728x90 AdSpace

Latest News
Rabu, 05 Februari 2014

Bawaslu Mulai Keberatan, PDIP Kecam Bawaslu

Badan Pengawas Pemilu sebenarnya merasa keberatan jika harus dibebani dengan rencana pendistribusian dana saksi partai politik. Di pihak lain, parpol kini juga makin tak nyaman dengan isu dana saksi ini, bahkan ada Parpol yang mengecam dan mengancam membubarkan Bawaslu nantinya.

Anggota Badan Pengawas Pemilu, Daniel Zuchron, ditemui usai diskusi di Kantor KPU, Jakarta, Selasa (4/2), mengatakan, secara teknis pencairan dana saksi parpol tak bisa dilakukan Bawaslu. “Sampai tingkat kecamatan, kami hanya ada sekretariat. Akan menimbulkan titik rawan baru kalau diterima Bawaslu, tugas utama Bawaslu bisa terbengkalai,” kata Daniel.

Belum lagu, jika nanti Bawaslu dikejar-kejar terkait hasil pengawasan Pemilu. “Hasil pemilunya mana? Kok malah ngurusin administrasi,” kata Daniel mengungkapkan kekhawatirannya.

Daniel menandaskan, bagi parpol yang tak setuju dana saksi parpol, sebaiknya berkirim surat resmi ke Bawaslu untuk memastikan suara mereka ditampung secara resmi. Suara-suara seperti itu akan menjadi bahan masukan yang berarti.

Menanggapi komentar Daniel, Wakil Ketua Komisi II DPR dari PDIP, Arif Wibowo, mengatakan PDIP siap berkirim surat ke Bawaslu untuk menolak dana saksi parpol. “Baik nanti kita bikinkan surat penolakan ke Bawaslu. Ini kok yang horny secara politik malah Bawaslu,” kata Arief.

Arif heran, Indonesia sudah punya Bawaslu, juga Pengawas Pemilu Lapangan (PPL) dan Mitra PPL, mengapa tetap memerlukan saksi parpol dibiayai negara. “Lalu buat apa Bawaslu? Kalau begitu nanti bubarkan saja mereka (Bawaslu) ganti dengan saksi parpol,” kata Arif.

PDIP sudah menolak dengan tegas. “Kalau dipaksakan, uangnya akan dikembalikan ke negara. Ke depan kita, PDIP, akan bubarkan Bawaslu, Fraksi PDIP akan mengevaluasi kinerja Bawaslu, saya pikir kalau kinerjanya seperti ini dibubarkan saja nanti,” kata Arif.

Arif jengkel karena selaku pimpinan Komisi II ia merasa ditilap dengan isu dana saksi parpol ini. “Saya selalu pimpin rapat tentang kepemiluan, tak ada satu pun kesimpulan soal dana saksi. Sejauh saya memimpin tak ada dana saksi parpol yang dibiayai negara,” kata Arif.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Amanat Nasional, Viva Yoga, tidak dengan tegas menolak soal dana saksi parpol. Jika Bawaslu bisa bertindak dan berfungsi dengan baik, maka tak perlu saksi parpol yang dibiayai negara. “PAN tidak pada posisi menerima atau menolak. Pemilu berkualitas jika ada jaminan keamanan perolehan suara, makanya perlu ada saksi,” kata Viva.

Ketua DPP Partai Persatuan Pembangunan, Arwani Thomafi, juga tidak tegas menolak dana saksi parpol. Ia mengatakan, harus dipahami bagaimana negara meningkatkan kualitas demokrasi dengan meningkatkan pengawasan Pemilu.

“(Jika) anggaran dana saksi tak akan melalui parpol, bagi PPP tak ada masalah, yang akan jadi masalah jika pencairan lewat parpol,” kata Arwani. Arwani tegas mengatakan, jika biaya saksi disalurkan melalui Bawaslu maka PPP bisa menerima. (AMR)

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Posting Komentar

Item Reviewed: Bawaslu Mulai Keberatan, PDIP Kecam Bawaslu Rating: 5 Reviewed By: Endonesia.COM