728x90 AdSpace

Latest News
Jumat, 13 Juni 2014

KPU Tetapkan DPT Pilpres 190.307.134 Orang

Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) menetapkan rekapitulasi daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu Presiden dan Wakil Presiden secara nasional, Jumat (13/6). Jumlah DPT dalam negeri dan luar negeri Pemilu Presiden dan Wakil Presiden ditetapkan sebanyak 190.307.134. Pemilih dalam negeri sebanyak 188.268.423 orang dan pemilih luar negeri sebanyak 2.038.711 orang.

"Kami mengapresiasi semua pihak yang turut mengawal, mengawasi, mengkritisi dan memberi masukan dalam tahapan penyusunan DPT Pemilu Presiden dan Wakil Presiden," terang Ketua KPU RI Husni Kamil Manik saat penetapan DPT. Penetapan rekapitulasi DPT Pilpres secara nasional dituangkan dalam Surat Keputusan KPU Nomor 477/Kpts/KPU/VI/2014.

Selain menetapkan DPT, KPU juga menetapkan jumlah badan penyelenggara ad hoc (sementara) yakni 6.980 Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), 81.142 Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan 478.838 tempat pemungutan suara (TPS). Pengurangan jumlah TPS terjadi karena adanya penggabungan TPS di sejumlah tempat. Sesuai Undang Undang Nomor 42 Tahun 2008, alokasi pemilih per TPS maksimal 800 orang.

Husni menerangkan terdapat dua provinsi yang jumlah DPT-nya menurun dan 31 provinsi DPT-nya naik. Tetapi kenaikan dan penurunan jumlah DPT itu tidak signifikan. Perubahan DPT Pemilu Presiden dan Wakil Presiden dari Pemilu Anggota DPR, DPD dan DPRD terjadi karena ada pemilih meninggal dunia, pindah domisili, menjadi TNI/Polri atau pensiun dari TNI/Polri, dan pemilih baru yang berusia 17 tahun dari 10 April 2014 sampai 9 Juli 2014.

Pemilih yang belum terakomodir dalam DPT tetapi memenuhi syarat untuk memilih dapat diakomodir dalam daftar pemilih khusus (DPK) dan daftar pemilih khusus tambahan (DPKTB). DPK ditetapkan KPU Provinsi paling lambat 7 hari sebelum pemungutan suara.

Husni mengatakan semua catatan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sudah disampaikan ke penyelenggara Pemilu di tingkat bawah untuk ditindaklanjuti. KPU, kata Husni, akan memberikan soft file DPT Pemilu Presiden dan Wakil Presiden kepada tim kampanye dua pasangan calon presiden dan calon wakil presiden.

"Nanti dapat dibandingkan dan dicermati lagi perubahan data pemilih antar Pemilu DPR, DPD dan DPRD dengan data Pemilu Presiden dan Wakil Presiden yang sudah kita tetapkan. DPT yang sudah ditetapkan dapat diakses oleh publik dari web site KPU," ujarnya.

Sebelumnya, kata Husni, ketika daftar pemilih masih berstatus daftar pemilih sementara hasil perbaikan (DPS HP), KPU di tingkat kabupaten/kota telah menyerahkan soft file DPSHP kepada tim kampanye kedua pasangan calon di setiap KPU kabupaten/kota. "Hanya saja waktu tahapan penyerahan DPS HP itu, masih ada tim kampanye kedua pasangan calon yang belum terbentuk di tingkat kabupaten/kota," ujarnya.

Husni menerangkan sumber DPT Pemilu Presiden dan Wakil Presiden bersumber dari empat komponen data yakni DPT, DPK dan DPK TB Pemilu Anggota DPR, DPD dan DPRD serta pemilih baru. Jumlah DPK dan DPKTB Pemilu Anggota DPR, DPD dan DPRD masing-masing sebanyak 923.870 orang dan 2.742.255 orang.

Dalam penyusunan DPT, kata Husni, KPU tetap menggunakan sistem informasi data pemilih (sidalih). KPU tetap menggunakan sidalih meski tidak diperintahkan Undang Undang Nomor 42 Tahun 2008. Hal itu dilakukan untuk menjaga dan meningkatkan kualitas serta keberlangsungan pengolahan dan penyusunan DPT. "Jika ada kekurangan dan masukan terhadap DPT yang sudah ditetapkan tetap akan dilakukan perbaikan melalui mekanisme penyusunan DPK ," ujarnya.

Ketua Bawaslu Muhammad mengapresiasi kinerja penyelenggara dalam penyusunan daftar pemilih untuk Pemilu Presiden dan Wakil Presiden. Muhammad mengatakan sebagian besar KPU Kabupaten/Kota dalam menetapkan DPT sudah tepat prosedur.

Komisioner KPU RI yang membidangi perencanaan, data, hubungan antar lembaga dan hubungan masyarakat Ferry Kurnia Rizkiyansyah mengatakan proses penetapan DPT Pemilu Presiden dan Wakil Presiden telah melalui serangkaian tahapan.

Tahapan pertama ; koordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri untuk mendapatkan data dari pemerintah berupa tambahan jumlah penduduk yang memenuhi syarat sebagai pemilih. "KPU menerima data tambahan tersebut sebanyak 3,1 juta," ujar Ferry. Data tambahan ini adalah penduduk yang telah berusia 17 tahun dari tanggal 10 April 2014 sampai 9 Juli 2014.

Data tambahan ini selanjutnya dikirim ke setiap KPU Kabupaten/Kota dengan menggunakan sidalih untuk dilakukan pencocokan dan penelitian (coklit) oleh Panitia Pemungutan Suara (PPS). Tahap kedua ; KPU menetapkan daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu Anggota DPR, DPD dan DPRD sebagai daftar pemilih sementara (DPS) Pemilu Presiden dan Wakil Presiden.

Tahap ketiga ; pemutakhiran data pemilih dan penyusunan daftar pemilih. Pemutakhiran data pemilih dilakukan oleh PPS dengan melakukan coklit ke lapangan. Ada sejumlah jenis data yang dicoklit ke lapangan yakni DPK, DPK TB dan data tambahan dari Kementerian Dalam Negeri sebanyak 3,1 juta.

Tahap keempat ; penetapan DPS HP dan pengumuman DPS HP kepada masyarakat oleh PPS. DPS HP diumumkan ke publik secara luas. Tahapan kelima ; perbaikan DPS HP, penetapan dan rekapitulasi DPT. Perbaikan dilakukan berdasarkan masukan dan tanggapan masyarakat. (*)

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Poskan Komentar

Item Reviewed: KPU Tetapkan DPT Pilpres 190.307.134 Orang Rating: 5 Reviewed By: Endonesia.COM