728x90 AdSpace

Latest News
Jumat, 20 Desember 2013

Walikota Terpilih Tangerang Kecewa

Walikota Tangerang terpilih, Arief Wismansyah, mengungkapkan kekecewaannya atas proses pelantikan dirinya oleh Gubernur Banten yang beberapa kali tertunda tertunda. Arief berharap, jika bisa, Menteri Dalam Negeri saja yang melantik dirinya agar ada kepastian dan kejelasan waktunya.

“Saya pinginnya Pak Mendagri yang melantik, tapi karena Bu Atut yang menjadi Gubernur ya beliau yang punya kesempatan melantik,” kata Arief usai diskusi “DKPP Outlook 2013, Refleksi dan Proyeksi”, yang digelar Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) di Jakarta, Rabu (19/12).

Hingga kini, dirinya tak bisa berkoordinasi dengan Gubernur Banten. “Nomor handphonenya sudah tidak aktif. Saya dengar tiap minggu nomor handphonenya ganti,” kata Arief.

Kondisi yang berlarut-larut ini membuat banyak kegiatan pemerintahan yang terkait kepentingan masyarakat menjadi tidak bisa berjalan optimal. Misalnya saja, penanganan banjir. “Masyarakat sangat berharap agar pelantikan bisa segera menjadi solusi,” kata Arief.

Arief masih menunggu langkah Mendagri yang akan menurunkan tim ke Banten. “Saya masih menunggu, tapi terakhir Mendagri akan membuat tim khusus untuk mengecek. Ibu Gubernur juga berhalanan tak ikut rapat penetapan APBD Banten. Kami sangat prihatin dan kecewa,” kata Arief.

Padahal, pelantikan adalah proses penting yang menjadi ujung dari Pemilukada tiap daerah serta menjadi legitimasi dari rakyat Kota Tangerang yang diberikan kepadanya. Tapi ditunda sehubungan dengan kondisi kesehatan Gubernur Banten.

“Pelantikan ini adalah tugas dari Presiden yang memberikan mandatnya agar bisa dilakukan Mendagri atau Gubernur. Ketika sudah dilimpahkan, jika gubernur berhalangan, agar mengembalikan mandat itu ke Presiden,” kata Arief.

Secara pribadi, Arief berpendapat kapan waktu pelantiakan itu hanya Tuhan yang tahu karena amanat yang ia peroleh adalah dari Tuhan. “Proses pencarian demokrasi dalam memenuhi hak konstitusi merupajan jalan yang sangat berliku dan panjang yang saya alami,” kata Arief.

Arief menceritakan usaha menjegal dirinya sejak pendaftaran calon walikota dan wakil walikota. Ia sempat melaporkan penjegalan itu ke semua institusi hukum, mulai kepolisian, Komnas HAM, Ombudsman, PTUN, dan PT TUN. “Tapi satu-satunya lembaga yang memberi putusan jelas hanya DKPP,” katanya.

Ahli tata negara, Irman Putra Sidin, mengatakan jika gubernur belum melantik tanpa alasan sah, DPRD-nya bisa menjalankan fungsi pengawasan, jika perlu bisa mengajukan hak interpelasi. “Itu tugas yang diberikan undang-undang untuk melantik kepala daerah, Mendagri bisa langsung tanya ke gubernus,” kata Irman.

Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia yang hadir dalam acara DKPP, Ray Rangkuti, menekankan, gubernur hanya melanjutkan kewenangan Mendagri. Jika tak menjalankan kewenangan itu, maka yang memberi kewenangan bisa memanggilnya tanpa menunggu gubernur mengembalikan mandat.

“Anda mau melantik atau tidak, kalau enggak mau melantik ya saya lantik, begitu seharusnya Mendagri, sederhana saja,” kata Ray. (amirsodikin.com)

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Posting Komentar

Item Reviewed: Walikota Terpilih Tangerang Kecewa Rating: 5 Reviewed By: Endonesia.COM