728x90 AdSpace

Latest News
Selasa, 04 Februari 2014

Caleg PDIP dan Nasdem Dicoret, Satu Calon DPD Ditelisik

Dua orang calon legislatif secara resmi dicoret Komisi Pemilihan Umum sebagai calon legislatif karena terbukti tak memenuhi syarat. Mereka adalah Ketua Komisi Kejaksaan Halius Hosen yang menjadi caleg PDIP daerah pemilihan I Sumatera Barat dan Bambang Herdadi, caleg dari Partai Nasdem dapil 9 Jawa Barat.

Halius dicoret dari daftar calon tetap karena berdasarkan analisis Badan Pengawas Pemilu, dia tak memenuhi syarat karena masih menjabat Ketua Komisi Kejaksaan. “Yang bersangkutan menyatakan di formulirnya bahwa dia pensiunan PNS,” kata Komisioner KPU, Hadar N Gumay, ketika ditemui di Kantor KPU, Jakarta, Senin (3/2).

Logikanya, kata Hadar, jika dia pensiunan PNS berarti dia tak perlu mengundurkan diri. “Belakangan baru kami dapat informasi, bahwa yag bersangkutan itu Ketua Komisi Kejaksaan, salah satu lembaga yang anggarannya dibiayai APBN,” kata Hadar.

Orang yang pada di posisi tersebut harus mengundurkan diri dari jabatannya. Namun, surat semacam itu tak pernah diberikan ke KPU.

Formulir pengunduran diri memang dia isi, namun jika dimaksudkan untuk pengunduran diri dari Komisi Kejaksaan, maka harus diikuti juga dengan surat pemberhentian diri. “Atau kalau belum ada surat pemberhentian, maka bisa digantikan dengan surat yang menyatakan bahwa surat pemberhentian dirinya sedang diproses,” jelas Hadar.

Untuk caleg dari Nasdem, Bambang Herdadi, dicoret karena akhirnya diketahui yang bersangkutan pernah dipidana penjara. “Ternyata sejak dia bebas belum cukup lima tahun sebagai masa jeda,” kata Hadar.

Seorang calon jika pernah dipidana penjara dengan kekuatan hukum tetap, yang ancaman hukumannya lebih dari lima tahun, maka setelah keluar dari penjara tak langsung bisa menjadi caleg. Menurut Hadar, sesuai aturan, harus ada jeda lima tahun.

Surat rekomendasi pencoretan itu dibuat KPU pada 30 Januari untuk Bambang Herdadi dan 31 Januari untuk Halius Hosen.


Dubes Jepang

Selain dua orang tersebut, masih ada satu orang yang menunggu klarifikasi yaitu calon Dewan Perwakilan Daerah, Yusron Ihza Mahendra adik kandung Yusril Ihza Mahendra. “Dia calon anggota DPD dari Bangka Belitung, namun kami dengar sekarang dia adalah duta besar untuk Jepang. Kami tidak ada informasi kalau dia mengundurkan diri,” kata Hadar.

KPU akan segera mengirim surat klarifikasi ke Kementerian Luar Negeri. “Mudah-mudahan hari ini kami dapatkan klarifikasi, dan kami akan kirim surat kepada yang bersangkutan bahwa Anda tidak lagi memenhi syarat. Intinya begitu,” kata Hadar. (AMR)
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Poskan Komentar

Item Reviewed: Caleg PDIP dan Nasdem Dicoret, Satu Calon DPD Ditelisik Rating: 5 Reviewed By: Endonesia.COM