728x90 AdSpace

Latest News
Jumat, 07 Maret 2014

Dahlan-Gita Memimpin Konvensi

Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat hingga kini masih terus berlangsung. Di media sosial, percakapan terkait para kandidat konvensi oleh para pengguna internet (netizen) bisa dimonitor dan dikuantifikasi intensitasnya. Dua kandidat yaitu Dahlan Iskan dan Gita Wirjawan tampak mendominasi dibanding kandidat lain.

Demikian hasil pemantauan menggunakan mesin PoliticaWave yang menjaring percakapan netizen dalam rentang 1 Januari hingga 16 Februari 2014. Direktur PoliticaWave, Yose Rizal, di Jakarta, Jumat (28/3), mengatakan apabila rangkaian Konvensi Partai Demokrat berakhir hari ini, maka hanya akan ada dua figur yang dipastikan bersaing di puncak, yaitu Gita Wirjawan dan Dahlan Iskan.

“Butuh kerja keras, bagi sembilan peserta konvensi lainnya untuk bisa menyalip Gita dan Dahlan,” kata Yose. Dua nama ini memiliki keunggulan masing-masing, namun pada akhirnya nama Dahlan unggul pada tingkat elektabilitas mengalahkan Gita.

Gita unggul pada jumlah netizen unik yang membicarakan namanya sebesar 27 persen dari total 207.317 pengguna yang membicarakan topik terkait peserta konvensi. Di bawah Gita adalah Dahlan Iskan (20 persen), disusul Marzuki Alie (14 persen), dan Anies Baswedan (13 persen).

Yose menjelaskan, keunggulan Gita di sisi jumlah netizen unik ini merupakan buah dari pengunduran diri Gita sebagai Menteri Perdagangan.

Dahlan unggul sebagai kandidat yang sering dibicarakan dalam berbagai percakapan dengan intensitas 29 persen dari total percakapan 766.622 yang terminitor. Disusul Gita Wirjawan (24 persen), Marzuki Alie (19 persen), Pramono Edhie (9 persen).

Hal yang menarik, walaupun Dahlan paling sering dibicarakan, namun jangkauan penetrasi untuk menembus audiens terbanyak justru dipegang Gita, disusul Dahlan, kemudian Marzuki Alie. Gita juga mendominasi jumlah pemberitaan hingga 2.760 berita dari total 9.823 berita yang dipantau, disusul Dahlan (1.922 berita), kemudian Pramono Edhie (1.476 berita).

Namun demikian, Dahlan lebih mendominasi pemberitaan positif sebanyak 931 berita, disusul Gita (550 berita), kemudian Pramono (285 berita).

Kekuatan Gita adalah sebagai kandidat presiden yang paling banyak diberitakan. Jangkauan percakapan terkait Gita juga terluas. “Sedangkan Dahlan, menjadi figur yang paling sering diangkat sebagai headline pemberitaan di berita daring, sekaligus paling banyak mendapat sentimen positif para netizen,” kata Yose.

Menurut pantauan Yose, sukses Dahlan tak lepas dari penggunanaan jejaring media yang ia miliki. “Ditambah dengan gaya interaksi sosialnya yang khas dan kelihaiannya memosisikan diri pada isu-isu strategis, menjadikan kejayaan Dahlan di Konvensi Partai Demokrat sudah bisa diduga sebelumnya,” kata Yose.

Pada akhirnya, kandidat yang memiliki elektabilitas tertinggi adalah Dahlan Iskan dengan nilai 41.609 disusul Gita dengan nilai 24.256.. Perolehan ini, kata Yose, banyak diraih dari keaktifan akun-akun relawan Dahlan dan juga sumbangan dari pemberitaan positif dari media yang dimiliki Dahlan. Saat yang sama, sentiman positif Gita turun pada periode 3-9 Februari akibat pemberitaan terkait kemunduran dirinya sebagai menteri serta isu beras impor ilegal

Namun, mesin PoliticaWave mendeteksi, walaupun Dahlan memiliki angka potensi jangkauan netizen dan jumlah percakapan paling tinggi, hal itu ternyata tak diimbangi dengan intensitas interaksi para netizen yang membicarakannya. Penyebabnya karena jumlah netizen unik yang membicarakannya termasuk sedikit.

Hal yang harus dicermati adalah gerak Gita yang ternyata lebih selaras dalam perbandingan antara angka potensi jangkauan netizen, jumlah percakapan, dan jumlah netizen unik yang besar. “Perbandingan yang seimbang justru diraih Gita setelah dirinya memutuskan mundur dari menteri, langkah itu banyak dibicarakan orang di media sosial,” kata Yose.

Jika Gita bisa mempertahankan tren keseimbangan ini, maka Gita masih punya waktu untuk mengungguli Dahlan untuk mengejar elektabilitas. Yose juga mencatat pergerakan percakapan siginifikan pada Anies Baswedan, namun ternyata percakapan tentang Anies lebih banyak berasal dari relawan Turun Tangan yang menjadi pendukung Anies.

“Sayangnya, akun yang membicarakan Anies pengikutnya sedikit sehingga potensi jangkauannya juga sedikit,” kata Yose. Dengan demikian, praktis kini kompetisi konvensi hanya menyisakan Dahlan dan Gita. (AmirSodikin.com)
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Posting Komentar

Item Reviewed: Dahlan-Gita Memimpin Konvensi Rating: 5 Reviewed By: Endonesia.COM