728x90 AdSpace

Latest News
Rabu, 05 Maret 2014

Memanfaatkan Custom ROM Android (Tulisan 2)

Sebelumnya, simak Tulisan 1 dulu.

Alasan para pembuat gadget tidak mendukung gadget lama tentu saja mempertahankan biaya produksi serendah mungkin dengan tanpa perlu menangani update OS dan distribusinya untuk perangkat tua.

Untungnya, Android yang sebagai sistem operasi terbuka, memiliki banyak komunitas dan pengembang yang mendedikasikan waktunya untuk terus mengembangkan sistem operasi yang membuat perangkat selalu segar. Keberadaan komunitas pengembang ini memberikan napas baru bagi perangkat lama.


Memanfaatkan custom ROM dari pengembang di komunitas Android ini menjadi satu cara ampuh membuat gadget tua selalu segar.
Untuk bisa mengganti stock ROM dari pabrikan menjadi custom, ada sejumlah persyaratan. Pertama dan terpenting adalah siap dengan segala risiko termasuk kehilangan garansi dan kematian permanen gadget tua itu. Namun, risiko ini sangat layak ditempuh dengan gadget yang fresh, dari pada sekadar dibuang ke tempat sampah.

Berikutnya, siapkan gadget yang sudah di-root dan sudah terpasang custom recovery. (Produsen biasanya langsung mencabut garansi pada gadget yang di-root, tetapi tentu saja Anda nanti bisa meng-unroot). Informasi mengenai cara-cara mem-flash ROM bisa didapat dari forum XDA-Developer atau sumber lain yang berlimpah di internet.

Berikutnya, memilih custom ROM yang cocok dan sesuai selera atau pun kebutuhan dan terpenting: diperuntukkan bagi model atau jenis gadget Anda. Jika salah mem-flash ROM dengan model lain, telepon atau tablet bisa mengalami kerusakan permanen.
Ada sangat banyak custom ROM yang beredar. Jika Anda memilik Galaxy Tab 2 10.1 misalnya dan ingin memberinya hadiah Kitkat, sudah tersedia beberapa ROM yang dikembangkan para pengembang.

CyanogenMod misalnya, sekarang sudah ada CM11, berbasis Kitkat (4.4.2), dan mendukung belasan perangkat termasuk GT 2 10.1. Belum ada rilis versi stabil untuk GT 2 10. 1 baru pada tahap nightlies. Namun, untuk keperluan sehari-hari sudah lebih dari memadai. Dengan nightlies, Anda bisa meng-upgrade ROM gadget setiap satu aau dua hari jika memang tidak disibukkan dengan urusan lain.

Seperti disebut dalam situsnya, CyanogenMod yang dibuat pertama kali oleh Steve Kondik, adalah distribusi firmware aftermarket yang telah mengalami perombakan di sana-sini. CM didasarkan pada Android Open Source Project (AOSP), didesain untuk meningkatkan performa dibanding ROM yang dirilis pabrikan. CM menjadi salah satu custom ROM terpopuler dan mendukung puluhan gadget.


Komunitas CyanogenMod kebanyakan adalah volunteer dan enthusiast dari segala penjuru dunia yang tidak dibayar.
Custom ROM lain yang cukup populer misalnya Omni, Mokee, Android Open Kang Project, Slimkat, Dhollmen, Sensonic HD dan masih banyak lagi.

Omni dalam situsnya menyebutkan, tujan mereka mengembangkan customm ROM adalah untuk mmberikan pilihan kepada jutaan pengguna Android di dunia. Sistem operasi ini Android unggul dalam pilihan karena didukung komunitas pengembang yang membangunnya.

Keuntungan memakai custom ROM adalah tidak adanya bloatware atau aplikasi yang dipaksakan oleh pembuat perangkat dan sudah terinstal bersama stock ROM. Aplikasi-aplikasi itu biasanya jarang terpakai dan menghabiskan memori yang terbatas di perangkat.

Selain itu, pemilik juga bebas mengotak-atik penampilan maupun performa gadget-nya. Jika ingin gadget tua berlari kencang, custom ROM biasanya memungkinkan pemilik gadget untuk melakukan overclocking, dan masih banyak lagi. Keuntungan lain adalah semua ROM itu bisa diunduh dengan gratis. (Prasetyo Eko P)

Sumber: Kompas cetak, 5 Maret 2014
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Posting Komentar

Item Reviewed: Memanfaatkan Custom ROM Android (Tulisan 2) Rating: 5 Reviewed By: Endonesia.COM