728x90 AdSpace

Latest News
Senin, 03 Februari 2014

Indonesia dan Emirat Arab Kukuhkan Komitmen Pemberantasan Kejahatan Transnasional

Menteri Hukum dan HAM RI Dr. Amir Syamsudin dan Menteri Kehakiman Persatuan Emirat Arab dan DR. Hadef Bin Joa'an Al Dhahiri, bertempat di Abu Dhabi, Minggu (2/2), melakukan penandatanganan Perjanjian Bantuan Timbal Balik dalam Masalah Pidana dan Perjanjian Ekstradisi antara Pemerintah Republik Indonesia dan Persatuan Emirat Arab.


Penandatanganan kedua perjanjian tersebut di atas merupakan tindak lanjut dari 2 (dua) perundingan dan pembahasan yang telah dilakukan oleh kedua negara pada tahun 2009 di Abu Dhabi, Persatuan Emirat Arab dan pada tahun 2012 di Nusa Dua, Bali, Indonesia.


Ruang lingkup perjanjian Bantuan Timbal Balik dalam Masalah Pidana tersebut di atas adalah kerjasama di bidang hukum yang meliputi perolehan alat bukti, pencarian keberadaan seseorang atau aset dan pelaksanaan permintaan penggeledahan dan penyitaan aset.


Sedangkan pokok dari ruang lingkup perjanjian Ekstradisi adalah Para Pihak sepakat untuk melakukan ekstradisi untuk setiap orang yang ditemukan berada di wilayah Pihak Diminta dan dicari oleh Pihak Peminta untuk penuntutan atau persidangan atau pelaksanaan hukuman untuk tindak pidana yang dapat diekstradisikan yang dilakukan di dalam yurisdiksi Pihak Peminta.


Dalam penandatanganan tersebut baik Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia maupun Menteri Kehakiman Persatuan Emirat Arab berharap agar kedua negara dapat mempererat kerjasama di bidang hukum khususnya dalam menjalankan komitmen internasional kedua negara dalam pemberantasan korupsi, pencucian uang dan kejahatan lintas batas negara lainnya.


Pemerintah Republik Indonesia berharap agar segala kesulitan yang dihadapi dalam pelaksanaan pengembalian aset dapat teratasi dan kedua belah pihak dapat kedua perjanjian tersebut dengan fleksibel mengingat bahwa tindak pidana berevolusi secara cepat sebagai akibat dari perkembangan bisnis yang sangat pesat dan tidak terlepas dari keberadaan lembaga-lembaga jasa keuangan dan investasi.

Pemerintah Persatuan Emirat Arab menyambut baik pendekatan dimaksud dan mengharapkan kiranya kedua negara dapat mengembangkan kerjasama di bidang hukum lainnya serta kerjasama-kerjasama yang dapat mendorong peningkatan bisnis dan investasi.


Selanjutnya sebagaimana diketahui bahwa agenda kunjungan kerja Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia ke Abu Dhabi tersebut merupakan rangkaian dari kunjungan kerja ke Brussel-Belgia dan Luksemburg tanggal 27 – 31 Januari 2014 dalam rangka pengembangan kerjasama di bidang hukum dan hak asasi manusia antara Indonesia dan Uni Eropa. Dalam pertemuan dengan beberapa Komisioner Uni Eropa yang membidangi urusan agriculture, rural development, dan home affairs di Brussel-Belgia dan Menteri Kehakiman Luksemburg serta Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri Luksemburg, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia telah berhasil membuka jalan dan peluang bagi tindak lanjut pengembangan kerjasama Indonesia dan Uni Eropa sebagaimana diamanatkan oleh Comprehensive Partnership Cooperation Agreements (PCA) Indonesia dan Uni Eropa yang antara lain meliputi isu terkait geoghrapic indication (GI), mobility, Global Alliance against Child Abuse on line, dan asset recovery/ MLA.


Pendaftaran GI Indonesia di Uni Eropa dimaksudkan untuk melindungi produk-produk Indonesia yang telah mendapat pengakuan dari pasar Internasional termasuk di Uni Eropa dari upaya pemalsuan produk-produk tersebut dengan menggunakan GI Indonesia. Sebagai contoh kopi GAYO, merica bubuk MUNTOK, Kopi JAVA, madu SUMBAWA, kopi LINTONG, beras ADAN KRAYAN dan bahkan furnitur ukiran JEPARA yang sangat diminati dan memiliki kualitas yang sangat tinggi di pasar Uni Eropa.


Terkait dengan isu mobility, Indonesia dan Uni Eropa diharapkan dapat memulai upaya-upaya untuk mendukung pembentukan working group on mobility yang salah satunya adalah mendorong kemudahan fasilitas visa bagi warga negara Indonesia (WNI) untuk memasuki wilayah Schengen. Dengan ini maka akan meningkatkan people to people contact dan memberikan kemudahan mobilitas bagi WNI khususnya untuk belajar dan bekerja di Uni Eropa.


Di bidang asset recovery, Indonesia dan Uni Eropa bersepakat untuk meningkatkan kerjasama dengan kemungkinan pembentukan perjanjian mutual legal assistance (MLA) antara Republik Indonesia dan Uni Eropa. Sebagaimana diketahui sejumlah negara kunci di Uni Eropa merupakan pusat keuangan dunia yang menarik minat investor dari seluruh dunia. Dalam pertemuan dengan Menteri Kehakiman Luksemburg, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia mengharapkan agar kiranya Luksemburg dapat menjaga kredibilitasnya sebagai pusat keuangan dunia dengan mencegah disalah gunakannya lembaga penyedia jasa keuangan dan investasi yang ada dari pelaku kejahatan untuk melakukan pencucian uang hasil kejahatan. Disamping itu, khusus terkait dengan Lukesemburg mengingat pengalaman penegak hukum Luksemburg dalam menangani kejahatan-kejahatan terkait dengan penggunaan lembaga jasa keuangan, maka Indonesia mengusulkan untuk kemungkinan dimulainya diskusi pembentukan perjanjian MLA antara Republik Indonesia dengan Luksemburg.


Di bidang hak asasi manusia, Komisoner Uni Eropa yang membidangi isu perlindungan anak dari kejahatan seksual sangat terkesan akan kemajuan yang dicapai Indonesia di bidang ini khususnya keberadaan instrumen yang dimiliki oleh Indonesia yang meliputi peraturan perundang-undangan dan pembangunan institusi-institusi pendukung seperti pusat-pusat rehabilitasi dan pemberdayaan anak dan perempuan. Oleh karena itu kedua pihak sepakat agar Indonesia berpartisipasi aktif pada forum Global Alliance against Child Abuse on line. (Sumber: http://www.kemenkumham.go.id/berita/headline/2189-press-release-indonesia-dan-emirat-arab-berkomitmen-dalam-pemberantasan-kejahatan-transnasional)
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Posting Komentar

Item Reviewed: Indonesia dan Emirat Arab Kukuhkan Komitmen Pemberantasan Kejahatan Transnasional Rating: 5 Reviewed By: Endonesia.COM