728x90 AdSpace

Latest News
Sabtu, 15 Februari 2014

Tiga Rencana KPU Hadapi Bencana


Maraknya bencana alam yang akhir-akhir ini terjadi membuat Komisi Pemilihan Umum menyiapkan berbagai rencana dengan merujuk pada Undang-Undang Pemilu. Salah satu alternatif adalah jika bencana yang terjadi bisa mengganggu sebuah wilayah, maka hari pemungutan suaranya bisa dilakukan di lain hari.

Ketua KPU, Husni Kamil Manik, di Jakarta, Jumat (14/2), mengatakan, pihaknya berharap kondisinya menjelang pemungutan suara di beberapa daerah bencana akan lebih baik. “Namun, jika masih terjadi bencana alam, kami menyiapkan rencana B agar dampak dari bencana alam itu bisa diatasi sedemikian rupa,” kata Husni.

Target rencana B adalah tetap mempertahankan agar proses pemungutan dan penghitungan suara itu masih bisa dilakukan pada jadwal yang sama. Untuk menjamin semua bisa berjalan dengan baik, KPU bisa memindahkan TPS di tempat pengungsian jika kebanyakan warga dari lokasi bencana berkumpul pada satu lokasi pengungsian.

KPU juga mengantisipasi skenario ketiga, yaitu apabila pada hari pemungutan suara atau menjelang hari pemungutan suara, terjadi bencana alam yang bisa mengganggu pemungutan suara. “Apabila bencana alam itu datangnya mendekati hari pemungutan suara dan menyebabkan tidak dimungkinkan diadakan pemungutan suara pada hari yang bersamaan,” kata Husni.

Untuk skenario ketiga ini, UU No 8/2012 tentang Pemilu telah memberi ruang untuk melakukan pemungutan suara di hari yang lain. Dengan bahasa lain, KPU bisa menunda pelaksanaan pemilu di daerah yang terganggu bencana alam.

Aturan untuk penundaan pemilu di TPS mengacu pada Pasal 221 UU No 8/2012 ayat (1), dikatakan ‘Pemungutan suara di TPS dapat diulang apabila terjadi bencana alam dan/atau kerusuhan yang mengakibatkan hasil pemungutan suara tidak dapat digunakan atau penghitungan suara tidak dapat dilakukan.’
Untuk penundaan pemilu di sebuah daerah pemilihan, mengacu pada Pasal 231 UU No 8/2012 ayat (1), yaitu ‘Dalam hal di suatu daerah pemilihan terjadi kerusuhan, gangguan keamanan, bencana alam, atau gangguan lainnya yang mengakibatkan seluruh tahapan penyelenggaraan Pemilu tidak dapat dilaksanakan, dilakukan Pemilu susulan.’
UU Pemilu juga mengenal pemilu lanjutan, yaitu jika sebagian atau seluruh daerah pemilihan terjadi kerusuhan, gangguan keamanan, dan bencana alam, yang mengacu Pasal 230 UU Pemilu. Dalam hal seperti itu, pemilu lanjutan hanya akan mengulang tahapan pemilu yang terhenti.

KPU kini sedang melakukan pendataan di Tanah Karo terkait erupsi Gunung Sinabung dan juga di Jawa Timur terkait letusan Gunung Kelud. Pendataan terutama untuk memetakan penduduk desa mana kemudian pindah ke lokasi pengungsian mana, apakah mereka berkelompok atau menyebar. Penentuan apakah TPS dipindah atau tidak akan menunggu kondisi hingga pertengahan. (adm)

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Posting Komentar

Item Reviewed: Tiga Rencana KPU Hadapi Bencana Rating: 5 Reviewed By: Endonesia.COM