728x90 AdSpace

Latest News
Senin, 21 April 2014

Dekrit Rakyat Desak Parpol Koalisi Karena Kesamaan Platform

Beberapa lembaga swadaya masyarakat yang mengatasnamakan Dekrit Rakyat Indonesia mendesak para partai politik untuk membicarakan masalah kebangsaan. Pembentukan koalisi parpol diharapkan dilandaskan pada platform perjuangan, bukan atas dasar kepentingan bagi-bagi kursi.

Demikian mengemuka dalam diskusi Dekrit Rakyat Indonesia Tuntaskan 10 Agenda Bangsa yang digelar di Jakarta, Minggu (20/4). Hadir dalam acara tersebut dari LSM adalah Chalid Muhammad dari Institut Hijau Indonesia, Hariz Azhar dari Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan, Ray Rangkuti dari Lingkar Madani Indonesia, dan Dani Setiawan dari Koalisi Anti Utang.

Dari parpol dihadirkan yang kira-kira akan pasti mengusung calon presiden masing-masing. Mereka adalah Maruarar Sirait dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Fadli Zon dari Gerindra, dan Indra J Piliang dari Golkar.

Ray mengatakan, sejak awal Dekrit Rakyat Indonesia mendesak agar parpol-parpol membangun koalisi atas dasar pertemuan visi dan misi dan platform perjuangan. “Jangan dibangun karena pertimbangan traksional, harus ada kesatuan ide dan pandangan," kata Ray.

Chalid Muhammad mengingatkan agar parpol dan capresnya membicarakan agenda kebangsaan yang mengutamakan kepentingan eakyat. Dekrit Rakyat Indonesia sendiri mengajukan 10 agenda strategis yang layak dibicarakan capres, daripada hanya sekadar transaksi kursi kekuasaan.


"Sekarang koalisi parpol buntutnya bagi-bagi kekuasaan kursi menteri maupun cawapres," kata Chalid. Menurut Chalid, kader-kader partai yang masih muda diharapkan bisa mendorong partainya untuk membicarakan agenda strategis.
Dalam kesempatan itu, Chalid sempat mendaulat parpol dan anggota Dekrit Rakyat Indonesia untuk saling berkomitmen memikirkan agenda kebangsaan. Tiga orang perwakilan parpol menyatakan siap terikat dengan agenda tersebut, namun Hariz Azhar dari Kontras memilih mundur karena menganggap Gerindra masih bermasalah dalam penegakan Hak Azasi Manusia.

Koalisi platform
Dalam kesempatan yang sama, koalisi PDI-P dan Nasdem serta koalisi Gerindra dan PPP, sama-sama mengklaim didasari atas kesamaan platform dan visi misi. Maruarar Sirait dari PDI-P mengatakan, Nasdem merapat ke PDI-P tanpa ada transaksi bagi-bagi kekuasaan.

Maruarar mengklaim, PDI-P dan Nasdem punya kesamaan dalam beberapa hal. “PDI-P sangat ideologis dengan Pancasila-nya. Surya Paloh dari Nasdem punya pemahaman restorasi Indonesia, sama-sama punya pemikiran soal kemandirian secara ekonomi,” kata Maruarar.

PDI-P dan Nasdem juga punya cita-cita mengembangkan budaya dengan kearifan lokal yang jadi intisari Pancasila. “Sangat kuat platformnya tentang visi misi ke depan. Kami juga sama-sama menjadikan Bung Karno sebagai Bapak Pendiri Bangsa yang ajarannya menjadi inspirasi perjuangan,” kata Maruarar.

Dengan dasar itu, kata Maruarar, makanya proses koalisi tidak ribet dan tak ada gejilak di dalam maupun di luar. Maruarar menyindir proses koalisi di Gerindra dengan PPP yang akhirnya “ribet” yang berujung pada penolakan di internal PPP.

Fadli Zon dari Gerindra membantah jika ada bagi-bagi kekuasaan ketika PPP merapat ke Gerindra. “Tak ada bagi-bagi kursi, koalisi karena ada kesamaan platform. Jika ada masalah di kemudian hari, itu maslaah internal PPP, itu hal biasa di Parpol, saya yakin Pak Suryadharma Ali mampu menyelesaikan persoalan itu,” katanya.

Koalisi dengan PPP, kata Fadli, belum koalisi final. “Kita tak hanya dengan PPP, tapi juga komunikasi dengan PAN, PKB, bahkan dengan PKS, dan partai lain. Sesungguhnya belum jadu koalisi final,” kata Fadli.

Koalisi berdasar program dan platform perjuangan, menurut Fadli, kini menjadi penting. Untuk menjaga agar koalisi tak berdasarkan transaksi, Gerindra telah memiliki enam program aksi untuk ditawarkan ke partai lain. “Program aksi itulah yang akan ditawarkan ke parpol lain, apakah setuju atau tidak dengan yang akan kita perjuangkan,” kata Fadli.

Indra J Piliang dari Golkar, belum mau membuka siapa yang akan digandeng Golkar nantinya dalam koalisi. “Kami masih menunggu Jokowi dan Prabowo. “Soal koalisi Golkar dan Hanura? Itu masih menunggu Pak JK (Jusuf Kalla). Kami juga masih nunggo Jokowi dan Prabowo cari cawapres,” kata Indra. (AMR)
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Posting Komentar

Item Reviewed: Dekrit Rakyat Desak Parpol Koalisi Karena Kesamaan Platform Rating: 5 Reviewed By: Endonesia.COM