728x90 AdSpace

Latest News
Jumat, 14 Februari 2014

Sosialisasi Kurang, Media Diharapkan Terlibat

Sosialisasi Pemilu diakui oleh Komisi Pemilihan Umum memang masih rendah. Padahal, saat bersamaan, animo masyarakat untuk memilih pada beberapa hasil survei terlihat begitu tinggi. KPU berharap pada media massa untuk ikut berpartisipasi dalam meningkatkan sosialisasi tentang pemilu.

Hal tersebut disampaikan Ketua KPU, Husni Kamil Manik, ketika membuka pertemuan antara KPU dengan jajaran eksekutif dari berbagai media massa, di Jakarta, Kamis (13/2). Hadir pula dalam pertemuan tersebut Komisioner KPU lainnya yaitu Sigit Pamungkas dan Ferry Kurnia Rizkiyansyah.

“Kita butu kecepatan penyebaran informasi. Dengan menggunakan media massa, bisa menghemat waktu dan efektif. Kalo lewat jejaring orang akan banyak informasi yang bias,” kata Husni. Jika lewat media massa, satu sumber informasi bisa dipahami secara benar oleh banyak media massa.

Husni menyitir hasil survei terakhir yang dilakukan Lembaga Survei Indonesia (LSI) dan Internasional Foundation for Electoral System (IFES) yang menyebutkan 90 persen responden mengatakan akan menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2014 nanti. Hal yang ironis, menurut servei itu, 52 persen responden belum mendapatkan informasi cukup, dan yang benar-benar mengetahui soal pemilu hanya dua persen.

“Untuk menyampaikan informasi tak cukup dari KPU, tetapi peserta pemilu juga wajib menyampaikan informasi ke konstituennya. Selebihnya, informasi itu mengandalkan media massa,” kata Husni. KPU mengajak media massa agar tak menyia-nyiakan harapan masyarakat yang begitu tinggi. Dalam Undang-Undang, media massa memang wajib untuk turut mensosialisasikan pemilu.

Dengan angka harapan 90 persen setidaknya ada gambaran targetnya. Dalam pemilu nanti, KPU menargetkan angka partisipasi mencapai 75 persen. Pemilu sebelumnya, angka partisipasinya 71 persen. Pemilihan Kepala Daerah partisipasinya berkisar 50-60 persen. “Jangan sampai turun kali ini. KPU akan mengkonsolidasikan seluruh penyelenggara pemilu agar bekerja maksimal,” kata Husni.

Kemampuan untuk menyampaikan informasi secara manual diakui KPU akan sangat kecil hasilnya, apalgi KPU baru memiliki struktur organisasi hingga ke desa dan kelurahan. “Jika dihitung jumlahnya baru sekitar 500.000 untuk melayani 186 juta pemilih, jadi belum berimbang,” kata Husni.

Di tingkat TPS yang diharapkan bisa melayani informasi secara langsung, terbentur dengan mekanisme pembentukan KPPS yang baru direkrut satu bulan sebelum pemungutan suara. “Pada saat itu baru bisa dilakukan komunikasi langsung kepada masyarakat, itu pun memiliki keterbatasan waktu yang sangat sempit,” kata Husni.

Dengan demikian, kata Husni, posisi media menjadi penting untuk menyampaikan informasi seluas-luasnya. KPU juga sudah membentuk relawan demokrasi yang bertugas mensosialisasikan kepada kelompok-kelompok masyarakat dengan langsung masuk ke kegiatan-kegiatan masyarakat. “Relawan demokrasi ada 25 orang dalam satu kabupaten/kota, mereka berasal dari berbagai kalangan,” kata Husni.

Komisioner KPU, Sigit Pamungkas, mengatakan, ada inflaasi kualitas partisipasi. Meskipun pragmatisme pemilih tidak sepenuhnya mempengaruhi pilihan pemilih namun akan melahirkan pembiayaan politik tinggi. Sebanyak 50 persen pemilih kita juga rentan politik uang. Karena itu, peran berbagai pihak untuk sosialisasi dan sekaligus pendidikan politik sangat diharapkan. (adm)


  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Poskan Komentar

Item Reviewed: Sosialisasi Kurang, Media Diharapkan Terlibat Rating: 5 Reviewed By: Endonesia.COM