728x90 AdSpace

Latest News
Senin, 23 Desember 2013

PTUN Berhentikan Patrialis Akbar Sebagai Hakim MK

Di luar dugaan banyak kalangan, Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta membuktikan keberanian dan independensinya dengan mengabulkan gugatan koalisi LSM soal aturan pengangkatan Patrialis Akbar sebagai hakim konstitusi. Dengan demikian, Keputusan Presiden Nomor 87/P/2013 tentang pengangkatan hakim konstitusi Maria Farida dan Patrialis Akbar dibatalkan.

Walaupun putusan tidak diambil bulat karena seorang hakim yaitu hakim Elizabeth mengajikan beda pendapat (dissenting opinion), namun keputusan terbanyak telah mengabulkan seluruh gugatan koalisi LSM. Putusan dibacakan oleh hakim ketua Teguh Satya Bhakti dengan anggota Elizabeth I.E.H.L Tobing dan I Nyoman Harnanta di PTUN, Jl Penggilingan, Jaktim, Senin (23/12/2013).

"Menyatakan batal keputusan presiden RI no 87/T/2013 tanggal 22 juli 2013," kata hakim Teguh.

Hal yang membuat keputusan ini rumit yaitu karena di dalam Keppres tersebut selain terkait pengangkatan dan pemberhentian Patrialis Akbar, juga tertulis pengangkatan dan pemberhentian hakim Maria Farida dan Ahmad Sodiki. Namun, hakim sepakat bahwa pembatalan sebagai hakim MK hanya untuk Patrialis Akbar.


"Menghukum tergugat dan tergugat 2 intervensi untuk membayar biaya yang timbul dalam perkara yang timbul secara tanggung renteng sebesar Rp 162 ribu," sambung hakim.

Dalam putusan ini, hakim anggota Elizabet menyatakan dissenting opinion. Namun putusan ini belum final, karena para tergugat masih bisa banding.

Gugatan ini diajukan tim advokasi dari Koalisi Penyelamatan MK. Mereka menggugat sejak Oktober lalu. Tim yang terdiri dari YLBHI, ICW, dan lainnya ini menilai proses penunjukkan hingga pengangkatan menyalahi Pasal 19 UU MK tentang Penyelenggara Negara yang Bersih dan Bebas dari KKN.

Menanggapi putusan tersebut,  di tempat terpisah, Patrialis Akbar mengatakan pihaknya menghormati putusan tersebut. Hanya, katanya, dia belum mengetahui secara lengkap soal putusan itu. Dia menyampaikan akan berkoordinasi dan berkonsultasi dengan Maria Farida soal putusan itu.

"Saya akan koordinasi dan konsultasi bersama Ibu Maria, apa yang terbaik untuk bangsa ini. Mudah-mudahan Ibu Maria dan saya tidak mundur dari MK (Mahkamah Konstitusi) karena ini banyak kepentingan bangsa juga," kata Patrialis Akbar ketika menggelar konferensi pers di Gedung MK.

Ia mengatakan, jika dirinya dan Maria harus mundur, maka semakin habislah hakim konstitusi. "Semakin habis MK-nya," kata dia.  (*)

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Posting Komentar

Item Reviewed: PTUN Berhentikan Patrialis Akbar Sebagai Hakim MK Rating: 5 Reviewed By: Endonesia.COM