728x90 AdSpace

Latest News
Senin, 21 April 2014

Kotak Suara Dibakar : KPU Berharap Polri Kawal Proses Rekapitulasi


Dua kantor kecamatan di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, yaitu Kecamatan Sindue dan Kecamatan Sindue Tobata, dibakar massa. Kotak suara beserta surat suaranya dan dokumen penting lainnya ikut terbakar. Untuk menghindari kasus serupa terjadi di daerah lain, KPU berharap, Polri ikut membantu mengawal proses rekapitulasi surat suara secara berjenjang dari TPS hingga kabupaten/kota.

Sebelumnya, Polri sudah menyanggupi untuk membantu pengamanan dan TNI pun juga sudah memberikan komitmen untuk membantu Polri dalam pengamanan. Pembakaran di dua tempat itu dilakukan oleh massa secara serentak pada Rabu malam. KPU menduga, pembakaran itu sudah direncanakan sebelumnya.

“Benar, pembakarannya sudah direncanakan di dua kecamatan itu, dalam waktu yang bersamaan,” kata Ketua KPU, Husni Kamil Manik, di Jakarta, Kamis (17/4). Panitia Pemungutan Kecamatan (PPK) Sindue sudah sempat menggelar rapat pleno rekapitulasi suara tingkat kecamatan, namun, kata Husni, belum sempat ditandatangani berita acaranya.

“Proses rekapitulasinya sebenarnya tidak ada yang keberatan, semua berjalan mulus,” kata Husni. Belum sempat ditandatangani, massa sudah datang dan membakar Kantor kecamatan Sindue.

Berbeda dengan di Sindue, untuk PPK Sindue Tobata, rapat pleno rekapitulasi suara tingkat kecamatan belum sempat digelar sama sekali. “Rencananya rapat plenonya baru dilaksanakan Kamis 17 April, namun Rabunya sudah dilakukan pembakaran,” kata Husni.

Menurut Husni, dokumen surat suara dan berbagai formulir rekapitulasi, termasuk formulir rekapitulasi suara asli yang berhologram, ikut terbakar dalam kejadian tersebut. Namun, masih ada harapan untuk tetap melanjutkan rekapitulasi suara tingkat kecamatan karena ada salinan C1 tiap TPS yang sudah dikirim ke Kabupaten Donggala.


“Salinan C dan C1 sudah ada terkumpul di kabupaten. Kami minta KPU provinsi untuk berkoordinasi dengan Polda agar kejadian yang sama tidak terjadi di daerah lain,” kata Husni. Polda diharapkan juga segera mengusut pelakunya. “Kita percayakan proses penegakan hukum kepada kepolisian,” kata Husni.

Terhadap rentannya pengamanan rekapitulasi suara, KPU tak mau disalahkan begitu saja. KPU mengaku sudah berkoordinasi dengan Polri, bahkan dengan TNI, untuk meminta bantuan pengawalan saat rekapitulasi suara dari tingkat TPS hingga kabupaten/kota. Polri dan TNI juga menyanggupi pengamanan tersebut dan bahkan sempat menandatangani nota kesepahaman dengan KPU.

“Kami sdh sampaikan agar kepolisian mengawal proses rekapitulasi di PPS dan PPK secara nasional ketika rapat koordinasi KPU, Menkopolhukam, dan Kapolri,” kata Husni. (AMR)


  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Posting Komentar

Item Reviewed: Kotak Suara Dibakar : KPU Berharap Polri Kawal Proses Rekapitulasi Rating: 5 Reviewed By: Endonesia.COM