728x90 AdSpace

Latest News
Jumat, 14 Februari 2014

KPU Akui Bermasalah dalam Inventarisasi Kotak Suara

Terbengkalainya kotak suara di sejumlah Komisi Pemilihan Umum di daerah terjadi karena gudang bukanlah prioritas penyelenggara pemilu. KPU mengakui, banyak KPU di daerah yang bermasalah dengan penyimpanan logistik.

Tak hanya bermasalah karena tak memiliki gudang penyimpanan, namun juga bermasalah dalam hal laporan keuangan KPU. Beberapa KPU daerah memang tak memiliki gudang penyimpanan dan tak mampu menyewa gudang sehingga membuat kotak suara terbengkalai.

Komisioner KPU, Sigit Pamungkas, di Jakarta, Selasa (11/2), mengakui laporan keuangan KPU di mata BPK memang bermasalah dengan penyimpanan logistik kotak suara. “Kotak suara sering hilang karena tak ada anggaran untuk menyimpan,” kata Sigit.

Karena itu KPU kini membuat alternatif atas kekurangan yang ada dengan menggantinya dengan bahan habis pakai yang tak dianggap sebagai barang inventaris. Hasilnya, pengadaan logistik kotak suara yang dulu berbahan alumunium, kini diganti bahan.

“Kotak suara kardus nanti tak akan jadi barang inventaris. Tapi kita tetap akan gunakan kotak yang lama,” kata Sigit. Dengan mengganti kotak suara dengan bahan kardus yang sekali pakai, kedepannya KPU tak akan direpotkan dengan keberadaan kotak-kotak tersebut.

“Sewa gudang itu sangat mahal, biayanya jauh lebih murah jika memakai kotak suara dengan kardus,” kata Sigit. Dengan kotak suara kardus, KPU tak ada beban biaya penyimpanan kotak. “Dianggap nanti hilang, habis, bukan barang inventaris. Selama ini kotak alumunium membebani pelaporan inventaris,” kata Sigit. (adm)
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Poskan Komentar

Item Reviewed: KPU Akui Bermasalah dalam Inventarisasi Kotak Suara Rating: 5 Reviewed By: Endonesia.COM