728x90 AdSpace

Latest News
Rabu, 11 Juni 2014

KPU Evaluasi Setiap Debat

Komisi Pemilihan Umum akan mengevaluasi setiap selesai debat pasangan calon presiden dan wakil presiden. Berdasarkan evaluasi pada debat pasangan capres dan cawapres pertama, KPU berjanji akan memperbaiki sejumlah kekurangan.

Komisioner KPU, Arief Budiman, di Jakarta, Selasa (10/6), mengatakan pihaknya akan melakukan evaluasi. “Apa yang baik akan kami pertahankan dan tentu yang kurang baik kami sempurnakan. Kita tunggu masukan dari banyak pihak, tim pasangan calon, juga dari catatan kita,” kata Arief.

Diakui pada debat pertama ini banyak masukan namun KPU tak menganggap hasilnya buruk. Termasuk bagaimana mencari moderator yang berkualitas, independen, dan disepakati semua kubu pasangan calon.

Setiap debat, KPU akan mengajukan lima kandidat moderator kepada pasangan calon. “Kita sampaikan ke tim pasangan calon mana yang akan dipilih, moderator tersebut harus sesuai dengan kriteria KPU, yaitu tidak berafiliasi dengan parpol, punya kemampuan di bidangnya sesuai tema,” kata Arief.


Komisioner KPU lainnya, Sigit Pamungkas, mengatakan, sistem debat dibahas oleh tim pakar dari berbagai universitas dan lembaga. Diantaranya ada Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Pratikno, Ketua Forum Rektor Indonesia sekaligus Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Raviq Karsidi, peneliti politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro, Guru Besar Ilmu Politik Universitas Airlangga Ramlan Surbakti, Dekan FISIP Unair, I Basis Susilo, Ekonom UGM Tony Prasetiantono, dan pakar hukum Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana.
“Setiap tema akan dibahas oleh tim kecil untuk pendalaman, di dalamnya terdiri dari berbagai pakar yang ahli di bidangnya,” kata Sigit. Untuk pertanyaan yang disampaikan moderator, menjadi kewenangan dari moderator yang dipilih. KPU hanya ikut memberi masukan materi seperti apa yang diinginkan.

Dari masukan tim kampanye pasangan calon, KPU mendapat banyak masukan. Diantaranya, bagaimana moderator bisa mengelola dan menghidupkan forum. Ada juga masukan agar sesi tanya jawab antar kandidat waktunya bisa ditambah. “Sehingga kandidiat bisa mempersoalkan dimensi visi misi lebih tajam,” kata Sigit.

KPU pada debat pertama juga mendapat banyak kritik terkait ketatnya pengunjung yang diperbolehkan masuk. Termasuk para wartawan yang tak dibolehkan masuk ke ruang debat. Hanya fotografer yang mendapat akses kartu pengenal untuk bisa sampai ke ruangan debat mulai dari segmen pertama.

Menanggapi hal tersebut, Sigit mengatakan, akan mengevalusi alur pengunjung yang boleh dan tidak boleh. Pembatasan, kata Sigit, semata dilakukan karena terbatasnya kapasitas ruangan.

Untuk debat kedua, nantinya akan digelar untuk debat antar capres, dengan tema “Pembangunan Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial”, yang disiarkan Metro TV pada 15 Juni. Pada debat kedua ini, akan dimoderatori oleh Guru Besar Ilmu Ekonomi Kelembagaan Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya, Ahmad Erani Yustika.


Debat ketiga masih untuk debat capres dengan tema “Politik Internasional dan Ketahanan Nasional” yang disiarkan TV One dan ANTV pada 22 Juni. Debat keempat diikuti antar cawapres, dengan tema “Pembangunan Sumber Daya Manusia dan IPTEK”, yang disiarkan RCTI dan MNCTV pada 29 Juni.

Terakhir, debat kelima, kembali menampilkan debat antar pasangan capres-cawapres, dengan tema “Pangan, Energi, dan Lingkungan” yang disiarkan TVRI dan Kompas TV pada 5 Juli. (AMR)
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Poskan Komentar

Item Reviewed: KPU Evaluasi Setiap Debat Rating: 5 Reviewed By: Endonesia.COM