728x90 AdSpace

Latest News
Kamis, 13 Februari 2014

Jimly: Pemilu Dapat Dijadikan Momentum Mengubah Intoleransi

Masih maraknya kasus intoleransi di Indonesia menjadi keprihatinan bersama. Terbukanya ruang kebebasan secara luas setelah 15 tahun Reformasi, ternyata, di satu sisi punya makna positif dan di sisi lain bermakna negatif. Dari sisi negatifnya, atas nama kebebasan semua orang merasa dapat menilai orang lain benar atau salah. Akibatnya, karena merasa paling benar sering kali memaksakan keyakinannya tersebut kepada yang lain, bahkan dengan cara-cara kekerasan.

Poin-poin tersebut mengemuka dalam sebuah Dialog Kebangsaan: Menyikapi Meningkatnya Gerakan Intoleransi Beragama di Tanah Air yang diadakan oleh Gerakan Masyarakat Penerus Bung Karno (GMP) di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (13/2). Salah satu pembicara dalam diskusi ini adalah Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Jimly Asshiddiqie. Dalam paparannya, Jimly menyebut bahwa maraknya berbagai aliran di Indonesia, termasuk aliran intoleran, tak dapat dimungkiri muncul dari ruang bebas yang diciptakan oleh tokoh-tokoh negeri ini sendiri. Namun, dia melihat itu sebagai sebuah dinamika yang harus disikapi secara optimistis.

“Semua itu harus dilihat sebagai proses. Memang, kebebasan sekarang ini butuh kita kaji. Kebebasan tidak bisa tanpa batas. Liberty itu perlu juga equality dan fraternity,” ungkap Jimly di hadapan peserta diskusi dan pembicara lain yang merupakan tokoh-tokoh gerakan toleransi seperti Musdah Mulia, Pastor Benny Susatyo, dan KH Muhaimin.

Menurut Jimly, salah satu hal yang dapat mencegah maraknya intoleransi tersebut adalah terciptanya kepemimpinan yang efektif. Kepemimpinan yang efektif, katanya, harus menjadi problem solving (penyelesai masalah), termasuk di sini adalah mampu memastikan terwujudnya kerukunan dalam masyarakat. “Mudah-mudahan Pemilu nanti mampu melahirkan pemimpin yang baik, sehingga dapat menjadi momentum untuk mengubah kebiasaan intoleransi seperti yang terjadi saat ini,” ujarnya. (*)
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Posting Komentar

Item Reviewed: Jimly: Pemilu Dapat Dijadikan Momentum Mengubah Intoleransi Rating: 5 Reviewed By: Endonesia.COM