728x90 AdSpace

Latest News
Selasa, 04 Februari 2014

Pemilu Tak Dongkrak Industri Manufaktur

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Sofjan Wanandi, memprediksi angka pertumbuhan industri manufaktur tahun ini tak akan meningkat. Bahkan, momentum pemilihan umum pun diyakini tak mampu mendongkrak kinerja industri.

"Pemilu tidak akan banyak membawa perubahan signifikan. Barang-barang untuk pemilu sudah dipesan kira-kira lima bulan sebelumnya, alias tahun lalu. Mau mendorong pertumbuhan seperti apa?" kata Sofjan kepada Tempo kemarin.

Menurut dia, pertumbuhan industri manufaktur tahun ini maksimal hanya mencapai 6 persen seperti tahun lalu. Malah, berpotensi besar tergelincir turun 0,5 persen.

Hal senada diungkapkan ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Enny Sri Hartati. Ia bahkan memprediksi pertumbuhan industri manufaktur tahun ini tak akan mencapai 5 persen. "Paling-paling hanya 4,7 persen karena banyak tekanan untuk biaya produksi" ujar Enny saat dihubungi kemarin.

Sebaliknya, di tengah keraguan pelaku usaha akan pertumbuhan industri, Kementerian Perindustrian justru optimistis industri manufaktur tahun ini melampaui pencapaian pada 2013. Direktur Jenderal Industri Manufaktur Benny Wachyudi mengatakan pertumbuhan industri akan terkerek 0,5 persen dibanding pada 2013, sehingga menjadi 6,5 persen. "Akan didorong oleh tingginya konsumsi selama masa pemilihan umum," kata Benny saat dihubungi.

Meski demikian, dia mengakui ada tantangan bagi industri dipicu kenaikan upah buruh dan tarif listrik. Kementerian pun tidak memungkiri terjadi potensi pelambatan industri. Namun semua itu dapat teratasi dengan besarnya peluang belanja tambahan pemilu. "Pasti tetap tumbuh," kata Benny.

Menurut dia, beberapa industri akan menjadi penopang utama pertumbuhan industri manufaktur. Ia menyebut industri tekstil dan makanan minuman dapat menjadi pendorong. "Paling tidak, dua subsektor itu sanggup bertahan dan tumbuh," ucap Benny.

Secara terpisah, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyatakan, sampai saat ini perusahaan manufaktur Foxconn Technology Group belum mengajukan aplikasi investasi di Indonesia. Semula, raksasa industri manufaktur asal Taiwan itu digadang-gadang dapat memacu pertumbuhan industri nasional dengan membangun pabrik di Indonesia mulai tahun ini. "Kita tunggu aplikasinya (Foxconn). Sampai sekarang belum masuk," kata Deputi Bidang Pengendalian Penanaman Modal BKPM, Azhar Lubis, saat dihubungi pekan lalu.

Azhar menuturkan sejauh ini pihaknya belum mengetahui kapan Foxconn akan merealisasi pembangunan pabrik di Indonesia. Foxconn, sebelumnya, menyatakan akan membangun pabrik di Jakarta, Yogyakarta, atau Banten.

Pabrik komponen telepon genggam asal Taiwan itu dikabarkan sedang menyiapkan relokasi pabrik manufaktur untuk produk menengah ke atas (high-end) ke Amerika Serikat dan produk menengah ke bawah (low-end) ke Indonesia. Dalam laman Reuters, Chief Executive Officer Foxconn Terry Gou menyebut pasar Amerika wajib menjadi tujuan ekspansi perusahaan. ANANDA TERESIA | APRILIANI GITA FITRIA
Sumber: Koran Tempo, http://kemenperin.go.id/artikel/8475/Pemilu-Tak-Dongkrak-Industri-Manufaktur
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Poskan Komentar

Item Reviewed: Pemilu Tak Dongkrak Industri Manufaktur Rating: 5 Reviewed By: Endonesia.COM