728x90 AdSpace

Latest News
Kamis, 16 Januari 2014

Empat Parpol Dilaporkan ke Bawaslu

Tiga partai politik yaitu Golkar, Gerindra, dan Hanura, yang beriklan di televisi, dan satu parpol yaitu Nasdem yang tampil dalam tayangan berita televisi, dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu. Mereka dianggap melanggar ketentuan kampanye di media dengan memanfaatkan frekuensi publik di televisi.

Keempat parpol itu dilaporkan pada Rabu (15/1) di Kantor Bawaslu, Jakarta, oleh Jaringan Paralegal Penegakan Hukum Pemilu yang digagas Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) dan LBH Jakarta. Mereka diterima oleh staf pelaporan Bawaslu.

Juru Bicara Paralegal Pemilu, Haris Winarto, memaparkan, laporan tersebut dilatarbelakangi tak digubrisnya aturan berkampanye di media elektronik yang baru diperbolehkan pada 21 hari sebelum masa tenang pemungutan suara. “Kami mengecam para peserta pemilu yang terus menerus beriklan di media elektronik,” kata Haris.

Sikap bandel parpol tersebut merupakan tindakan pidana pemilu dan sekaligus menyalahi aturan penggunaan frekuensi publik dengan cara berkampanye di luar jadwal. Paralegal Pemilu juga mendorong kepolisian agar tak sekadar melihat dugaan pelanggaran pidana pemilu dengan berpatok pada teks Undang-Undang, namun juga melihat lebih dalam pesan dari iklan tersebut.

Untuk ketiga parpol yaitu Golkar, Hanura, dan Gerindra, materi yang dilaporkan adalah materi iklan yang sering ditayangkan di televisi. Sedangkan khusus untuk Nasdem, materinya adalah sebuah berita di televisi yang menampilkan pidato Surya Paloh. “Tayang di televisi tadi malam (Selasa), menurut kami materinya sudah kampanye, tapi terserah saja nanti Bawaslu yang menentukan,” kata Haris.

Peneliti Hukum Perludem, Fadli Ramadhanil, mengatakan para parpol baru boleh berkampanye di media massa pada rentang 16 Maret hingga 5 April. “Kalau sekarang, silakan berkampanye tapi bukan di media massa,” katanya.

Khusus untuk Golkar, partai ini dilaporkan untuk ketigakalinya. Laporan pertama mental dan dihentikan Kepolisian dengan alasan tidak memenuhi unsur pidana. Laporan kedua untuk Golkar kembali disampaikan ke Bawaslu yang kemudian direspons positif oleh Bawaslu.

Deputi Direktur Perludem, Veri Junaidi, mengatakan, untuk laporan kedua terhadap Golkar, Bawaslu sudah memiliki persepsi bahwa Golkar melanggar aturan. “Sekarang laporan itu diteruskan ke Mabes Polri. Pelapornya nanti akan segera dipanggil ke Mabes Polri sebagai saksi,” kata Veri.

Veri mengingatkan, saat ini ada pendekatan berbeda yang dipakai Bawaslu untuk menilai apakah sebuah iklan mengandung kampanye atau tidak, dan diharapkan pendekatan itu juga diguanakan Polri. “Kampanye dalam iklan tak harus mengungkapkan visi misi. Logikanya visi misi yang panjang tak mungkin dibacakan di iklan yang singkat,” kata Veri.

Anggota Bawaslu, Daniel Zuchron mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti laporan yang masuk tersebut. Termasuk laporan terhadap Golkar, juga sudah ditindaklanjuti Bawaslu untuk diteruskan ke Mabes Polri. (AmirSodikin.com)

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Posting Komentar

Item Reviewed: Empat Parpol Dilaporkan ke Bawaslu Rating: 5 Reviewed By: Endonesia.COM