunia sejak Kamis siang hingga Jumat malam, dengan posisinya yang bervariasi tak selalu di nomor 1.

Di hari kedua, tagar #AkhirnyaMilihJokowi masih bertahan menjadi trending topic dunia hingga Jumat (4/7) malam pukul 19.00 di posisi ketiga, sesuatu yang sulit dicapai oleh kampanye tagar manapun di dunia. Kali ini didampingi tagar lain yaitu #PilihNo2_utkNKRICerdas yang berada di posisi pertama.  Sedangkan tagar #CoblosNomor1_PrabowoHatta sudah tak terpantau jadi trending topic dunia lagi pada Jumat malam.

Jika dianalisis tagar #AkhirnyaMilihJokowi, maka akan bertaburan akun-akun pekerja seni Indonesia yang mengekspresikan pilihannya pada pasangan calon nomor 2. Dari catatan sepanjang kampanye Pilpres, inilah hujan dukungan untuk nomor 2 yang tampak bekerja rapi terorganisir yang datang dari akun-akun dengan jumlah pengikut ukuran besar.

Sebelumnya, dalam kampanye “I Stand on The Right Side”, aliran percakapan tak sederas dan selancar #AkhirnyaMilihJokowi. Walaupun bukan akun yang memiliiki jumlah pengikut terbanyak dalam kampanye ini, tampak akun @jokoanwar milik Joko Anwar, seorang sutradara film, menjadi “jenderal perang” dalam kampanye ini.

Dalam analisisi peta jaringan percakapan menggunakan MentionMapp, #AkhirnyaMilihJokowi mendapat energi berlimpah dari para selebritas lain seperti @MirLes, @rezariri, @andienaisyah, @SophiaLatjuba,  @ringgoagus, @afgansyah_reza, @septriasa_acha, @omeshomesh, @gitagut.

“Terharu. Semakin keras fitnah terhadap Jokowi, justru makin byk yg dukung #AkhirnyaMilihJokowi - Indonesia luar biasa!,” begitu kicau @MirLes, produser film Mira Lesmana, yang diteruskan Joko Anwar.

Penyanyi Andien tampak malu-malu mengakuinya. “Ok, saya akan mengaku sebelum saya nyesel saya nggak pernah mengakui :) The truth is.. Saya.. #AkhirnyaMilihJokowi ... *lega* :'),” katanya.

Akun @sherinasinna milik penyanyi muda Sherina Munaf, tampak hanya sekali menyumbang percakapan namun dampaknya mampu melambungkan tagar tersebut karena jumlah pengikut Sherina 7,8 juta lebih. “Udah nggak jamannya anak muda apatis sama negara. Yuk! Saya #AkhirnyaMilihJokowi,” kicau Sherina yang diteruskan oleh lebih dari 4.900 pengikutnya.

Penyanyi Afgan dengan akun @afgansyah_reza, yang memiliki 6,5 juta lebih pengikut juga ambil bagian dalam kampanye ini. “Dia bukan pemimpin yang cuma ngasih janji, dia berhasil bikin gw pengen ikut turun tangan buat memperbaiki indonesia,” kicaunya yang diteruskan 5.700 lebih pengikutnya.


Menggunakan analisis Hash Tracking, tagar #AkhirnyaMilihJokowi menjangkau hingga lebih dari 1.473.027 pengguna Twitter. Sedangkan #CoblosNomor1_PrabowoHatta menjangkau 140.669 pengguna.  Data ini diambil hingga Jumat malam.

Jika dibandingkan antara dua tagar yang sedang bersaing itu, tampak bahwa tagar #CoblosNomor1_PrabowoHatta disumbangkan oleh percakapan yang tidak natural. Beberapa percakapan sengaja dikirimkan berkali-kali untuk memanen kuantitas percakapan dan tampak sebagian disumbangkan oleh bot.

Kedua percapakan dan analisis tagar ini bisa dibandingkan di http://goo.gl/9B2JIT untuk tagar #AkhirnyaMilihJokowi dan di http://goo.gl/nGZzlB untuk #CoblosNomor1_PrabowoHatta.

Kampanye tagar kebanyakan diinisiasi para relawan yang bukan berasal dari tim sukses resmi, namun dampaknya bisa menjalar seperti virus di dunia maya dan mendulang sentimen positif. Beberapa kampanye yang dibuat tim sukses resmi, misalnya ajakan penyerbuan studio TV One, justru di dunia media sosial berbalik arah menuai sentimen negatif.  (Dikutip dari AmirSodikin.com)
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Posting Komentar

Item Reviewed: Perang Kampanye Via Tagar di Media Sosial Rating: 5 Reviewed By: Endonesia.COM